
Hal yang dirasakan oleh Tina hari ini merupakan hal yang benar-benar baru yang dialami olehnya. Mulai dari ditinggalkan didalam dungeon sendirian dan hampir terbunuh oleh seekor monster lalu bertemu dengan pria yang sangat baik kepadanya.
Termasuk saat ini pertama kalinya dirinya bermalam didalam dungeon dan dirinya menginap disebuah tempat yang bagus untuk bermalam. Saat dirinya membuka pintu kamar yang akan dia gunakan untuk bermalam, Tina merasa sangat terkejut dengan fasilitas yang ada didalam penginapan tersebut.
Walaupun fasilitas yang dimiliki kamar yang dimasukinya masih standard, namun ini pertama kalinya Tina menginap disebuah tempat yang bahkan beberapa kali lipat lebih baik dari tempat dirinya tinggal.
“A-Apakah aku pantas menikmati ini semua?” gumam Tina yang ragu menerima perlakuan seperti ini dari Zen.
Bahkan menurutnya, penampilannya saat ini tidak cocok sama sekali dengan ruangan yang dia masuki. Karena memang penampilannya sangat kotor, bau dan berantakan. Apalagi pakaian yang dia kenakan bisa dibilang tidak layak bahkan untuk dikenakan oleh seseorang.
“Ah Iya... aku harus cepat membersihkan diri” ucap Tina yang menyadari bahwa Zen menyuruhnya untuk bersiap agar mereka bisa makan malam bersama nanti.
Tina kembali dibuat terkejut dengan keadaan kamar mandi dari penginapan itu, namun karena dia mengingat perintah Zen tadi, jadi dirinya harus membersihkan tubuhnya dahulu dengan cepat agar tidak membuat Zen menunggu.
Disisi lain, Zen yang saat ini sudah memeriksa statusnya untuk melihat perkembangan status yang dimiliki olehnya, akhirnya mulai membersihkan dirinya dan bersiap untuk makan malam, karena memang dirinya sudah cukup lapar setelah menggunakan banyak kekuatan saat bertarung tadi.
“Kakak kapan kembali?” begitulah perkataan pertama saat Zen keluar dari kamar mandinya setelah membersihkan dirinya dan saat ini sedang berhubungan dengan Yui melalui communication gem.
“Kalau obat untuk Kileni sudah ada, Kakak akan kembali ke sana. Jadi tunggulah Kakak oke” ucap Zen kepada adiknya itu.
“Hahh... padahal Yui sangat merindukan Kakak” balas Yui yang memang sangat merindukan Kakaknya tersebut.
“Lalu bagaimana dengan Kileni, apakah dirinya masih merasa kesakitan?” tanya Zen kemudian yang bertanya kepada adiknya tentang keadaan pasiennya.
__ADS_1
“Kileni hanya sering pusing saja Kak dan juga kami sering bermain bersama” balas Yui.
Yui lalu menceritakan kegiatannya hari ini kepada Zen dengan bersemangat karena memang dirinya cukup senang tinggal dikediaman milik pasangan Lukas dan istrinya, walaupun dirinya masih sangat merindukan keberadaan Zen.
Setelah puas berbincang, akhirnya Zen mengakhiri percakapannya tersebut dengan Yui. Karena memang mereka berdua akan makan malam, walaupun tempat mereka makan malam berbeda. Setelah mematikan alat komunikasinya, Zen akhirnya mulai keluar kamarnya dan bersiap untuk pergi menuju restoran dari tempat ini.
“Oh... kamu sudah menunggu lama Tina?” ucap Zen setelah dirinya keluar kamarnya dan melihat Tina sedang menunggu dengan sabar didepan kamarnya.
“Aku juga baru keluar Kak” balas Tina sambil tersenyum manis kepada Zen.
Zen hanya tersenyum saja mendengar jawaban dari Tina, dan mulai melihat penampilannya saat ini. Memang saat ini bisa dibilang Tina terlihat lebih cantik dan manis karena memang dirinya sudah membersihkan dirinya dengan baik.
Namun karena pakaian yang dikenakan masihlah pakaian yang dia gunakan sedari tadi, membuat penampilan bersihnya itu pasti dianggap masihlah jorok karena dirinya mengenakan pakaian yang sangat kotor.
“Hm... apakah kamu tidak memiliki pakaian lain?” tanya Zen kemudian yang merasa prihatin dengan penampilan Tina.
Zen mulai mengeluarkan satu setel pakaian kasual milik Yui yang memang dibuatkan oleh Ibunya untuk digunakan sementara oleh Tina. Memang Zen mendapatkan pakaian berbagai ukuran untuk Yui dahulu. Jadi karena Yui belum membutuhkannya jadi Zen berencana untuk memberikan satu kepada Tina sebelum dirinya membelikan dirinya yang baru, karena memang sangat banyak pakaian untuk Yui pada penyimpanan miliknya.
“T-Tapi ini pakaian yang mahal Kak” ucap Tina yang menolak pemberian dari Zen setelah melihat kualitas dari pakaian yang disodorkan kepadanya.
“Pakailah, ini milik adikku. Lagipula dirinya juga pasti dengan senang hati memberikannya kepadamu” ucap Zen yang memaksa Tina menerimanya.
Tentu Zen juga memberikan satu setelan pakaian dalam untuk gadis kecil itu, karena terlihat bahwa apa yang dia kenakan saat ini sudah sangat lusuh. Setelah terpaksa menerima semua pakaian dari Zen, Tina mulai memasuki kamarnya kembali dan memakai pakaian yang diberikan kepadanya.
__ADS_1
Zen dengan setia menunggu gadis kecil itu dan setelah beberapa lama kemudian, dirinya mulai keluar dengan sebuah pakaian kasual yang sangat bersih yang sudah dia kenakan.
Tenyata kalau dilihat Tina adalah seorang gadis kecil yang cantik dan imut. Walaupun jika dibandingkan dengan Yui dia kalah telak, tapi wajahnya sangat menawan jika memang dirawat dengan baik.
“Ayo kita turun dan makan malam bersama sekarang” ucap Zen yang mulai mengajak Tina yang sebenarnya masih merasa tidak enak selalu diperlakukan sangat baik oleh Zen.
Saat tiba dibawah, Zen yang sedang memandu Tina akhirnya memilih sebuah meja untuk tempat mereka makan. Setelah memesan makanan yang ingin mereka santap, akhirnya mereka mulai duduk dan sedang menunggu makanan yang mereka pesan untuk tiba.
“Bagaimana, apakah pakaian yang aku berikan kurang nyaman?” tanya Zen setelah melihat Tina masih saja menunduk malu, karena memang ini pertama kalinya juga dirinya makan pada sebuah restoran.
“A-Ah... tidak Kak, Pa-Pakaian ini bagus dan nyaman” ucap Tina.
“Baguslah kalau begitu” balas Zen.
Memang Tina masih merasa canggung dengan semua hal baru yang dia lakukan bersama Zen hari ini. Karena memang kehidupannya tidak semewah ini jika bisa dibandingkan dengan kehidupannya diluar dungeon.
Dirinya tinggal disebuah gubuk yang sangat lusuh, bahkan dirinya pertama kali mandi dengan menggunakan sabun yang wangi, karena selama ini dirinya hanya menggunakan batu untuk membersihkan kotoran yang menempel pada tubuhnya.
“A-Apakah benar tidak apa - apa aku menggunakan pakaian ini Kak?” tanya Tina sekali lagi yang merasa pakaian yang dia kenakan sangat tidak pantas untuknya.
“Tenanglah, sudah kubilang itu milik adikku. Pasti dia dengan senang hati memberikannya kepadamu karena kamu sangat cocok mengenakannya” ucap Zen.
Memang Tina saat ini menjadi bahan perhatian karena memang sangat jarang seorang anak kecil bermalam didalam sebuah Dungeon. Bahkan dipastikan seorang anak kecil yang bekerja sebagai porter akan keluar dari dalam Dungeon jika hari sudah mulai malam. Jadi sangat aneh menemukan seorang gadis kecil masih ada ditempat ini.
__ADS_1
Karena memang, porter anak kecil biasanya hanya disewa oleh petualang berperingkat rendah dan berpetualang pada lantai yang rendah. Jika sudah masuk kedalam lantai menengah keatas, maka porter yang profesional lah yang akan disewa oleh para petualang yang akan berpetualang.
“Heh... bukankah itu Tina”