Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Mendaftar


__ADS_3

Pagi – pagi sekali, Zen sudah bangun dari tidurnya. Saat ini dia sedang duduk di atas tempat tidurnya dan memfokuskan dirinya untuk membuka kembali beberapa pori – pori khusus, untuk meningkatkan level skillnya mana absorb miliknya.


Saat ini Zen sudah berhasil membuka seluruh pori – pori khusus di lengannya, dan saat ini dirinya akan memfokuskan untuk membuka dikedua telapak kakinya. Cukup lama dia berlatih melakukannya, hingga tidak terasa matahari sudah mulai meninggi.


“Hoaam~ selamat pagi Kak” kata Yui yang sudah bangun dari tidurnya dan sedang meregangkan tubuhnya.


“Selamat pagi Yui” balas Zen yang akhirnya menyudahi latihannya itu dan melihat adiknya mulai bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kearah kamar mandi.


Zen hanya memperhatikan kegiatan adiknya itu, dan menunggu adiknya itu membasuh wajahnya sebelum Zen mengajak Yui untuk turun menuju lantai dasar dari gedung penginapan tempat mereka menyewa kamar mereka, untuk sarapan bersama di sana.


“Apakah kamu yakin untuk tinggal sendiri disini?” tanya Zen kemudian yang masih khawatir untuk meninggalkan adiknya disini sendirian, setelah mereka sudah kembali menuju kamar yang mereka sewa setelah menyelesaikan sarapan mereka.


“Aku tidak apa – apa Kak, yang terpenting Kakak memasangkan beberapa barier dikamar ini bukan?” tanya Yui.


“Ya.. Kakak akan memasangkannya. Bahkan Kakak sudah menyetok beberapa makanan ringan untukmu” kata Zen sambil menunjukan beberapa makanan yang sudah tersusun dengan rapi di atas sebuah meja.


Rencananya, Zen akan mendaftarkan dirinya pada Guild Petualang hari ini sesuai rencana yang sudah dia buat. Yui yang sudah mengetahui rencana Kakaknya mendatangi kota ini, akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal ditempat ini, dan menunggu Kakaknya kembali.


“Tetapi apakah benar kamu tidak apa – apa jika Kakak meninggalkan dirimu sendirian? Karena mungkin Kakak akan langsung mengambil sebuah misi” tanya Zen kembali, yang masih mengkhawatirkan adiknya yang akan dia tinggalkan itu.


“Aku tidak apa – apa Kak. Lagipula semua ini Kakak lakukan untuk Yui bukan?” balasnya sambil tersenyum.


Memang Zen ingin menjadi kuat dengan cepat untuk melindunginya, jadi Zen akan menggunakan berbagai cara untuk menggapai hal tersebut. Tentu saja sebagai adik yang baik, Yui akan selalu mendukung semua rencana Kakaknya itu.


“Baiklah, kalau ada apa – apa, hubungi Kakak lewat communication Gem oke” kata Zen sambil menunjukan communication gem miliknya.


Memang mereka menerima communication gem dari Alice, agar mereka bisa terus terhubung walaupun mereka berada ditempat yang berbeda. Tetapi sampai sekarang, Zen sama sekali belum menghubungi Alice apalagi sebaliknya. Tetapi berbeda dengan Yui yang terus berhubungan dengan Alice sampai saat ini.


“Baiklah Kak” kata Yui sambil mengangguk paham dengan instruksi yang diberikan oleh Kakaknya.


Walaupun cukup berat meninggalkan Yui ditempat ini, tetapi Zen terpaksa harus melakukannya. Setelah memastikan adiknya sudah paham dengan perkataannya, Zen mulai memasangkan sebuah barier dikamar tersebut.


Sebenarnya Zen ingin sekali meninggalkan smartphone miliknya untuk digunakan oleh Yui, agar dia bisa bermain game untuk menemaninya. Tetapi, Zen memutuskan untuk membawanya, karena mungkin dia akan menemukan sesuatu dan membutuhkan smartphonenya itu.

__ADS_1


“Kalau begitu, Kakak berangkat oke. Ingat jangan membukakan pintu kepada siapapun” kata Zen lalu berjongkok dan mencium kening dari Yui.


“Baiklah” kata Yui yang melambaikan tangannya kepada Kakaknya dan mulai menutup pintu kamar penginapannya dan menguncinya dari dalam.


Zen menunggu hingga kamar itu benar – benar tertutup dan dikunci oleh Yui, barulah dirinya mulai beranjak dari sana.


Dengan hiruk pikuk keadaan jalanan yang dilewati oleh Zen, tidak membuat langkahnya itu melambat.


Karena dia sudah mengetahui letak Guild Petualang, yang dia temukan kemarin saat berkeliling bersama Yui, langkahnya dengan mantab mulai melaju ketempat tersebut. Hingga akhirnya sebuah gedung yang besar dan bernuansa klasik, akhirnya menjadi ujung perjalanannya pagi ini.


“Ho... cukup ramai disini” kata Zen yang melihat beberapa orang sudah berkumpul baik diluar maupun didalam gedung guild petualang yang akan dimasukinya.


Walaupun tempat itu ramai, bukan berarti Zen tidak bisa memasuki tempat itu, karena beberapa orang mulai berkumpul pada sebuah bar dan beberapa konter penerimaan tamu dan penjualan barang yang berada di sana.


Zen yang sudah memasuki gedung guild petualang itu lalu memutuskan untuk berdiri tepat dibelakang seseorang yang sedang mengantri pada sebuah meja, yang merupakan resepsionis dari gedung guild petualang ditempat ini.


Banyak hal yang Zen temui di kota ini, bukan saja bentuk bangunannya yang lebih maju, tetapi juga beberapa ras baru yang dia temui, termasuk seorang wanita bertelinga kelinci didepannya yang menyapanya dengan hangat, setelah antriannya sudah berakhir.


“Ah... aku ingin mendaftarkan diriku untuk menjadi petualang” balas Zen.


Awalnya, wanita dihadapannya dengan ramah ingin memproses permintaan Zen, hingga dia menyadari bahwa ciri – ciri orang didepannya sangat mirip dengan orang yang beritanya sangat ramai diberitakan hingga saat ini.


“Maafkan saya tuan, bisakah saya melihat kartu identitas anda?” tanya wanita itu kembali.


Zen lalu merogoh saku celananya, dan berpura – pura mengeluarkan kartu identitasnya dari sana lalu memberikannya kepada wanita yang meminta kartu identitasnya itu, yang sebenarnya dia keluarkan dari dalam penyimpanannya.


Memang, saat Zen berhasil membantu Desa Pina, kepala desa yang baru ingin memberikan Zen sebuah hadiah. Namun Zen menolaknya dan memutuskan untuk meminta dibuatkan kartu identitas baru saja, agar disaat dirinya membutuhkan sebuah tanda identifikasi tentang dirinya, Zen sudah mempunyainya saat ini.


“Zen Gwillyn?” gumam wanita itu setelah membaca nama yang tertera pada kartu identitas yang diberikan oleh Zen.


Wanita bertelinga kelinci itu sangat yakin, bahwa pria yang dia lihat didepannya merupakan pria yang dia pikirkan. Walaupun namanya lengkapnya berbeda, tetapi nama depannya tetap sama, apalagi ciri – ciri khusus yang dimilikinya.


“Maafkan saya tuan, bukankah anda pangeran kerajaan Heilight?” tanya wanita itu mencoba memastikan.

__ADS_1


“Mantan nona” balas Zen yang memang membiarkan beberapa orang mengetahui identitasnya, apalagi saat dirinya akan mendaftarkan dirinya menjadi seorang petualang.


Mendengar konfirmasi dari Zen, akhirnya wanita itu hanya mengangguk paham setelah apa yang dikatakan Zen membuatnya mengkonfirmasi identitasnya saat ini.


“Perkenalkan tuan, nama saya Meli. Saya merupakan pemagang ditempat ini. Saya akan memproses permintaan anda segera. tetapi sebelum itu, apakah anda ingin mengetahui beberapa informasi tentang Guild Petualang?” tanya wanita didepannya.


“Hmm.. Mengapa aku sering bertemu dengan seorang yang magang ya..” gumam Zen didalam hatinya, dan mulai mengangguk dan mempersilahkan wanita didepannya menjelaskan tentang Guild Petualang.


Guild Petualang merupakan organisasi independen yang berdiri sendiri dan tersebar di seluruh penjuru benua Mevla. Cabangnya tersebar dimana – mana dan pusat dari guild petualang terdapat di kerajaan Sylvan.


Dengan berjalanannya waktu, guild petualang sering menyelesaikan beberapa permasalahan dan termasuk membantu pihak kerajaan untuk menyediakan informasi, bahkan membantu mereka dalam menghadapi beberapa permintaan, dan membuat Guild Petualang semakin besar saat ini.


Anggota Guild Petualang juga memiliki beberapa tingkat, yaitu dimulai dari F hingga yang tertinggi yaitu peringkat SSS.


Setiap negara setidaknya mempunyai dua hingga tiga peringkat S, namun tidak dengan peringkat SS yang berjumlah hanya dua belas orang saja di seluruh dunia. Sedangkan peringkat SSS sendiri hanya satu orang dan orang yang mempunyai peringat petualang itu sudah pensiun, jadi saat ini belum ada petualang yang mempunyai pangkat SSS di dunia ini.


Lalu terdapat juga tingkatan party. Berbeda dengan tingkatan individu, peringkat Party biasanya disesuaikan dengan hasil keseluruhan dari kelompok party tersebut. Walaupun party itu memiliki beberapa anggota yang berpangkat tinggi didalam kelompok mereka, tetapi hal tersebut tidak serta merta membuat party itu langsung berperingkat tinggi.


“Lalu, apakah aku akan mulai dari peringkat paling rendah?” tanya Zen kemudian.


“Benar, walaupun anda kuat, tetap saja peringkat anda akan ditentukan sesuai kinerja anda pada Guild Petualang” balas Meli kepada Zen.


“Begitu ya... Baiklah” jawab Zen yang sudah paham dengan informasi yang baru saja dia dengar dari wanita kelinci didepannya.


“Anda pasti bisa meningkatkan peringkat anda dengan cepat, apalagi anda mempunyai level 29 dengan status Double Stats” balas Meli yang memperhatikan kekuatan Zen yang tertera pada kartu identitasnya.


Memang Zen sengaja menyembunyikan tingkat statsnya, karena dia menyadari tingkat statsnya yang bernama All Stats, yaitu membuat empat statsnya harus mencapai peringkat S agar bisa meningkatkan levelnya.


Menurut informasi yang dirinya temukan pada smartphone miliknya, Zen merupakan satu – satunya orang yang mempunyai stats seperti ini di seluruh dunia, dan membuatnya memilih untuk menyembunyikan kekuatannya itu, karena akan sangat heboh jika diketahui oleh semua orang.


Dan juga, berita tentang seseorang yang mempunyai Triple stats saja sangat amat terkenal dan membuat heboh, bagaimana dengannya yang statusnya merupakan All Stats, pasti akan membuatnya menjadi incaran berbagai pihak.


“Baiklah, kalau begitu bisakah nona menjelaskan tentang cara meningkatkan level petualangku?”

__ADS_1


__ADS_2