
Tiga ekor kuda yang membawa empat orang pada masing-masing dari mereka, saat ini melaju dengan cepat melewati jalan yang sedang mereka tempuh untuk menuju kesebuah tempat. Dengan kecepatan seperti itu, dipastikan mereka akan tiba menuju tempat tujuan mereka sekitar 3 jam lagi.
“A-Aku sedikit mual Kak” kata seorang gadis bertelinga anjing yang saat ini sudah duduk di atas sebuah kuda bersama Kakaknya.
“Oh... biar Kakak menghilangkan mualmu” ucap Kakaknya yang sudah menaruh tangannya tepat dipundak dari gadis kecil itu, dan menghilangkan efek samping dari perjalanan yang merek tempuh menggunakan kuda yang terlatih untuk terus melaju tanpa berhenti.
Walaupun pegangan tangannya pada tali yang mengemudikan kudanya dilepaskan oleh pria itu karena lengannya hanya satu, tetapi tidak membuat kuda yang mereka tunggangi tidak terkendali, dan masih melaju pada jalurnya dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal.
Memang karena dengan kekuatan kuda yang mereka tunggangi, beberapa orang awam atau yang pertama kali menaiki kuda untuk perjalanan jarak jauh akan mengalami pengalaman yang sama, yang dialami oleh gadis yang rasa mual yang sedari tadi dia rasakan mulai menghilang itu.
“Maafkan aku merepotkanmu Kak” balas gadis itu yang merasa bersalah karena menurutnya dirinya sangat merepotkan Kakaknya.
“Sudah kubilang tidak apa-apa.” Balas pria berlengan satu itu yang kembali memegang tali kemudi dari kuda yang ditungganginya
Pria tersebut atau Zen memang memutuskan mengajak Tina menuju Ibukota bersamanya. Tina awalnya ingin mengikuti Zen, tetapi dirinya sangat tidak enak untuk meminta Kakaknya itu mengajaknya.
Namun perilakunya itu dilihat oleh Zen, dan akhirnya Zen memutuskan untuk membawanya. apalagi Zen sudah menganggapnya sebagai keluarga dan akan mengenalkan Tina kepada Yui, dan memutuskan untuk membuat mereka menjadi sebuah keluarga.
“Ya... aku tidak sabar bertemu dengan Yui” gumam Zen yang memikirkan ekspresi adiknya, ketika dirinya bertemu dengan seseorang yang akan menjadi Kakaknya.
Entah mengapa, karena kehidupan pertama Zen dahulu yang tidak mendapatkan kasih sayang apapun, namun saat kehidupan keduanya dirinya mendapatkan perlakuan yang baik dari yang namanya keluarga, tentu membuat Zen ingin membentuk sebuah ikatan seperti itu
pada kehidupan ketiganya ini.
Keluarganya pada kehidupan keduanya sangat baik kepadanya, walaupun dirinya tahu mereka tidak ada hubungan darah sekali dengan dirinya, tetapi hubungan kekeluargaan dirinya dengan mereka sangat amat erat dan Zen cukup nyaman diperlakukan seperti itu.
“T-Tapi apakah dirinya akan marah dengan kedatanganku Kak?” ucap Tina yang masih merasa risau karena adiknya Zen tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya merupakan
__ADS_1
Kakaknya kelak.
Zen memang sudah memutuskan untuk mengangkat Tina sebagai adiknya, karena memang dirinya sudah menganggap dirinya seperti itu. Terlebih lagi, Tina kemungkinan besar akan selalu berpetualang bersama dengannya dimasa depan.
“Tenanglah, Yui akan menerimamu apapun yang terjadi. Jadi jangan khawatir” kata Zen yakin.
Zen juga merasakan perasaan yang sama dengan apa yang dialami Yui, maka dari itu mereka bisa sedekat itu. Apalagi memang mereka ingin membetuk sebuah hubungan yang erat seperti keluarga, karena mereka tidak mempunyainya.
Dengan berbincang dengan Tina, perjalanan mereka akhirnya sudah semakin mendekat, setelah kuda yang ditunggangi oleh Zen dan Tina, beserta dua kuda yang berada didepan mereka yang ditunggangi oleh Mira dan Meso sudah bisa melihat tembok pelindung dari
Ibukota.
“Ya... akhirnya kita sudah tiba” ucap Zen yang dimana kudanya terus melaju mendekati pintu masuk dari Ibukota kerajaan Raven.
Dengan status yang dimiliki oleh Mira dan Meso, akhirnya mereka diizinkan untuk masuk tanpa melalui antrian yang panjang dari beberapa pihak yang ingin memasuki wilayah Ibukota. Tentu karena Zen bersama mereka, akhirnya dirinya juga sudah mengikuti jejak mereka untuk langsung masuk kedalam wilayah Ibukota.
didepan rumah Lucas dengan sabar.
Namun apa yang dirinya lakukan akhirnya terbayar, setelah tiga buah kuda saat ini sudah masuk menuju area kediaman Lucas. Tentu bukan hanya Yui yang tersenyum melihat kedatangan mereka, tetapi beberapa orang yang menunggu kedatangan orang-orang
tersebut ditempat mereka berada.
“Selamat datang semua” ucap Lenneth yang memperhatikan Meso, Mira lalu Zen sudah turun dari kuda mereka.
Lucas langsung mengambil kuda milik Zen dan menuntunnya menuju kandang kudanya, setelah Zen menurutnkan Tina. Lalu Meso mengambil kuda tunangannya dan menggiringnya bersama kudanya mengikuti Lucas.
“Bagaimana kabar adik kesayangan Kakak?” ucap Zen yang langsung berjongkok dan memeluk Yui dengan erat.
__ADS_1
Tidak bisa dipungkiri Zen sangat merindukan adiknya tersebut, karena ini pertama kalinya dirinya berpetualang sendirian tanpa ada keberadaan Yui yang selalu setia bersamanya.
Apalagi Yui juga memeluk erat Kakaknya karena memang dirinya juga sangat merindukannya.
Disisi lain, Lenneth dan Mira juga saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan mereka. Sedangkan Tina sedari tadi hanya menatap kegiatan itu dengan tenang, sebelum Zen akhirnya menarik tangannya dan mendekatkan dirinya bersama Yui.
“Perkenalkan ini Kakakmu, Tina Gwillyn” ucap Zen kepada Yui yang ingin dirinya kenalkan kepada Yui.
Tentu Yui sudah mendengar tentang keberadaan Tina dari Kakaknya sebelumnya, jadi dirinya tidak langsung terkejut. Dengan senyum yang menghiasi wajahnya, akhirnya Yui mulai menyambut Kakak angkatnya itu dengan perasaan senang.
“Perkenalkan aku Yui Gwillyn, Kak Tina.” balas Yui.
Zen hanya tersenyum saja melihat bahwa mereka sudah mulai akrab, dan akhirnya dirinya mulai beralih kearah seorang gadis yang dulunya duduk disebuah kursi roda saat pertama kali bertemu dengannya, namun kali ini dirinya sudah bisa berdiri dan ikut menyambut kedatangannya.
“Halo Kileni... bagaimana kabarmu?” ucap Zen yang sudah mulai mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan dari Kileni.
“A-Aku baik Kak” ucap Kileni yang masih canggung karena memang ini pertama kalinya dirinya berbincang dengan Zen, karena memang dahulu Zen langsung berangkat dari kediamannya menuju Great Dungeon tanpa menunggunya siuman.
“Lebih baik kalian beristirahat terlebih dahulu, terutama dirimu Zen. Aku tahu sangat melelahkan menempuh perjalanan selama delapan jam nonstop.” Ucap Lucas yang sudah kembali bersama Meso setelah menempatkan kuda yang dirinya giring tadi pada kandang kudanya.
Walaupun Zen sudah dua kali melakukan perjalanan seperti itu, tetap saja dirinya masih merasakan lelah karena perjalanannya tadi. Jadi Zen menyambut baik perkataan dari Lucas, dan memutuskan untuk masuk kedalam kediaman mereka untuk beristirahat.
“Kak Tina akan tidur denganku bukan?” tanya Yui kemudian.
“A-Ah K-Kakak akan mengikuti saja keinginanmu itu” balas Tina yang masih sungkan kepada adik dari Zen itu.
Lenneth juga merasa senang dengan keakraban Yui dan Tina, dan akhirnya membimbing mereka menuju kamar mereka masing-masing agar mereka bisa beristirahat. Terutama Zen yang harus benar-benar siap dalam melakukan proses yang sangat rumit keesokan harinya.
__ADS_1
“Ya.. semoga besok akan lancar”