Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Quest


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh wanita kelinci yang bernama Meli, yang merupakan seorang resepsionis dari Guild Petualang di kota Pavel, akhirnya Zen saat ini mulai berdiri disebuah papan yang penuh dengan kertas yang menempel di sana.


“Ho... jadi ini yang mananya Quest Board” kata Zen.


Disini ada berbagai papan yang memunculkan berbagai permintaan yang ditempel di sana. Papan – papan itu terbagi menjadi tingkat level permintaan, yang dimana Zen saat ini sedang berdiri dipapan yang berisikan penuh permintaan tingkat F.


Seseorang yang berada disebelahnya mulai mencabut sebuah kertas yang berisikan permintaan yang mengharuskannya mencari beberapa herbal di hutan. Zen hanya memperhatikan orang itu sejenak, hingga akhirnya dia kembali melihat permintaan lain yang tersedia di sana.


“Mengumpulkan herbal, membersihkan selokan, menjaga anjing... ” gumam Zen yang membaca satu persatu kertas yang menempel dipapan yang berada didepannya.


Walaupun harga yang ditawarkan lumayan besar, tetapi misi – misi ini sangat tidak cocok untuk Zen. Namun mau tidak mau dirinya harus mengambil misi sesuai tingkat petualang yang dimilikinya dan memutuskan untuk terus mencari sebuah misi yang benar – benar cocok untuknya.


“Cih... mengapa mulai dari tingkat D yang mempunyai misi pertarungan” gumam Zen, hingga matanya mendarat pada sebuah kertas.


{Memburu Banteng Lembut Liar}


Begitulah judul permintaan yang dilihat Zen, hingga dia mulai membaca detail yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permintaan tersebut.


Permintaan ini berasa dari restoran mewah di kota Pavel. Yang dimana mereka membutuhkan daging Banteng Lembut Liar sebagai bahan baku makanan yang mereka jual di restoran mereka.


“Hmm.. harganya juga berbeda dari semua permintaan tingkat F yang lainnya” gumam Zen.


Memang untuk permintaan yang sedang dilihat oleh Zen, orang yang akan mengambil permintaan itu akan dibayar dengan jumlah dari hasil buruan mereka, yaitu akan sebanyak 50 Silver per ekor.


“Hm... apakah Banteng Lembut merupakan hewan yang sangat langka keberadaannya untuk diburu?” gumam Zen saat melihat harga yang tertera di kertas permintaan itu.


Tanpa pikir panjang, karena Zen sudah memutuskan untuk mengambil permintaan tersebut, dia lalu mencabut kertas itu dari papan permintaan didepannya dan membawanya menuju resepsionis untuk mengesahkan misinya.


“Misi berburu Banteng Lembut Liar? Apakah kamu yakin mengambil misi ini?” tanya Meli yang melihat Zen yang sudah kembali ke mejanya dan membawa sebuah permintaan kepadanya.


“Memang kenapa? Apakah sangat susah mencari keberadaan hewan ini?” tanya Zen.


“Bukan begitu Zen, tetapi mereka selalu bergerombol dan membuat mereka sangat susah untuk ditangkap. Bahkan beberapa petualang peringkat C saja cukup kesulitan menyelesaikan misi ini” kata Meli yang berada dihadapannya

__ADS_1


Memang, Zen dan Meli memutuskan untuk berbicara dengan santai, karena menurut Zen cukup menyebalkan saat seorang terus memanggilnya dan berbicara dengannya dengan perkataan yang sopan, dan seakan memberi jarak komunikasi diantara mereka.


“Lalu mengapa kertas ini ada di Quest Board tingkat F?” tanya Zen kemudian.


“Restoran ini memasangkan permintaan ini hingga tingkat B, karena kesulitan mencari petualang yang ingin melakukan misi ini” balas Meli.


Mendengar hal tersebut, Zen sangat penasaran dengan hewan yang bernama Banteng Lembut itu, jadi Zen memutuskan untuk mengambil misi ini, terlepas bahwa dia mungkin akan gagal memenuhinya.


Meli terus meyakinkan Zen untuk mengambil permintaan yang lainnya, karena permintaan ini sangatlah susah, dan denda kegagalannya juga besar, karena hadiah misi ini juga sangat besar. Namun karena Zen sudah memutuskan, maka dari itu Meli hanya menghela nafasnya dan menerimanya saja.


“Baiklah, hewan ini berada di utara dari kota ini, jadi kamu hanya perlu berjalan terus kearah utara menelusuri hutan dan akan menemukannya di sana” kata Meli yang akhirnya menyerah meyakinkan Zen, lalu menunjukan rupa hewan tersebut kepada Zen.


Hewan bernama Banteng lembut tersebut terlihat seperti banteng pada umumnya, tetapi bedanya warnanya sangat unik, yaitu berwarna putih. Zen baru pertama kali melihat sebuah banteng berwarna putih yang seakan hewan itu mempunyai kelainan padanya, namun karena ini dunia yang berbeda dari dunianya, Zen hanya memakluminya saja.


“Baiklah, kalau begitu aku berangkat” kata Zen yang sudah bersiap dan akan beranjak dari sana, setelah misinya sudah disahkan.


“Ya berhati – hatilah” balas Meli


Zen mulai keluar dari guild petualang dan menuju arah utara dari kota ini. Memang untuk mencari hewan buruannya, ternyata Zen harus keluar dari pusat kota ini, dan menempuh jarak yang lumayan jauh dan memasuki hutan untuk menemukan buruannya.


“Sudah satu jam aku mencari, tetapi aku belum menemukan tanda – tanda melihat banteng berwarna putih” gumam Zen yang masih berusaha menemukan banteng buruannya.


Zen terus berjalan hingga dia sampai disebuah area yang sangat luas yang dipenuhi dengan rerumputan. Zen bisa melihat hewan yang dicarinya berada di sana, tetapi bukannya Zen langsung mendekat kearah buruannya itu, tetapi dirinya mulai diam ditempatnya dan memperhatikan hewan buruannya yang sedang asik memakan rerumputan yang berada di sana.


“Pantas saja sangat susah menangkap banteng itu” kata Zen yang melihat puluhan bahkan ratusan ribu banteng berwarna putih memenuhi area tersebut yang saling bergerombol.


“Hm... bagaimana caraku memburu mereka?” gumam Zen kemudian.


Zen perlahan mulai mendekat kearah segerombolan banteng putih tersebut, namun saat banteng – banteng itu merasakan kehadirannya, mereka mulai berlari kearah Zen dan mulai mengejarnya dengan cepat.


“Ow... sial..” kata Zen yang langsung berbalik dan melarikan diri setelah dirinya dikejar ribuan banteng ditempat itu.


Zen sebenarnya bisa saja melawan mereka, jika memang jumlah banteng yang mengejarnya masih dibatas wajar. Namun saat ini dirinya sudah dikejar oleh ribuan banteng berwarna putih yang seakan dirinya merupakan matador yang baru saja menunjukan bendera berwarna merah kepada mereka.

__ADS_1


Melihat itu, tentu saja Zen langung menggunakan skill petir dan skill cahayanya bersamaan dan langsung melesat melarikan diri dari sana, agar banteng – banteng itu berhenti mengejarnya karena jarak mereka sudah jauh.


“Hahh... hahh... hahh... Bukankah peringkat B juga akan sulit menangkap mereka?” gumam Zen yang saat ini sudah berada di atas pohon dan memperhatikan segerombolan banteng putih yang mengejarnya tadi dari kejauhan.


“Hah... bagaimana caraku memburu mereka” gumam Zen yang mulai memikirkan cara untuk menyelesaikan permintaan ini.


Pantas saja harga permintaan ini sangat mahal, karena sangat susah untuk menangkap seekor banteng putih. Karena saat seseorang mendekat saja, ribuan banteng langsung mengejar orang yang mencoba mendekati segerombolan banteng tersebut.


“Apakah aku harus kembali dan mengambil misi mengumpulkan herbal yang hanya dibayar 10 koin perunggu saja?” gumam Zen yang merasa mustahil untuk menangkap banteng – banteng tersebut.


Zen memprediksi petualang yang mengambil permintaan ini pasti melakukannya secara berkelompok. Karena sangat susah memburu banteng tersebut sendirian, karena hewan buruannya itu terus berkelompok dan berkerumun.


“Dan juga, mengapa nama mereka Banteng Lembut, padahal perilaku mereka sangat bar - bar” gumam Zen.


Tetapi saat dirinya kembali memperhatikan sekumpulan banteng berwarna putih itu, tiba – tiba saja sebuah senyuman licik mulai muncul di wajah Zen yang menandakan dirinya mendapatkan sebuah ide untuk menangkap buruannya itu.


.


.


Beberapa jam kemudian, seorang pria berlengan satu sedang berjalan dengan santai menuju pintu masuk dari kota yang berada didepannya. Tetapi sebelum dirinya masuk, Pria itu harus mengantri karena memang banyak sekali orang yang ingin memasuki kota itu.


Langkahnya yang sesekali terhenti, akhirnya sampai diujung antrian tersebut, yang dimana saat ini dia sedang berhadapan dengan para penjaga gerbang yang menjaga pintu masuk dari kota itu.


“Oh... kamu sudah kembali” kata salah satu penjaga di sana kepada pria berambut putih yang baru saja kembali, setelah sebelumnya dirinya pergi untuk menyelesaikan sebuah permintaan.


“Iya... tidak baik berada diluar kota untuk waktu yang lama” balas pria berambut putih tersebut sambil tersenyum.


“Ya, lebih baik kamu kembali, saat kamu tidak berhasil menyelesaikan misimu” balas penjaga tersebut yang merasa prihatin dengan pria yang ternyata adalah Zen.


“Tidak berhasil?” balas Zen kemudian.


“Ya.. Aku tahu... kembalilah ke Guild dan katakanlah sebenarnya. Jangan bersedih, masih banyak permintaan yang bisa kamu ambil untuk membayar denda kegagalan permintaanmu itu.” kata penjaga itu kembali.

__ADS_1


Memang saat Zen ingin keluar dari kota ini, dia harus memberikan alasan kepergiannya, dan para penjaga di sana mulai menasehatinya sama sepeti Meli saat berada di guild petualang tadi, yang mengatakan untuk tidak mengambil permintaan itu.


“Tapi aku berhasil memburu banteng tersebut”


__ADS_2