Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Dimulai


__ADS_3

Zen saat ini sudah berada di gedung Guild Petualang pada wilayah Great Dungeon tempatnya berada. Dengan antrian yang lumayan panjang, akhirnya dia mulai bersabar mengikuti antrian itu, sehingga dirinya sudah berhadapan dengan seorang resepsionis yang menurutnya sangatlah cantik parasnya.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya wanita itu dengan ramah.


Zen yang awalnya masih mengagumi kecantikan wanita itu, akhirnya mulai tersadar dan mengeluarkan kartu petualang miliknya dan surat rekomendasi yang diberikan Guild Master kota Pavel kepada wanita itu.


“Aku ingin mendapatkan akses memasuki Great Dungeon” balas Zen.


Wanita itu sangat mengenal lambang stempel dari surat yang diberikan Zen kepadanya dan mulai membukanya lalu membacanya sejenak. Dengan memeriksa isinya, akhirnya kartu petualang Zen yang sudah berada ditangan wanita cantik tersebut mulai ditempelkan sebuah tanda didalamnya.


“Tunjukan kartu Guild Petualang milikmu kepada staf Guild Petualang yang menjaga pintu masuk Great Dungeon dan kamu bisa memasukinya” balas wanita resepsionis itu, setelah mengembalikan kartu petualang milik Zen.


“Ah.. baiklah terima kasih” balas Zen sambil tersenyum ramah kepada gadis tersebut.


“Sama – sama. Dan pastikan kamu berhati – hati saat sudah memasuki Great Dungeon” balas wanita itu sambil tersenyum dan mulai melayani kembali seorang yang berada dibelakang Zen dan sedang menunggu gilirannya.


Zen hanya tersenyum saja menjawab perkataan resepsionis cantik itu, dan mulai meninggalkan tempat itu dan menuju kesebuah bangunan besar yang menjulang ke langit untuk memulai petualangannya.


Disisi lain, saat Zen sudah meninggalkan gedung Guild Petualang itu, resepsionis yang membantunya tadi mulai melirik kearah tempat Zen pergi dan mulai bergumam sesuatu.


“Hm... jadi dia si pangeran tanpa cahaya yang dikatakan Ayahku ya...” gumam wanita itu kembali. Namun lamunan wanita itu mulai terhenti setelah seorang mulai mengajaknya untuk mengobrol.


“Halo Nona Mikaela, anda masih cantik seperti biasa” balas pria dengan armor pada tubuhnya.


“Terima kasih atas pujiannya tuan. Lalu ada yang bisa aku bantu” balas wanita bernama Mikaela itu dan mulai melanjutkan pekerjaannya.


.


.


Zen sendiri saat ini mulai berjalan dengan perlahan mengikuti beberapa orang yang juga ingin memasuki Great Dungeon. Kalau dilihat, para petualang yang akan memasuki Great Dungeon memang sudah berjalan bersama dengan kelompoknya untuk memasuki tempat tersebut.


Hal ini berbanding terbalik dengan Zen, karena dirinya berjalan sendiri dan tidak memiliki siapapun untuk menemaninya. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat dari Zen untuk memasuki kedalam area Dungeon dan bertekad menjadi kuat saat memasukinya.

__ADS_1


“Membutuhkan Support Mage!”


“Membutuhkan seorang Tanker untuk menuju lantai 22”


“Dibutuhkan seorang Porter”


Begitulah tulisan – tulisan pada beberapa kertas yang terpampang pada sebuah papan, saat Zen memasuki wilayah Dungeon semakin dalam. Papan – papan itu memang sengaja ditaruh tepat dipinggir jalan, agar dapat dilihat oleh beberapa orang.


Biasanya isi dari papan tersebut untuk mencari beberapa anggota untuk berpetualang bersama memasuki Dungeon. Namun Zen menghiraukan itu semua, karena dia ingin berpetualang sendiri dan juga dia tidak mengenal siapapun untuk menemaninya.


“Kartu petualangmu?” kata seorang pria yang menjaga pintu masuk dari Great Dungeon yang akan dimasuki oleh Zen.


Memang setiap Dungeon akan dikelola oleh Kerajaan dimana Dungeon itu berada. Namun untuk melakukan itu, Pihak Kerajaan akan menugaskan Guild Petualang untuk membantu mereka melakukannya, karena sebagian besar orang yang memasuki Great Dungeon merupakan seorang petualang.


“Ini tuan” balas Zen sambil menyerahkan kartu petualang miliknyanya.


“Rank E dengan rekomendasi” kata pria tersebut sambil menyerahkan kartu petualang Zen kepada orang disebelahnya untuk didata.


Pria yang menerima kartu Zen hanya menatap Zen dengan tatapan yang sedikit meremehkan. Walaupun dia mempunyai rekomendasi, tetapi seorang berlengan satu dan hanya seorang diri memasuki Dungeon seperti akan melakukan bunuh diri saat memasukinya.


Zen mulai menerima kartunya kembali dan mulai melangkah kakinya menuju pintu masuk Great Dungeon. Tetapi saat dia akan tiba di pintu masuk yang besar itu, banyak sekali pedagang yang mulai menghampirinya yang menjajakan beberapa barang seperti Potion, Map, senjata dan sebagainya.


Tentu saja Zen menolak semua barang yang mereka jual, hingga dia akhirnya berhasil memasuki Great Dungeon. Suasana yang cukup mencekam menyambut Zen saat dia menapakkan kakinya pertama kali di wilayah ini.


Dengan bantuan Light Gem pada dinding – dinding jalur yang dimasukinya, Zen mulai memasuki tempat itu semakin dalam. Semakin dalam Zen berjalan, dirinya akhirnya menemukan sebuah tulisan besar yang bertuliskan [Lantai 1].


Ditempat itu masihlah ramai, karena beberapa orang memang masuk kedalam tempat ini bersamaan dengan Zen. Sesaat kemudian, Zen lalu berjalan perlahan dan melihat beberapa orang menuju sebuah tempat yang dimana terdapat sebuah lingkaran sihir ditempat itu.


Dengan menempelkan kartu petualang mereka disebuah mimbar kecil, mereka langsung menghilang dari tempat dimana lingkaran sihir itu berada dan menghilang entah dimana.


“Itu lingkaran teleportasi” kata seorang pria yang berada disebelah Zen secara tiba - tiba.


Tentu saja Zen langsung terkejut dengan keberadaan pria tersebut, karena dia sama sekali tidak bisa merasakan kehadirannya, yang menandakan bahwa pria itu sangatlah kuat.

__ADS_1


“Perkenalkan namaku Gilvani” kata pria itu memperkenalkan dirinya dan tidak menghiraukan Zen yang masih terkejut dengan keberadaannya.


“A-Ah namaku Zen” balas Zen yang membungkuk sedikit membalas perkenalan diri pria tersebut.


Pria bernama Gilvani itu datang bersama seluruh kelompoknya yang lengkap, yang dimana Gilvani tampaknya adalah seorang Swordman karena dia menggunakan Light Armor dengan membawa sebuah pedang pada punggungnya.


“Sepertinya kamu baru memasuki Great Dungeon” kata pria itu kembali setelah melihat Zen yang seakan masih memperhatikan keadaan sekitar saat memasuki tempat ini.


“Ah... iya ini kali pertamaku memasuki tempat ini” balas Zen.


“Bisa lihat kartu petualang milikmu?” tanya pria itu kembali.


Zen tidak tahu mengapa pria didepannya ingin melihat kartu petualang miliknya. Namun Zen memilih untuk menunjukkannya saja kartu petualangnya, karena memang dia merasa pria itu tidak memiliki niat jahat kepadanya.


Gilvani menerima kartu Zen dan menunjukan bagian belakang dari kartu petualang milik Zen dan akan menjelaskan sesuatu kepadanya.


“Lihat tanda ini, tanda ini merupakan tanpa penyelesaian lantai” balas Gilvani sambil menunjukan sebuah tanda yang dibuat oleh resepsionis pada kartu petualang milik Zen tadi.


Dibelakang kartu petualang, terdapat beberapa kolom yang berisi beberapa data. Pada kartu Zen, baru sebuah kolom saja yang berisi sebuah data yang bertulisan [Skadi: 0].


“Skadi merupakan nama dari Great Dungeon pada kerajaan Raven ini dan angka 0 disebelahnya merupakan lantai yang berhasil kamu selesaikan” balas Gilvani sambil menunjukan tulisan yang sedang dirinya jelaskan.


Di setiap lantai Great Dungeon, Guild Petualang mematok sebuah batas untuk para petualang agar bisa menaiki lantai selajutnya. Contohnya pada lantai 1, Zen harus setidaknya membunuh 100 monster yang berada disini, agar bisa naik menuju lantai 2.


Sebenarnya para petualang bisa menghiraukan misi itu dan langsung naik kelantai selanjutnya atau menuju lantai berapapun yang mereka mau. Namun tanda dikartu mereka tidak akan bertambah dan membuat mereka tidak akan bisa menggunakan lingkaran sihir teleportasi dengan leluasa.


Dan juga, melompat atau melewati sebuah lantai sangat tidak direkomendasikan oleh pihak Guild Petualang. Karena berpetualang yang benar adalah melewati proses yang seharusnya untuk dapat meningkatkan kekuatan para petualang dengan perlahan.


“Nah... jika kamu sudah mencapai lantai tertentu, kamu tidak perlu menaiki sebuah jalan untuk naik kelantai selanjutnya, dan hanya harus menempelkan kartumu pada altar lingkaran sihir teleportasi dan kamu akan langsung naik kelantai yang kamu tuju” balas Gilvani.


Walaupun Zen baru mengenal Gilvani, tetapi informasi yang diberikan kepadanya sangat membantunya dan mulai mengerti dengan sistem dari Great Dungeon ini.


“Karena teman sekelompok denganku sudah menunggu, jadi aku akan pergi terlebih dahulu. Ingat berhati – hatilah dan aku akan menunggumu dilantai atas” kata Gilvani yang sudah beranjak meninggalkan Zen.

__ADS_1


“B-Baiklah... dan Terimakasih”


__ADS_2