Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Pengobatan


__ADS_3

Sudah seminggu Zen melakukan pengobatan kepada Kileni, dan hari ini merupakan hari terakhirnya dalam menyembuhkan penyakit yang dialami oleh gadis berusia lima tahun tersebut.


Dengan sudah berada didalam kamarnya, Zen saat ini akan melepaskan semua aliran mana baru yang seminggu lalu dirinya ciptakan pada tubuh Kileni, setelah dirinya memastikan bahwa imun tubuh dari Kileni sudah benar-benar tidak akan menyerang aliran mana aslinya lagi.


“Proses ini akan sangat menyakitkan Kileni, jadi Kakak harap kamu bisa menahannya” balas Zen.


“Baik Kak” balas Kileni yang sudah mempersiapkan mentalnya setelah Zen berkata seperti itu.


Seminggu yang lalu, Zen berhasil menciptakan sebuah aliran baru menggunakan bunga salju yang sudah didapatkan oleh Lucas. Dengan mengekstrak kelopak bunganya dengan sebuah cara yang dirinya ketahui, akhirnya Zen mulai mengimplementasikan ekstrak tersebut menjadi sebuah aliran baru menggunakan getah dari batang bunga salju.


Pembuatan aliran mana baru memang memakan waktu satu hari penuh yang sangat melelahkan, namun hasilnya terbayarkan setelah seminggu kemudian setelah apa yang dirinya lakukan itu membuahkan hasil.


“Untuk kalian, pastikan dirinya tidak bergerak, karena seperti yang kubilang barusan bahwa apa yang akan aku lakukan akan sangat menyakitkan bagi Kileni” ucap Zen kepada seluruh party dari Lucas yang berada didalam kamar dari Kileni untuk melihat proses penyembuhan dirinya.


Memang anggota party dari Lucas yaitu Karl juga ikut datang menuju kediaman dari Lucas sehari setelah kedatangan Zen. Dan saat ini dirinya juga sudah bersiap bersama Lenneth, Lucas, Meso dan Mira berada di setiap sisi tubuh dari Kileni.


“Kalian siap?” tanya Zen kemudian dan dibalas anggukan dari kelima orang tersebut.


Zen lalu menatap Kileni kemudian dan melihat gadis kecil itu sudah mengangguk, yang menandakan dirinya bersiap melakukan proses selanjutnya dari penyembuhan yang akan dilakukan oleh Zen.


Memang Zen sudah memberitahukan proses ini kepada mereka semua dan mereka menyetujui proses ini, asalkan Kileni bisa sembuh dan dapat hidup seperti orang normal pada umumnya. Walaupun Lenneth sempat menolak pada awalnya, namun Kileni bersikeras agar prosedur yang dilakukan Zen itu terus dilanjutkan.


“Baiklah, ini dia” ucap Zen.


Perlahan Zen sudah mengubah tangannya menjadi bercahaya. Sesaat kemudian Zen langsung menusukan tangannya tepat kedalam perut dari Kileni. Kileni belum merasakan apapun saat ini, karena Zen baru saja menembuskan seluruh telapak tangannya kedalam perut dari Kileni.


Namun sesaat kemudian, Kileni langsung berteriak kesakitan karena proses selanjutnya sudah dimulai oleh Zen. Lenneth yang memegang kepala dari Kileni berusaha dengan keras untuk menenangkan putrinya termasuk keempat anggota party miliknya yang lain yang mencoba menahan tubuh dari Kileni yang mulai berontak.

__ADS_1


“Tahanlah sayang, sebentar lagi kamu akan sembuh” ucap Lenneth yang sebenarnya sudah tidak tega melihat putrinya kesakitan seperti itu.


Zen tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi, namun memfokuskan dirinya dalam melepaskan semua aliran mana yang seminggu lalu dirinya buat, untuk mengeluarkannya dari tubuh milik Kileni.


Memang saat memasangnya, Kileni tidak akan merasakan apapun karena Zen hanya memasangkannya saja. Namun berbeda saat ingin melepaskannya, karena Zen harus memutuskan seluruh aliran mananya dari seluruh jalur dan sel-sel yang berada ditubuh Kileni.


“Bisakah dipercepat Zen?” ucap Mira kemudian yang juga merasa tidak tega melihat Kileni seperti itu.


Namun Zen menghiraukan perkataan mereka dan memfokuskan dirinya untuk terus melepaskan seluruh aliran mana yang pernah dirinya buat. Satu menit, dua menit, empat menit, delapan menit hingga saat ini 30 menit sudah berlalu.


Tetapi apa yang dilakukan oleh Zen tak kunjung usai, dan teriakan dari Kileni juga tak kunjung reda. Namun perlahan Zen sudah menarik keluar tangannya sedikit demi sedikit dan bisa terlihat sebuah aliran berwarna biru sudah berada pada genggamannya.


“Apa yang akan aku lakukan selanjutnya akan sangat amat menyakitkan. Jadi pastikan dirinya jangan bergerak sedikitpun” teriak Zen dan mendapatkan anggukan oleh seluruh orang yang membantunya.


“Baiklah Zen” Ucap Lucas yang sepenuhnya mempercayai apa yang dilakukan oleh Zen.


Walaupun apa yang dilakukan oleh Zen adalah menduplikasi aliran mananya, tetapi tahap yang dilakukan olehnya dan apa yang tertera pada buku yang dibaca oleh Lucas bisa dikatakan adalah sama. Jadi mau putrinya kehilangan semua mananya dengan pengobatan standard, maupun pengobatan yang dilakukan oleh Zen yang baru dirinya ketahui, metodenya bisa dibilang sama karena dirinya harus melepaskan sebuah aliran mana.


“AHHHHHHHHHHHH”


Teriak Kileni semakin kencang saat Zen sedikit demi sedikit melepaskan seluruh aliran mana buatannya yang dirinya buat di seluruh tubuhnya. Sedikit demi sedikit, akhirnya apa yang dilakukan Zen itu sudah mencapai garis akhir.


Hingga akhirnya tangan Zen yang bercahaya itu mulai keluar sepenuhnya dari perut dari Kileni, setelah dirinya memastikan seluruh aliran mana yang pernah dirinya buat sudah terlepas seluruhnya dari tubuh dari gadis kecil tersebut.


Teriakan Kileni juga sudah mereda karena dirinya saat ini sudah jatuh pingsan. Tentu Lenneth yang terlihat air matanya terus mengalir sedari tadi cukup lega bahwa kegiatan yang membuat putrinya tersiksa akhirnya berakhir.


“Hahh... melepaskannya membutuhkan konsentrasi penuh” ucap Zen yang tiba-tiba saja terduduk pada tempatnya, karena memang mananya sudah terkuras habis.

__ADS_1


“A-Apakah berhasil Zen?” tanya Lucas kemudian yang melihat putrinya sedang pingsan di atas kasurnya.


“Sabar, biarkan aku memeriksanya” ucap Zen yang mulai bangkit dan meminum mana potion miliknya.


Zen lalu mengeluarkan smartphone miliknya lalu menscan tubuh dari Kileni, dan melihat apakah yang dirinya lakukan itu berhasil atau tidak. Namun setelah dirinya melakukan itu, senyum mulai terukir diwajahnya.


“Miringkan tubuhnya” ucap Zen kemudian setelah memasukan kembali smartphone miliknya kedalam kantong calananya.


Tentu Lucas dan beberapa orang mulai melakukan apa yang diminta oleh Zen. Zen lalu menaruh sebuah ember tepat di samping tempat tidur dimana Kileni berada, lalu setelah melihat tubuhnya sudah miring, Zen menempelkan tangannya yang sudah dibalut elemen cahaya pada punggung dari Kileni.


“UEEEKKkkkkkk”


Dan begitulah banyaknya cairan muntahan keluar dari mulut Kileni. Kileni banyak sekali mengeluarkan cairan tersebut yang merupakan hasil ekstrak dan getah bunga salju yang digunakan untuk membuat aliran mana palsunya dulu.


“Hm... keluarkan semua oke...” ucap Zen sambil menepuk-nepuk punggung dari Kileni.


Lenneth juga hanya memegangi ember yang ditaruh Zen tadi semakin mendekat kearah Kileni, hingga muntahannya itu berhenti dan membuat Kileni sudah terbaring di atas tempat tidurnya kembali.


“Apakah kamu baik-baik saja sayang?” tanya Lenneth kemudian.


“Aku baik baik saja Mah” ucap Kileni dengan lemas.


“Lalu apakah kamu ing-” namun perkataan Lenneth terhenti setelah dirinya merasakan sesuatu.


Bukan hanya Lenneth yang bisa merasakannya, bahkan seluruh anggota partynya juga bisa merasakannya, karena dahulu Kileni tidak bisa menggunakan apa yang mereka sedang rasakan saat ini.


“A-Akhirnya kamu bisa menggunakan Mana”

__ADS_1


__ADS_2