
Zen sudah keluar dari penginapan yang dimiliki oleh Mira saat ini. Memang dirinya menginap di sana secara gratis, apalagi setelah dirinya menyembuhkan Kileni sebelumnya. Apalagi saat ini Zen saat ini sudah menitipkan Tina di sana agar dirinya bisa mengambil misi yang diberikan kepadanya dari Guild Petualang.
Saat ini Zen yang sudah menggunakan peralatan tempurnya sudah tiba di Guild Petualang. Tentu saat ini dirinya sangat terkenal karena dirinya merupakan seorang petualang yang berpetualang didalam Dungeon seorang diri, dan saat ini sedang ditatap oleh beberapa pihak yang sedang dilewati olehnya.
“Selamat datang Zen” ucap Mikaela yang menyambut Zen yang baru tiba pada bangunan dari Guild Petualang itu.
Memang waktu pertemuan mereka sebenarnya belum dimulai, tetapi sepertinya dua buah party tingkat A yang akan mengambil misi bersamanya sudah tiba, dan saat ini sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu bersama.
“Halo Mikaela” jawab Zen yang menyapa gadis cantik tersebut.
“Baiklah, karena semua sudah berkumpul mari kita mulai penjelasan singkat tentang misi yang akan kalian lakukan” ucap Mikaela.
Sebelum itu memang mereka saling memperkenalkan diri mereka masing-masing. Pertama Kelompok party yang bernama Party Elephant, dipimpin oleh pria bernama Henas yang merupakan seorang Tanker.
Lalu kelompok kedua bernama One Life, yang dipimpin oleh seorang wanita bernama Diane yang merupakan seorang Mage. Zen sendiri memperkenalkan dirinya seperti biasa, namun sepertinya karena dirinya cukup dikenal, jadi beberapa dari mereka sempat melontarkan sebuah candaan saat dirinya memperkenalkan dirinya.
“Baiklah, beberapa hari yang lalu, beberapa mata-mata dari Guild Petualang dengan sengaja membuat dirinya dijarah oleh kelompok tersebut. Dan hasilnya barang yang mereka jarah dan sudah dipasangi dengan gem pelacak sekarang sepertinya berada pada markas mereka” ucap Mikaela.
Mendengar hal itu, tentu Zen sangat terkejut bahwa dirinya tidak menyangka teknologi dari dunia ini sudah sangat semaju itu, bahkan saat ini Guild Petualang memasangkan sebuah pelacak yang terbuat dari sebuah Gem.
“Lalu mereka saat ini berada disini” ucap Mikaela yang sudah meletakan sebuah map di atas sebuah meja tempat mereka sedang rapat, dan menyinari sebuah Gem dan Gem tersebut menunjukan sebuah tempat dimana lokasi dari gem pelacak itu berada.
“Disini. Lantai 22” ucap Mikaela kemudian sambil menunjuk peta tersebut.
“Hm... apa anda yakin itu merupakan markas utamanya Nona Mikaela, karena setahu kami markas dari kelompok tersebut sangatlah banyak” tanya Diane kemudian.
__ADS_1
“Pihak Guild Petualang sudah memastikan bahwa lokasi yang kalian lihat saat ini merupakan markas utama dari kelompok tersebut.” Balas Mikaela.
“Lalu, bagaiman dengan kekuatan tempur mereka?” tanya Henas kemudian.
“Untuk kekuatan, beberapa dari mereka memiliki level dengan rata-rata 50 sampai 60 single stats. Namun untuk petinggi dari organisasi tersebut, dipastikan salah satu dari mereka memiliki level 80 single stats” balas Mikaela.
Tentu mendengar informasi yang didengar oleh Mikhaela, Zen cukup percaya diri untuk melawan mereka, karena dirinya sendiri saat ini sudah berlevel 40 dengan status All Stats. Jadi baginya melawan mereka akan cukup mudah
“Apakah data ini Valid?” tanya Diane memastikan. Karena dirinya tidak mau terjerumus didalam sebuah misi yang akan mencelakai dirinya beserta anggota kelompoknya, karena ketidak validan sebuah informasi.
“Guild Petualang memastikan dengan pasti data yang kami berikan saat ini adalah Valid” ucap Mikaela meyakinkan mereka.
“Karena Diane memiliki Double stats dengan level 62, lalu Zen memiliki Double stats dengan level 40 dan diriku mempunyai level 89 Single stats, jadi bisa dikatakan misi ini akan mudah” ucap Henas kemudian.
“Ya.. apalagi anggota party milikku dan party milikmu memiliki kekuatan sebesar level 60 – 70 single stats. Jadi jika informasi yang Nona Mikalea berikan adalah benar, hal itu akan mudah” balas Diane kemudian.
Memang jika menurut kekuatan, kelompok yang akan membasmi kelompok kejahatan itu akan menang telak. Tetapi Zen pernah melawan orang yang sebenarnya kekuatannya sangat dibawah dari dirinya, namun dirinya hampir tewas dahulu karena meremehkannya.
“Ya... Tuan Zen benar. Kita harus berhati-hati dan tetap waspada” balas Diane.
“Yap... dan bisakah anda berhenti memanggil saya dengan sebutan Tuan. Lebih baik anda memanggil saya dengan Zen saja, karena lebih nyaman mendengarkannya” balas Zen.
“Maaf Tuan Zen, tetapi sudah kebiasaan” balas Diane kemudian.
Akhirnya setelah pertemuan tentang informasi misi yang akan mereka ambil, kelompok tersebut akhirnya sudah beranjak dari sana dan akan memasuki Great Dungeon saat ini. Dengan memilih Diane sebagai pemimpin mereka, akhirnya mereka sudah meninggalkan Guild Petualang.
__ADS_1
“Kalau begitu aku akan meminum teh sejenak baru aku akan menyusul kalian” ucap Zen dan dibalas anggukan oleh seluruh kelompok yang mengambil misi yang sama dengannya.
Memang untuk menghindari kecurigaan, saat ini semua kelompok yang akan menuju lokasi tempat misi mereka berada, akan pergi secara terpisah. Dimana Zen akan berjalan memasuki Great Dungeon paling akhir dari kedua kelompok tersebut dan lebih memilih untuk menuju kedai minuman sejenak.
“Haa.. sudah lama aku tidak minum teh” gumam Zen yang sedang menikmati secangkir teh yang dipesannya, sambil memperhatikan jalanan dari beberapa petualang yang akan menuju sebuah Great Dungeon.
Karena dirinya cukup dikenal, memang beberapa petualang akan menyapa Zen dengan ramah. Karena memang sangat susah berpetualang sendirian didalam sebuah Great Dungeon. Bahkan bukan saja berpetualang sendirian, Zen juga melawan mini bos dan bos lantai tanpa ada kelompok yang bersamanya.
“Halo.. Tuan. Bukankah anda Tuan Zen Gwillyn?” sapa seorang pria yang terlihat berumur 30 tahunan menyapa Zen.
“Benar, nama saya Zen Gwillyn” balas Zen.
“Ah... perkenalkan saya Gerald Arma petualang Rank SS” ucap pria tersebut.
Mendengar itu, Zen langsung membulatkan matanya karena ini pertama kalinya melihat salah satu petualang Rank SS yang jumlahnya diduniya ini hanya 12 orang saja. Tentu Zen merasa terhormat bertemu dengannya dan menyapa pria itu sesopan mungkin.
“Sudahlah, lagipula sepertinya anda akan menjadi seperti saya sebentar lagi” ucapnya.
“Itu akan lama Tuan, dan silahkan duduk” ucap Zen yang mempersilahkan pria itu untuk duduk dihadapannya.
Ya.. Zen bisa merasakan kekuatan yang besar dari pria yang saat ini duduk dihadapannya, karena memang aura yang dikeluarkannya cukup membuat Zen tercengang, karena aura itu bisa menunjukan seberapa kuatnya pria yang saat ini duduk dihadapannya.
“Lalu Tuan Zen, apakah anda tahu tentang kelompok pengambil alih?” ucap pria itu.
Tentu Zen mengetahui kelompok tersebut, karena kelompok tersebut merupakan kelompok yang akan berpetualang bersama untuk menaklukan lantai paling atas yang belum pernah ditaklukan oleh siapapun saat ini.
__ADS_1
Great Dungeon Skadi saat ini hanya berhasil dieksplorasi hingga lantai 51 dari 100 lantai yang terdapat dari Great Dungeon tersebut, karena memang setiap lantai dari Great Dungeon semakin susah untuk ditaklukkan.
“Lalu ada keperluan apa Tuan menemui diriku?”