Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Sehat


__ADS_3

Yui dan Tina saat ini masih berada diluar kamar dari tempat Kileni menjalani pengobatannya. Namun sedari tadi mereka terus mendengar teriakan tak kunjung berhenti. Sudah tiga puluh menit mereka mendengarkan teriakan dari Kileni dan saat ini akhirnya teriakan itu mulai berakhir.


“Apakah Kileni akan baik-baik saja?” gumam Yui yang sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.


Memang hubungan persahabatan Yui dan Kileni sudah semakin dekat. Sehingga Yui saat ini sangat mengkhawatirkan kondisi sahabatnya itu. Namun dirinya bisa sedikit tenang, karena dia tahu Kakaknya yang sedang merawat Kileni tidak pernah melakukan hal apapun yang membuatnya kecewa.


Jadi Yui yakin, sahabatnya itu akan sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa, karena dirinya yakin Kakaknya bisa menyembuhkannya.


“Kakak yakin dirinya akan sembuh Yui” ucap Tina yang menyemangati adiknya tersebut.


Hubungan mereka juga semakin berkembang, yang dimana Yui sudah terbiasa dengan keberadaan Tina yang merupakan Kakaknya. Cukup senang memang memiliki Kakak yang usianya tidak terpaut sangat jauh darinya, jadi dirinya cukup senang berinteraksi dengan Tina.


“Aku tahu Kak” ucap Yui kemudian.


Tina seminggu ini ternyata melakukan pelatihan yang sangat serius dari anggota party milik Lucas. Dirinya memang diajari tehnik dasar dalam bertarung, karena menurut mereka itu akan penting baginya dalam menemani Zen berpetualang.


Zen sendiri saat ini juga kadang-kadang berlatih, namun dirinya disibukan dengan terus mengawasi kondisi dari Kileni dan akhirnya apa yang dirinya lakukan sudah berhasil dilakukannya, karena saat ini pintu kamar Kileni sudah terbuka.


“Biarkan dirinya beristirahat, dan aku akan memeriksa dirinya saat dia siuman kembali” ucap Zen yang memimpin lima orang anggota party dari Lucas untuk keluar dari kamar Kileni.


“Apakah Kileni akan baik-baik saja Kak?” Namun saat Zen sudah mengambil langkahnya keluar dari kamar Kileni, Yui dengan cepat langsung menghampirinya.


“Untuk saat ini dia baik-baik saja. Tetapi butuh dirinya siuman agar Kakak bisa memeriksanya kembali” balas Zen sambil menepuk ringan kepala dari Yui.

__ADS_1


Memang Kileni kembali pingsan setelah dirinya memuntahkan berbagai cairan yang dulu Zen gunakan sebagai bahan pembuat aliran mana. Karena Zen sudah memastikan bahwa kondisi Kileni sudah membaik dan beberapa orang juga bisa merasakan aliran mananya bekerja dengan semestinya, akhirnya Zen memutuskan untuk membiarkan Kileni untuk beristirahat.


“Baiklah, mari kita pindah menuju ruang keluarga” ucap Lenneth sambil menutup pintu kamar putrinya dan membimbing semua orang yang berada di sana menuju ruang keluarga kediamannya.


Semua orang yang mendengar perkataan Lenneth akhirnya mulai mengikutinya menuju ruang keluarga yang berada dikediaman megahnya ini. Beberapa orang sudah duduk ditempat mereka masing-masing, termasuk Zen yang sudah menyandarkan dirinya pada kursi yang dia duduki.


“Terima kasih Zen, aku tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk membayar semua apa yang kamu lakukan kepada putri kami” ucap Lenneth kemudian.


Lenneth sangat tulus berkata seperti itu, karena ini pertama kalinya dirinya merasa senang karena bisa merasakan aliran mana yang mulus dari tubuh putrinya. Biasanya karena imun tubuh putrinya menyerang mananya, aliran mana yang dirasakan Lenneth beserta yang lainnya sangatlah lemah.


Namun saat Zen menyelesaikan penyembuhan dari Kileni, dirinya bisa merasakan aliran mana yang deras yang mengalir dengan mulus pada seluruh tubuh dari Kileni dan membuat perasaannya cukup bercampur aduk.


“Sama-sama Bibi, tetapi aku harus memastikan kembali apakah benar tidak ada efek samping dari apa yang aku lakukan tadi” ucap Zen yang mulai menanggapi perkataan Lenneth.


“Ingat Zen, jika kamu membutuhkan apapun, aku dengan senang hati membantumu. Bahkan kamu bisa menginap di penginapanku secara gratis seumur hidupmu” ucap Mira kemudian.


“Terima kasih Mira” ucap Zen kemudian.


“Ya... kamu bisa mengatakan apa yang kamu butuhkan, dan kami akan mengusahakan permintaanmu itu untuk dipenuhi” ucap Meso melanjutkan perkataan Tunangannya.


Zen sangat senang saat ini, karena apa yang dirinya lakukan saat ini membuahkan sebuah hasil yang sudah dirinya harapkan. Dengan membantu seseorang dengan tulus, dipastikan orang-orang tersebut akan membayar dirinya berkali-kali lipat.


“Terima kasih semuanya. Cukup senang mengetahui bahwa ada orang yang akan aku jadikan pijakan saat pijakan milikku hancur nanti” ucap Zen dengan tulus.

__ADS_1


“Sudahlah, lebih baik Lenneth dan Mira mempersiapkan makan siang untuk kita, karena memang cukup melelahkan proses yang kita lakukan tadi, terlebih lagi apa yang dirasakan oleh Zen” ucap Lucas.


“Benar, cepatlah buatkan kami makanan, aku sudah sangat kelaparan saat ini” balas Karl kemudian yang sudah berekspresi secara berlebihan untuk mengatakan dirinya sudah lapar.


“Iya Bibi... Yui juga sudah lapar” ucap Yui bersemangat menimpali ucapan dari Karl setelah mendengar kata makan.


Walaupun sebenarnya Yui sangat ingin memakan masakan Kakaknya, tetapi Yui tentu tidak ingin meminta Kakaknya saat ini untuk memasak karena memang bisa terlihat Zen cukup melelahkan setelah melakukan prosedur yang sangat amat rumit tadi.


“Oke... kalian tunggulah disini. Walaupun masakan kami tidak akan seenak masakan Zen, tetapi kami akan menyajikan makanan yang enak” ucap Mira yang sudah menyeret Lenneth untuk ikut dengannya menuju dapur dari kediaman ini.


“A-Aku juga ingin membantu” ucap Tina kemudian, yang buru-buru menyusul kedua orang tersebut.


Memang walaupun Tina merupakan seorang pendiam, dirinya juga cukup akrab dengan orang-orang yang berada disini. Terlebih lagi, Lenneth dengan terang-terangan menganggapnya sebagai putrinya dan membuat dirinya merasa nyaman.


Perasaan yang sudah lama dirinya tidak rasakan cukup membuat Tina senang untuk mendapatkannya. Apalagi tidak ada yang menghalanginya bersikap seperti seorang anak yang ingin merasakan kasih sayang sebuah keluarga.


“Baiklah.. Ayo Tina kita menuju dapur bersama” ucap Lenneth yang menunjukan gestur memanggil Tina agar mengikuti dirinya.


Ketiga orang itu sudah pergi, yang dimana ditempat itu terisa hanya para lelaki dan Yui yang duduk dipangkuan dari Zen. Zen masih menikmati dirinya bersantai ditempat itu, karena memang dirinya berusaha mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat kelelahan.


“Lalu, apakah kamu akan kembali menuju Great Dungeon lagi Zen?” tanya Lucas kemudian.


“Sepertinya. Karena kekuatanku saat ini masihlah sangat lemah” ucap Zen.

__ADS_1


Zen memang akan terus membuat dirinya menjadi kuat, agar bisa terhindar dari marah bahaya yang akan mendatanginya kelak. Terlebih lagi, karena Karl yang merupakan salah satu anggota party dari Lucas merupakan salah satu eksekutif Guild Petualang pada kerajaan Sylvan, Zen mendapatkan berbagai informasi tentang pergerakan kerajaan Heilight yang semakin intens dalam mencari informasi tentang dirinya.


“Ya... jadilah kuat, agar tidak ada yang berani mencari masalah dengan dirimu Zen”


__ADS_2