Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Hidup Seorang Petualang


__ADS_3

Zen saat ini sudah berdiri dan mengantri pada barisannya menuju resepsionis dari Guild Petualang tempatnya berkerja. Dengan sabar, Zen mulai mengikuti langkah per langkah barisannya untuk maju kedepan.


“Cepat seperti biasanya Zen” kata seorang wanita kepada Zen, saat dirinya sudah sampai diujung antrian tersebut.


“Aku hanya beruntung karena sudah memiliki bahannya” kata Zen sambil menyerahkan kertas quest yang sudah ditandatangani oleh orang yang membutuhkan jasanya kepada Meli yang berada didepannya.


“Kalau terus begini, peringkatmu tidak lama lagi akan meningkat lagi Zen” balas Meli saat mengambil kartu petualang dari Zen.


Zen saat ini sudah menjadi petualang berperingkat E, yang dimana peringkatnya naik beberapa hari yang lalu. Memang peningkatan Zen sangat cepat, karena selain mendapatkan permintaan eklusif, Zen juga mengambil beberapa permintaan lainnya.


“Masih sangat jauh Meli” kata Zen yang melihat poin yang dia kumpulkan baru sebanyak 50 dari 1000 poin yang harus dia kumpulkan untuk meningkatkan peringkatnya menjadi petualang dengan peringkat D.


“Lalu, kamu ingin mengambil misi yang lain?” tanya Meli.


“Begitulah, karena hari masih siang sebaiknya aku mengambil beberapa misi lagi” kata Zen.


Meli hanya tersenyum saja mendengar perkataan Zen tersebut, dan mulai mengeluarkan beberapa koin perunggu dan memberikannya kepada Zen, yang merupakan upah minimum dari peringkatnya setelah dirinya menyelesaikan misinya.


Zen lalu berterima kasih kepada Meli dan mengambil koin yang diberikan olehnya lalu pergi menuju sebuah papan yang menyediakan berbagai misi untuk dirinya. Setelah menemukan misi yang cocok, Zen lalu menyerahkannya kembali kepada Meli untuk disahkan dan mulai beranjak dari sana untuk menyelesaikan misinya itu.


Meli hanya tersenyum saja melihat Zen yang sudah menghilang dari pandangannya setelah mengambil permintaan yang akan dikerjakannya. Setelah melihat kepergiannya, akhirnya Meli mulai melanjutkan tugasnya untuk melayani beberapa petualang yang sudah menyelesaikan misinya, maupun mengambil misi yang baru.


“Selamat datang di Guild Petualang, ada yang bisa saya bantu?” tanya Meli sopan kepada orang yang sudah berada dihadapannya.


“Maafkan saya nona, tapi kami sedang mencari pangeran kerajaan Heilight, Zen Heilight ditempat ini” kata seorang pria yang menggunakan pakaian prajurit dari sebuah kerajaan menjawab pertanyaan dari Meli.


.


.

__ADS_1


Zen yang tidak mengetahui bahwa beberapa orang sedang mencarinya saat ini, hanya melakukan misinya dengan sangat serius. Yang dimana Zen saat ini sudah duduk disebuah teras didepan rumah yang sederhana dipinggiran kota Pavel, yang merupakan pemilik dari orang yang meminta bantuannya setelah dirinya menyelesaikan tugasnya.


“Ini silahkan anak muda” kata seorang wanita paru baya yang sudah menyajikan Zen secangkir teh.


“Terimakasih Nenek” balas Zen sopan, dan mulai meminum isi dari cangkir yang sudah dihidangkan kepadanya.


“Untunglah kamu cepat datang, kalau tidak ternak ayam kami akan terus dimangsa oleh para anjing liar yang berada disini” balas nenek itu yang mulai duduk dihadapan Zen, dan menemaninya untuk minum teh.


“Sama – sama nenek, lagipula anda menyewa jasaku, jadi aku harus menyelesaikan permasalahan yang anda hadapi” balas Zen.


Misi yang diambil Zen sangat sederhana, dimana dia harus memburu anjing liar yang memangsa ternak ayam yang dimiliki oleh sepasang suami istri yang sudah berumur.


Zen dengan cepat menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan memburu lebih dari 6 ekor anjing liar dan berhasil membunuh mereka dan menyelesaikan misinya dengan sangat cepat.


“Ini bawalah untuk kamu masak” kata seorang pria paru baya yang tiba – tiba saja muncul di teras tempat Zen dan nenek yang dia ajak bicara berada.


“Bukankah Kakek sudah membayar saya. Jadi Kakek tidak perlu memberikan apapun lagi kepadaku” kata Zen yang menolak dengan halus pemberian dari pria paru baya tersebut.


“Ambilah... kudengar kamu mempunyai adik yang suka makan, jadi masaklah ini untuknya oke” kata pria paru baya tersebut memaksa Zen untuk mengambil barang pemberiannya.


Memang Zen berburu para anjing liar itu bersama Kakek yang memberikannya telur dan daging ayam tersebut. Sehingga saat mereka sedang berburu tadi, mereka sering mengobrol dan membuat Kakek itu mulai mengenal sedikit tentang Zen.


“Ya... Lagipula jika cuma segitu tidak akan membuat kami rugi... Jadi Ambilah” kata nenek yang berada didepan Zen.


“Baiklah, terimakasih Kek” kata Zen yang memasukan barang yang dihadiahi untuknya kedalam store gem miliknya.


Zen mulai mengobrol ringan dengan pasangan paru baya tersebut, hingga Zen memutuskan untuk berpamitan kepada mereka karena hari mulai sore. Zen harus menjemput Yui dikediaman Lexi, dan mungkin memasak makan malam untuk mereka, jadi dirinya harus kembali saat ini.


Dengan berterimakasih sekali lagi kepada pasangan yang sangat ramah kepadanya, akhirnya Zen mulai meninggalkan rumah dari pasangan yang memberikannya misi dan mulai berjalan dengan perlahan menuju Guild Petualang.

__ADS_1


Zen berjalan perlahan mengikuti hiruk pikuk dari jalanan kota ini, hingga dia tidak sengaja menabrak seorang yang sedang membawa beberapa barang, dan menumpahkan semua barang bawaannya kebawah tanah.


“Maafkan saya tuan” kata seseorang dengan suara wanita yang menabraknya tadi.


Zen tidak menjawab, tetapi membantu mengambilkan barang bawaan dari wanita yang terjatuh itu dan mengembalikan kepadanya. Anehnya, Wanita yang sedang ditolong oleh Zen itu dengan gesture yang ketakutan mulai mengambil barangnya yang berada di Zen dan tidak lupa untuk berterima kasih kepadanya.


“B-Baju anda t-tuan” katanya gugup, karena barang – barang yang dibawanya membuat noda pada baju dari Zen.


Zen perlahan melihat pakaian yang dia kenakan dan terdapat sebuah bekas noda dari beberapa buah – buahan hancur yang menempel pada bajunya.


“Sudahlah tidak apa – apa, kamu bisa melanjutkan perjalananmu menuju majikanmu” kata Zen sambil tersenyum kepada wanita yang mengenakan sebuah kalung rantai pada lehernya.


“T-Terima kasih tuan” balasnya sambil membungkuk dan mulai beranjak dari sana.


Beberapa orang memperhatikan perilaku Zen dengan tatapan yang aneh. Karena menurut mereka, tidak sepatutnya seseorang menolong wanita yang ditabrak oleh Zen tadi, karena status yang dimilikinya.


“Hahh... mengapa ada perbudakan di dunia ini” gumam Zen dan mulai beranjak dari sana dan tidak menghiraukan tatapan orang – orang yang berada di sana.


Langkah Zen akhirnya tiba di Guild Petualang dan dia mulai melaporkan hasil misi yang sudah diselesaikannya. Karena hari yang sudah mulai sore, antrian pada tempat ini juga semakin ramai, jadi dibutuhkan waktu ekstra untuk melaporkan hasil kerjanya.


“Oh... Zen kamu sudah tiba” kata seorang wanita yang selalu dicari Zen saat dirinya ingin berurusan dengan Guild Petualang.


Memang Meli merupakan temannya di kota ini, selain party dari Bennard. Bahkan Meli sering bermain bersama Yui dan mengajaknya berkeliling kota saat dirinya sedang libur. Bahkan Zen mengetahui bahwa Meli sudah mempunyai seorang tunangan di Ibukota karena mereka memang sudah sangat dekat seperti sahabat.


“Iya... misiku tidak terlalu susah, jadi aku bisa menyelesaikannya dengan cepat” kata Zen yang sudah memberikan kertas misinya yang sudah ditandatangani.


“Oke... mana kartu petualangmu...” kata Meli yang meminta kartu petualang Zen.


Zen lalu memberikan kartu petualangnya dan menunggu proses yang sedang dilakukan oleh Meli, hingga Meli menyerahkannya kartunya kembai beserta beberapa koin perunggu hasil menyelesaikan misinya.

__ADS_1


“Ah iya Zen, besok kamu diminta untuk datang dan bertemu dengan Ketua Guild Petualang Kota Pavel”


__ADS_2