Kehidupan Aneh Yang Kujalani

Kehidupan Aneh Yang Kujalani
Masuk Lebih Dalam


__ADS_3

Seorang pria berlengan satu yang berpetualang sendiri, saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat didalam dungeon tempatnya sedang berburu. Hal ini disebabkan karena dia melukai beberapa orang.


Tentu saja berita tentang dirinya sangat hangat. Dikarenakan kelompok orang yang dia lukai tersebut, merupakan salah satu kelompok yang sangat susah dibersihkan perilaku kejahatan mereka oleh pihak Guild Petualang.


“Terima kasih atas keterangan anda tuan Zen” kata seorang utusan Guild Petualang yang menemui pria berlengan satu tersebut di sebuah Safe Zone lantai 4.


“Ya... mereka menyerang diriku terlebih dahulu, jadi aku hanya membela diri” balas pria yang ternyata merupakan Zen.


Zen sebelumnya sedang asik berburu dan meningkatkan kekuatannya ditempat ini. Namun saat dirinya sedang asik melawan monster, tiba – tiba saja sebuah kelompok orang langsung menyerangnya.


Tentu saja Zen menghalau serangan mereka semua, dan tidak menyadari bahwa kelompok yang menyerangnya itu merupakan sekelompok orang yang berasal dari organisasi jahat dan mereka merupakan sebuah penjarah berbagai petualang yang memasuki Dungeon ini.


“Kalau begitu kami yang akan menyelesaikan permasalahan ini dan membawa kelompok ini menuju keluar dan diadili” kata staf guild petualang tersebut dan dibalas anggukan oleh Zen dan setelah itu dirinya melihat sekelompok orang yang menyerangnya tadi sudah dibawa oleh beberapa orang.


“Wah kamu sangat kuat tuan” namun saat pihak Guild Petualang sudah membawa para kriminal tersebut pergi dari sana, beberapa petualang yang asik menyaksikan kejadian tadi mulai mengerumuni Zen.


“Iya, apalagi mereka berasal dari kelompok bernama Skull” balas satu orang lagi.


Zen saat ini memang sudah berada di safe zone lantai empat, dimana beberapa orang yang mendekatinya saat ini merupakan orang yang mengikutinya dari tempat kejadian, bahkan membantu Zen membawa tubuh para kriminal yang menyerangnya tadi ketempat ini.


“Terima kasih... kalau begitu aku akan melanjutkan perjalananku kalau begitu” balas Zen yang ingin segera meninggalkan tempat tersebut.


Mendengar itu, beberapa dari mereka memang meminta Zen untuk bergabung didalam party mereka. Namun Zen menolak ajakan mereka semua, karena Zen tahu mereka hanya akan memanfaatkannya dirinya saja untuk dapat melewati lantai 4 ini.


Pada lantai 4, Zen diwajibkan untuk membunuh 250 monster yang berada dilantai ini untuk bisa memasuki lantai selanjutnya yaitu lokasi dari sebuah mini bos.


Beberapa orang yang mengajak Zen tadi, memang sekumpulan orang yang dijuluki sebagai parasit, yang dimana mereka akan memanfaatkan beberapa petualang bodoh dan tidak berpengalaman tetapi sangat kuat untuk kepentingan mereka menjalani tes yang diberikan di setiap lantai.

__ADS_1


Hal ini Zen ketahui dari beberapa orang baik yang dia ajak mengobrol saat memasuki beberapa safe Zone dan memberikan beberapa wejangan dalam berpetualang. Setelah mendengarnya, Zen akhirnya memutuskan untuk berpetualang sendiri dan mungkin menemukan sebuah party yang cook untuknya dimasa depan.


Tidak dipungkiri, bahwa monster di setiap lantai akan selalu berbeda kekuatannya mengikuti tingkat lantai yang dimasuki. Seperti jika semakin tinggi lantai yang dimasuki para petualang, makan semakin susah juga monster yang akan dilawan.


Jadi mau tidak mau, Zen tidak bisa terus berpetualang sendirian. Jadi dirinya memutuskan untuk mencari orang yang tepat untuk berpetualang bersamanya memasuki sebuah Great Dungeon dimasa depan.


“Kalau begitu, aku pergi dulu” balas Zen yang menolak semua permintaan dari beberapa orang yang mengerumuninya dan akan beranjak dari sana untuk melanjutkan tugasnya.


Sudah lima hari Zen berada didalam great dungeon, dimana saat ini dia bisa dengan cepat hampir memasuki tempat mini bos pertamanya pada great dungeon ini.


Rencananya, Zen ingin dengan cepat menyelesaikan tingkatan lantai 4 ini dengan membantai berapa ratus monster lagi dan beristirahat lalu keesokan harinya dia akan memasuki ruangan mini bos untuk menantangnya.


"Ya... aku harus menyelesaikannya hari ini"


.


.


“Apakah belum ada kabar apapun dari orang yang kita kirim?” tanya seseorang yang duduk pada singgasananya yang berada di ruangan tersebut.


“Belum Yang Mulia. Karena informasi yang kami dapatkan dari pihak Guild Petualang sangat membingungkan” balas salah satu orang yang mengikuti rapat tersebut.


“Apa maksudmu?” balas sang Raja yang masih dengan sabar mendengarkan penjelasan dari bawahannya.


“Begini Yang Mulia. sepertinya pihak Guild Petualang menyembunyikan kebenaran tentang keberadaan sang Pangeran” balas salah satu dari mereka.


“Siapa yang kalian panggil Pangeran!” teriak seorang wanita yang merasa emosi dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


Ruangan itu langsung sunyi setelah wanita itu berteriak, karena wanita tersebut merupakan seorang selir Favorit dari sang Raja. Jadi semua orang di sana sebisa mungkin tidak ingin mencari masalah terhadapnya dan mulai tenang saat ini.


“Heh... untuk seorang yang sangat hina, keberanianmu untuk meneriaki beberapa bangsawan yang berada disini cukup membuatku kagum” balas seorang wanita yang seakan tidak pernah takut dan malah membalas mencemooh wanita yang berteriak tadi.


“Diamlah kalian berdua!” teriak sang Raja.


“Kamu juga Ivana, tolong hargai Ibumu.” Kata Raja yang langsung menatap kearah putri tertuanya.


“Sampai dunia hancur pun, aku tidak akan sudih mengakui pelacur itu sebagai Ibuku” balas wanita tersebut yang merupakan Ivana, Kakak kandung dari Zen.


“Kamu..” balas wanita yang merupakan selir kesayangan Raja Heilight yang sangat emosi mendengar hinaan yang diberikan kepadanya sambil menunjuk Ivana.


“Sudah cukup!” teriak Raja Heilight yang sekali lagi menenangkan pertikaian kedua orang tersebut.


“Suamiku, kamu harus bersikap tegas kepada putrimu itu. Dia sangat tidak sopan kepada siapapun, termasuk seluruh istrimu yang berada disini suamiku” kata sang wanita itu.


“Sudah kubilang tenang!” teriak sang Raja yang menatap tajam selirnya itu.


Pertengkaran seperti itu merupakan hal biasa yang sering didengar jika pihak kerajaan Heilight akan memulai sebuah pertemuan. Memang hal ini sering terjadi jika sang Putri tertua kerajaan Heilight dan beberapa selir dari Raja Heilight sedang mengikuti pertemuan yang sama.


Kebencian Sang Putri kepada selir milik Ayahnya memang bukan menjadi rahasia umum, bahkan beberapa dari mereka yang pernah ribut dengan sang Putri akan mengalami hal yang sangat buruk seperti mengalami kekerasan darinya.


“Lanjutkan laporanmu” kata sang Raja setelah akhirnya selir kesayangannya itu mulai diam.


Namun saat melirik Ivana, emosi sang selir kembali muncul setelah Ivana menunjukan gesture mengejeknya yang menandakan bahwa dirinya menang. Namun Ivana tidak memprovokasi wanita itu lebih lanjut, karena dia juga sangat ingin mendengar kabar tentang adik kandungnya.


“Tetapi masalahnya Yang Mulia, cerita sang Pangeran yang berhasil membangkitkan elemen cahayanya juga masih ditahap rumor yang belum kita pastikan kebenarannya Yang Mulia. Apalagi pada saat kejadian, seluruh penduduk Desa tersebut sedang pingsan dan tidak mengetahui kejadian yang terjadi pada desa mereka” balas pria yang sedang melaporkan apa yang sedang terjadi saat ini tentang Zen.

__ADS_1


“Kalau begitu, pastikan rumor itu dan temukan dirinya dengan cepat. Hubungi seluruh orang yang kita suruh untuk mencarinya, dan disaat dirinya memang membangkitkan elemen cahaya, langsung bawa pulang dirinya kembali menuju kerajaan ini” Kata sang Raja.


“Baiklah Yang mulia”


__ADS_2