
Suasana sunyi mulai menyelimuti tempat yang dimana dua orang pria sedang berbicara dengan serius sedari tadi. Namun setelah mendengar kalimat terakhir dari seseorang yang berada di sana, hal itu membuat suasana yang awalnya sangat serius tersebut berubah menjadi sangat sunyi.
“Ya... dia memang sangat cantik” gumam salah satu pria sekali lagi, karena mengingat kecantikan seorang putri kerajaan besar yang dia sedang obrolkan tadi.
“Hahh.... aku lupa pria ini juga aneh” balas pria yang duduk disebelahnya yang merupakan Zen.
Saat ini memang mereka masih saling berargumen tentang kejadian yang terjadi di kerajaan Enex, sebelum perkataan pria narsis disampingnya mulai berubah menjadi sebuah pujian kepada seorang kecantikan.
“Ah... Iya, putri guruku juga sangat cantik, makanya aku sempat mencoba melamarnya dahulu” balas pria tersebut.
“Benarkah, lalu apa yang terjadi” balas Zen yang mulai penasaran dengan kisah cinta dari pria aneh yang sedang dia ajak bicara itu.
“Aku hampir dibunuh oleh guruku” balas sang Guild Master kota Pavel itu dengan raut wajah yang menunjukan kengerian saat mengingat dirinya mencoba melamar putri dari gurunya dulu.
Zen tidak tahu apa yang terjadi, namun saat melihat wajah sang Guild Master yang duduk disampingnya itu, sepertinya dia harus sedikit waspada dengan Guild Master dari seluruh benua Mevla, karena membuat salah satu muridnya menunjukan wajah yang seakan menerima teror yang amat menyeramkan.
“Apakah di dunia ini menikah harus melihat status” gumam Zen, setelah mendengar curhatan dari pria disebelahnya.
“Bukan statusku yang dipermasalahkan, tetapi umurku yang terlalu tua untuk putrinya” balas pria tersebut.
“Ho... memang berapa perbedaan usia Paman dengan putri dari seorang Ketua Guild Master?” tanya Zen.
“Aku melamarnya saat umurku 52 tahun yaitu empat tahun yang lalu, dimana putrinya baru berumur 16 tahun, jadi perbedaannya sekitar 36 tahun” balas pria yang berkata demikian dengan percaya dirinya.
Mendengar itu, Zen hanya tertegun dan pemikirannya saat ini yaitu sebisa mungkin tidak membuat Yui bertemu dengan seorang pedofil yang berada disebelahnya saat ini. Selain itu, sedikit demi sedikit Zen mulai menjauhkan duduknya dari pria yang duduk disebelahnya itu agar dirinya tidak tertular oleh tabiat sesatnya.
“Apakah pedofil di dunia ini sangat wajar?” gumam Zen, setelah memastikan tempat duduknya sudah menjauh dari pria yang mempunyai kelainan tersebut.
“Untung saja aku masih selamat saat itu” gumam sang Guild Master itu sekali lagi.
“Lalu bagaimana dengan putrinya, apakah dia mencintaimu?” tanya Zen kemudian.
“Hmm... sepertinya tidak. Karena putrinya yang menyuruh Ayahnya untuk membunuhku” balas sang Guild Master itu sekali lagi.
Mendengar itu, Zen entah harus bersimpati atau harus menertawakan nasib dari pria yang duduk disebelahnya itu, walaupun jarak mereka sudah sedikit menjauh.
“Baiklah, mari kita sudahi pembicaraan tentang masalah percintaanku dan melanjutkan perbincangan kita yang tadi” balas Sang Guild Master.
“Ya.. lalu bisa Paman jelaskan lebih detail tentang putri Angelia?” kata Zen.
__ADS_1
“Kenapa, apakah kamu penasaran dengan kecantikannya? Dan juga mengapa kamu duduk agak menjauh dariku?” tanya Sang Guild Master kembali.
“Bukan seperti itu, aku hanya belum mengerti tentang perkataanmu yang mengatakan putri Angelia datang menuju kerajaan Enex untuk memeriksa kelayakan sang Pahlawan” balas Zen yang mengulang perkataan sang Guild Master itu tadi.
“Ah tentang itu... sederhana saja, karena Putri Angelia mampu membunuh seorang pahlawan di kerajaannya dengan tangannya sendiri” balas pria itu.
Pahlawan merupakan seseorang yang dipanggil di dunia ini, yang mempunyai tujuan utama yaitu membantu pihak yang memanggilnya untuk mengalahkan musuh dan sebagainya. Begitulah apa yang tercatat disebuah buku sejarah pada dunia Marlet ini.
Pemanggilan pahlawan sangatlah susah, karena mereka harus mengorbankan 12 orang nyawa, untuk setidaknya memanggil seorang pahlawan. Pemanggilan pahlawan di dunia Marlet saat ini bukan tanpa alasan.
Tujuan utamanya yaitu membantu beberapa kerajaan untuk menghalau invasi benua Karshi yang pergerakannya semakin intens. Tetapi selain itu, beberapa kerajaan juga menggunakan para pahlawan untuk membantu dalam peperangan mereka, termasuk beberapa kerajaan yang masih berperang hingga saat ini.
Pahlawan yang dipanggil sudah pasti memiliki beberapa kelebihan, salah satunya memiliki Triple Stats yang dimana penduduk asli di dunia ini tidak mempunyai kelebihan seperti itu dan hanya beberapa dari mereka saja yang mempunyainya.
“Membunuh?” tanya Zen kembali.
“Yap... karena pahlawan kerajaan Gizeweith mencoba menaruh obat tidur di minuman putri Angelia dan mencoba memperkosanya” balas sang Guild Master.
Ya, berita tentang Putri Angelia membunuh seorang pahlawan sudah tersebar dimana – mana. Bukan tanpa alasan berita ini besar, itu dikarenakan membunuh seorang pahlawan sangatlah susah karena kekuatan mereka yang sangat besar.
“Apakah membunuh pahlawan sesusah itu?” tanya Zen kemudian yang sebenarnya dirinya tidak tahu seberapa kuat seorang pahlawan.
“Sistem?!” kata Zen yang terkejut mendengar perkataan pria yang duduk sedikit jauh darinya.
“Ya, mereka berkata seperti sebuah pemandu yang membantu mereka menjadi kuat, seperti didalam sebuah permainan dari dunia mereka berasal” balas Guild Master menjelaskan.
Sebenarnya Zen tidak mempermasalahkan para pahlawan itu mempunyai sistem. Tetapi yang dia sayangkan, kenapa sistem yang dia minta dari Kakeknya tidak bisa dikabulkan, dan juga dia tidak tahu kehebatan apa yang dimiliki sistem sang pahlawan dengan fitur Smartphone miliknya.
“Lalu, berapa jumlah pahlawan di dunia?” tanya Zen.
“Awalnya ada sebanyak 16 orang yang tersebar di seluruh kerajaan di benua ini dan tersisa hanya 12 saja, karena beberapa dari mereka sudah meninggal, dan yang lainnya menolak untuk berperang bahkan mereka bunuh diri setelah dipanggil.” Balas Guild Master.
“Ho... sangat sedikit jika dihitung dari jumlah kerajaan yang berada di benua ini?” tanya Zen.
“Ya... karena beberapa kerajaan tidak mempercayai bahwa pahlawan menjadi solusi yang baik bagi perlindungan kerajaan mereka.” Balasnya.
Memang, beberapa kerajaan tidak menyukai sistem pemanggilan pahlawan, karena dalam sejarah pemanggilan para pahlawan, beberapa dari mereka tidak menunjukan sifat dari seorang pahlawan yang sebenarnya.
Bahkan dalam sejarah, beberapa dari mereka mencoba untuk menggulingkan kerajaan, memperbudak wanita dan hal – hal buruk lainnya, jadi beberapa negara tidak menyukai sistem pemanggilan para pahlawan.
__ADS_1
“Hm... masuk akal, setelah apa yang dilakukan pahlawan kerajaan Enex” balas Zen sambil mengangguk dengan perkataan Guild Master disebelahnya.
“Ya... bukan itu saja, menurut informasi kami enam pahlawan lainnya mempunyai sifat yang hampir sama dengan pahlawan kerajaan Enex” balas Guild Master.
“Hah... dunia apa yang sebenarnya aku tinggali saat ini” kata Zen didalam hatinya.
Zen sangat bingung saat ini. Keputusannya untuk menjadi kuat sepertinya harus segera dia lakukan, karena melihat ancaman yang sangat banyak dari dunia yang ditinggalinya. Kerajaan Heilight, invasi benua Karshi lalu sekarang para pahlawan yang membuatnya semakin sakit kepala memikirkannya.
“Tenanglah, saat ini kamu tinggal di kerajaan yang tergabung dalam kelompok 5 Kerajaan Bersatu” balas Guild Master saat melihat raut wajah kegelisahan dari Zen yang seakan sedang memikirkan jalan keluar tentang apa yang baru saja dia dengar tadi.
“5 Kerajaan Bersatu?”
Halo Semuanya...
Terima kasih sudah membaca cerita dari Author pemula yang menulis cerita ini sampai saat ini.
Author cuma mau memberitahukan sesuatu, Bahwa Author mempunyai sebuah novel lagi dan sudah ada 30 chapter lebih.
Jadi jika ada waktu, mampirlah karena mungkin kalian akan tertarik.
Kalian bisa mencarinya pada profil milik author, atau mencarinya dengan judul Ex-Harem Lord pada pencarian.
Sekian perkataan dari author pemula ini, dan juga tolonglah di Like cerita Author oke, biar Author semangat untuk terus Update.
Terima kasih... bye.... bye....
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰