Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Siapa Moza


__ADS_3

[Halo] ucap Ferro


[Fer, cepat kamu datang ke sini] ucap seseorang di balik telpon


[Ada apa ? apa terjadi sesuatu ?] tanya Ferro


[Iya, ini Moza kambuh lagi ] jawab seseorang itu


[Yasudah tolong jaga dia.. sebentar lagi saya datang] kata Ferro sambil memerintah pada seseorang itu


[Baiklah dan cepatlah kesini]


[Hmm]


Tut


panggilan terputus..


Ferro dengan terburu-buru pergi...


kembali di kamar pengantin itu..


Pricilla tampak kacau..


ia menangis sesenggukan meratapi nasibnya kini yang di tinggal begitu saja oleh Ferro..


''Sialan, kenapa dia bisa bisanya berbuat seperti ini padaku.''


''ahh sial.. bajingan awas kau Ferro '' jerit Pricilla tak terima.


Pricilla coba menetralkan nafasnya yang tersengal..


ia coba untuk tenang .. dan ia akan menanyakan hal ini dengan kepala dingin,


Pricilla coba memejamkan matanya.. biarlah ia istirahat dulu sejenak untuk malam ini,


dan besok ia akan langsung menanyakan pada Ferro.



Di lain tempat..


Ferro sampai di rumah yang cukup mewah..


ia pun memarkirkan mobilnya di halaman rumah tersebut,


dengan terburu-buru Ferro pun masuk ke dalam ..


setelah pintu terbuka Ferro segera menanyakan keadaan seseorang yang bernama Moza


"Bagaimana sekarang kondisinya Tante ?" tanya Ferro tampak jelas khawatir

__ADS_1


"Fer,, Moza masih berteriak kesakitan.. keadaannya sangat memprihatikan " jelas wanita yang Ferro sebut Tante..


"Biar ku lihat dia dulu" ucap Ferro lantas ia pun segera berlari menuju kamar Moza


Ferro membuka pintu kamar Moza


"Moza.." panggilnya dan masuk


"Moza , tenanglah sayang.. ini Om sudah datang Moza " Ferro berusaha menenangkan Moza


Moza anak kecil yang menginjak kelas empat SD itu pun . merespon dengan menatap sekilas pada Ferro.. tapi ia kembali menangis dengan memukul bantal..


"Moza mau ketemu ibu ! Moza mau ibu" teriak anak itu


"sayang hei . sadar nak, ini Om Ferro sudah datang " bujuk neneknya yang tadi menghubungi Ferro


"iya sayang, sini main sama Om. . ayo mau kan"


"tidak... Moza mau ketemu ibu!" kukuh anak itu dan menatap tajam ke arah neneknya juga Ferro


neneknya sampai menghela nafas panjang ia tampak sudah kelelahan membujuk Moza cucunya


"bagaimana ini Fer? " tanya si ibu itu dia sudah tak sanggup lagi


"Tante tenanglah.. Ferro akan berusaha membujuk Moza.."


"baiklah.. Tante serahkan padamu ya!"


"HM, baik Tante "


"ok Tante terima kasih "


Ferro menatap kasihan pada anak perempuan ini..


Ferro langsung mendekap erat tubuh Moza,,


"sttt.. sudah ya sayang, sudah jangan lagi marah-marah dan bersedih.. sini Om di sini " ucap Ferro


"Ibu... mana ibu Om ?" tanya anak kecil itu sambil menatap Ferro


Ferro diam tak menyahut


"kamu benar mau ketemu ibu mu?"


"Ya Om... Moza sangat ingin ketemu dengan ibu.. om tolong bawa ibu Moza kesini Om " kini mohon Moza


lalu tiba-tiba Ferro mengingat Pricilla


"baiklah Om besok akan membawa mu menemui ibu mu, kau mau?"


"ya . Om Moza mau Om !" dengan mengangguk senang.

__ADS_1



Pagi hari,,


Pricilla menyipitkan matanya saat silau matahari masuk dari celah jendela dan menyilaukan matanya itu..


" HM rupanya sudah pagi " ucapnya dengan menguap sesekali.


Pricilla langsung terduduk dan mengingat sesuatu


"Ferro ?"


"apa dia masih belum pulang ?" bertanya tanya


segera Pricilla menyingkap selimut yang membungkus tubuhnya tadi .


dengan sangat cepat ia mencari keberadaan Ferro barangkali dia sudah pulang..


"Ferro ?" ia mencari di toilet


"Ferr" kini menuju dapur


berjalan lagi ke taman belakang..


"sial, kemana dia!" Pricilla sudah kelelahan mencari


ia coba ke balkon.. ke tempat berenang,


hah.... tak ada juga


"Apa dia tak pulang ? jadi semalaman aku di tinggal sendiri olehnya? sungguh ini tidak lucu.. "


"lelucon apa yang sedang kau lakukan Fer?" seru Pricilla dengan memekik tertahan.


Ting Tong


Ting


Tong


bel rumah berbunyi


cepat-cepat Pricilla berlari menuju pintu utama


karena pasti itu adalah Ferro.


krek krek.. Pricilla membuka kunci pintu tersebut.


"Ferro " panggilnya terhenti, saat rupanya ia menatap Ferro datang tak sendiri. melainkan bersama anak berumur sekitar sepuluh tahunan..


Pricilla menatap Ferro dengan wajah penuh tanya..

__ADS_1


"siapa ini?" tanya Pricilla


"Dia......"


__ADS_2