Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
16


__ADS_3

Ferro masih mencoba membujuk Pricilla, dia tidak mau Pricilla bertambah marah kepadanya lebih lama.


''sayang maafkan aku ''' ucap Ferro


Pricilla masih diam.


''sayang, aku bersedia kau hukum ! asal kau tak marah lagi padaku !'' ucap Ferro lagi


dan kini, kemanapun Pricilla pergi Ferro mengikutinya.


Pricilla menatap kesal padanya, ''mau apa sih,? kenapa mengikuti ku terus ?'' ucap Pricilla dengan matanya mendelik ke arah Ferro


''aku mau kau memaafkan ku sayang, aku tidak bisa melihat mu marah padaku dan mendiamkan ku seperti ini,'' jelas Ferro dengan lirih


huh. Pricilla menghela nafas,


sebenarnya, ia tak ingin marah-marah di hari pertama pernikahan nya. namun ini semua karena ulah Ferro juga bukan.


''Aku masih marah padamu. karena kau sudah melukai hatiku Fer '' menatap Ferro


''iya sayang aku tahu. tapi tolong maafkan aku ya!'' mencoba membujuk lagi


''aku berjanji tidak akan melakukannya lagi !''


Pricilla menatap mata Ferro, adakah kebohongan di matanya itu? tapi ternyata Pricilla tak menangkap kebohongan


mungkin Ferro serius dan menyesali perbuatannya itu,


''baiklah, untuk kali ini kau aku maafkan.'' ucap Pricilla


Ferro tersenyum. ''terima kasih ya sayang '' ucapnya


''hm.'' Pricilla mengangguk


rupanya hari sudah mau menjelang malam.


''Cill,'' Ferro memanggil


''iya kenapa ?'' balas Pricilla menyahut


''Moza boleh ya dia tidur disini!'' ucap Ferro


''memang dia nya mau?'' tanya Pricilla dulu


''ya nanti ku coba tanyakan,''


''yasudah kalau dia nya gak apa-apa kok dia tidur disini.'' ucap Pricilla membolehkan Moza untuk tidur di rumah mereka.

__ADS_1


''terima kasih ya, kamu sudah mau menerima Moza menginap di sini. dan ya, aku mau mengatakan satu hal!'' kata Ferro


''apa?''


''sebenarnya alasan ku membawa Moza kerumah ini karena dia sangat ingin bertemu dengan ibunya. bolehkah Moza memanggil mu ibu?'' ucap Ferro tiba-tiba dan sekali lagi meminta izin


Pricilla cukup terkejut mendengarnya.


''kenapa harus aku? ah maksudku .....'' Pricilla bingung menjelaskan nya


dan Ferro segera memotong ucapan Pricilla.


''ya aku tahu dengan yang kau pikirkan, kau pasti merasa keberatan tapi, dia sangat ingin bertemu dengan ibunya. jadi apa boleh?'' tanya Ferro sekali lagi.


''baiklah mungkin tidak ada salahnya dia memanggil ku ibu. '' akhirnya Pricilla setuju


Ferro langsung membawa Pricilla ke pelukannya.


tatapan mereka bertemu beberapa saat, Ferro semakin mendekatkan wajahnya ke arah Pricilla.


kini bibirnya telah menyentuh bibir Pricilla sampai ia ********** dengan sangat lembut,


kecupan itu menuntun lebih. namun Ferro berbisik di telinga Pricilla. ''kita lanjutkan nanti saat Moza sudah tertidur ya!'' ucap Ferro dengan berbisik di telinga Pricilla.


Pricilla mengangguk malu, ah rasanya ia ingin cepat-cepat malam eh!


dan setelah selesai, Pricilla menghampiri Ferro yang tengah berada di ruang kerjanya. Pricilla memanggilnya untuk makan sekarang.


''Fer,'' panggilnya


''iya sayang apa?'' tanya Ferro


''makan dulu yu! aku sudah buatkan makanan nih.'' kata Pricilla


''sebentar lagi ya sayang.'' ujar Ferro


''memang masih lama kah pekerjaannya?'' tanya Pricilla penasaran


''Ya ini juga sudah hampir selesai '' jawab Ferro


''yasudah tapi jangan lama ya! keburu dingin nanti!'' Pricilla mengingatkan lagi


''iya sayang begitu selesai aku langsung turun ke bawah kok.''


lalu Pricilla pergi ke kamar Moza , rupanya anak itu sedang menonton film kartun


''Moza.'' panggil Pricilla dan menghampiri

__ADS_1


Moza menoleh lalu tersenyum pada Pricilla


''Sedang menonton apa hm?'' tanya Pricilla padahal dia sudah tahu film apakah itu, hanya dia sekedar bertanya pada Moza .


''ini film Cinderella,'' jawab Moza


''oh film Cinderella ya, oh ya Moza pasti lapar kan?''


Moza terdiam sejenak tapi dia mengangguk juga


''mau makan?'' Pricilla menawarkan


''memang boleh kah?'' tanya Moza mungkin tidak enak.


''tentu boleh dong, hm ... katanya Moza ingin bertemu dengan Ibu ya?'' Pricilla mulai mengarah ke sana.


''benar,'' jawab Moza dengan semangat


''yasudah mulai sekarang biasakan lah untuk memanggil Saya Ibu!.'' ucapnya Pricilla sambil menunjuk dirinya sendiri


''ibu? jadi kau adalah ibu Moza?''


Pricilla mengangguk saja.


Moza langsung memeluk tubuh Pricilla dengan erat, ''Ibu, Moza sangat rindu sama Ibu, Moza sangat sayang pada Ibu.'' ucap Moza dengan terisak dan masih di pelukan Pricilla


Pricilla mengusap rambut Moza, ia merasa sangat prihatin pada anak ini yang pasti sangat membutuhkan perhatian juga kasih sayang dari kedua orangtuanya.


Malam hari


akhirnya Moza sudah tertidur juga. kini tinggal lah dua manusia berbeda jenis itu tengah saling berpelukan di bawah selimut yang sama.


''Apa kau sudah siap,?'' tanya Ferro


malu-malu Pricilla mengangguk dan berkata ''i-iya sudah.'' jawabnya dengan terbata


Ferro mengangkat dagu Pricilla dan segera mendekatkan wajahnya lalu bibirnya ia melabuhkan di atas bibir Pricilla.


sampai lidah keduanya saling menyahut


tangan Ferro tak tinggal diam. menari-nari di atas dua gundukan yang membuatnya menjadi candu,


Ferro meraba gua yang ternyata sudah basah itu, dengan sekali hentakan kini miliknya perlahan akan masuk ke sarangnya


''Uhhh ... '' Pricilla memekik tertahan saat pertama kali merasakan suntikan yang di berikan Ferro


tak ingin Pricilla menjerit lagi Ferro pun membungkam mulut Pricilla dengan mulutnya, dan mereka mulai menikmati keindahan surga yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2