Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
36


__ADS_3

''Fer, Ferro..'' setelah telpon terputus, Pricilla segera memanggil suaminya yaitu Ferro.


''Ada apa Cill ?'' Ferro pun menghampiri. Dan merasa khawatir tadi Pricilla berteriak begitu.


''Fer, ayo kita kerumahnya Salsa.'' dengan sangat panik Pricilla berucap


''Kenapa, apa yang terjadi ?'' Ferro memegang lengan Pricilla . Agar istrinya itu bisa tenang dulu.


''Adrian hilang ''


''Apa hilang?, hilang gimana, badan Segede gitu.'' Ferro tak percaya.


''Ih kamu, ini bukan saatnya untuk bercanda, nanti aku ceritakan di jalan, ayo cepat kita segera pergi '' kini Pricilla menyeret tangan Ferro agar cepat ke rumah Salsa, tentu Pricilla ini sangat khawatir, mana Salsa kondisinya lagi mengandung kan.


''Cepat Fer, lebih cepat lagi '' pinta Pricilla


''Iya sabar sayang, asal kita sampai '' kata Ferro yang mengemudikan.


''Aku khawatir pada Salsa Fer, ini si Adrian juga kemana ya, kok tiba-tiba saja dia begini?'' Pricilla tampak tak mengerti, kenapa bisa Adrian hilang mendadak begini, kemana perginya Adrian?.


''Tenang sayang, tenanglah ! ingat, Salsa butuh kamu, jadi kamu juga harus tenang, agar bisa menenangkan Salsa nanti.'' kata Ferro mengingatkan istrinya.


''Iya Fer, kau benar, aku harus tenang untuk sekarang'' Ucap Pricilla.


''Naj gitu dong itu baru bagus , kita harus coba menenangkan Salsa, agar dia tidak terlalu mencemaskan dan berpikir yang aneh-aneh kepada Adrian,'' maksudnya aneh seperti kecelakaan gitu..


''Iya Fer..''


*


''Sa..''


''Cill, Drian Cill..'' Salsa langsung memeluk erat tubuh Pricilla sambil matanya terus menangis.


''Tenang Sa, tenanglah,disini sudah ada gue dan Ferro temani Lo, Lo harus sabar dulu,'' ujar Pricilla mengusap punggung Salsa.

__ADS_1


''Gue takut Cilla gue takut, dia kenapa-kenapa, karena dia tidak bisa gue hubungi juga ponselnya Cill '' Salsa masih terisak.


''Nanti kita cari bantu Sa, tapi gue minta Lo yang tenang Sa, ingat kandungan Lo.'' kini Ferro yang berbicara .


Salsa pun coba untuk tenang, ini demi anaknya ya benar..


Sementara, di tempat lain..


[Gue udah sampai nih, bantu gue bawa dia, berat tau] si wanita yang tadi menawarkan tumpangan mengomel lewat telpon pada seseorang.


[Iya, gue turun. bawel banget Lo, baru angkat satu orang juga]


Tut.


Panggilan pun di putuskan begitu saja..


''Ayo, bantu gue''


''iya iya, bawel amat sih '' dan keduanya ini sudah membopong tubuh Adrian dan membawanya masuk ke apartemen, nomor 503 .


''Lo ini, segitu doang Lo ngeluh, payah'' ejek wanita satu lagi


''Lo enak bicara gampang, karena Lo itu sudah tua, sedangkan gue ini masih ABG, tenaga gue bukan sepadan dengan badan nih cowok'' balas mengejek


''Ah banyak bacotan Lo''


''Terus setelah ini ngapain?'' tanya wanita yang lebih muda tadi .


''Ya sudah pasti kita lanjutkan dengan rencana yang sesungguhnya, hahaa'' tertawa jahat.


''Stella.'' wanita itu tiba-tiba memanggil nama seorang wanita,


lalu, si wanita yang merasa terpanggil pun datang menghampiri, dengan hanya memakai selimut saja.


''Lo, cepat bantu gue, buka baju si Adrian.!''

__ADS_1


''Ok,'' Kini, tinggal melanjutkan rencana,


Wanita yang seumuran Adrian meminta Stella tidur di samping Adrian , dengan keduanya sama-sama terpejam, Seolah tengah tidur bareng.. juga Stella di suruh memeluk tubuh Adrian, tentu Stella tak menolak, siapa yang tak mau memeluk tubuh profesional ini..


Jepret


jepret


jepret..


Suara kamera yang memfoto mereka.


Saat ini Salsa di temani Pricilla dan Ferro, yang akan mencari keberadaan Adrian.


Ting..


Namun, tiba-tiba di tengah perjalanan, ada pesan masuk di ponsel Salsa.


Rupanya ini dari nomor yang tak di kenal


''Kenapa? dari siapa?'' tanya Pricilla, karena beberapa kali sepertinya pesan masuk ke ponselnya Salsa.


''Gak tahu, ini nomor baru'' jawab Salsa


''Gak Lo baca itu?'' tanya Pricilla lagi


Salsa menggeleng, ''Gak ah, mungkin orang iseng '' sahut Salsa


''Kali saja penting itu.'' kata Pricilla menebak.


''Iya mungkin benar juga.''


Akhirnya Salsa membuka pesan yang di kirimkan oleh nomor baru itu.. saat pertama yang dilihatnya ini foto seseorang yang begitu dia kenali , bahkan yang tengah dia cari-cari dan khawatiran.


Air matanya semakin terbendung Dan Salsa tak kuat melihat lagi isi dari si pengirim, ia pun menjatuhkan ponselnya dari tangannya.

__ADS_1


Pricilla langsung terkejut akan hal itu.. ''Sa..?''


__ADS_2