
''Sa, ada apa ?'' Pricilla jadi panik lalu Pricilla mengambil ponsel Salsa yang tergeletak di bawah jok.
''Adrian.'' pekik Pricilla terkejut saat sudah melihat
Ferro juga jadi ikut cemas, Ferro menghentikan laju kendaraannya dan memarkirkan di pinggir jalan. ''Ada apa Cill ?'' tanya Ferro.
''I-ini Fer, lihatlah '' Pricilla memberikan ponsel Salsa pada Ferro dan Pricilla tak sanggup mengatakan nya langsung.
Ferro mengambil dan melihat nya, Ferro langsung menutup mulutnya tak percaya ''Ini beneran si Adrian ?'' tanyanya sangat tak percaya
''Cill, kalau benar itu dia, gue gak terima Cill, gue gak akan maafkan dia'' gumam Salsa
''Lo tenang dulu Sa, berpikir lah positif'' kata Pricilla.
''Hiks, kurang ajar sekali dia, gue disini cemas khawatir dan takut terjadi apa-apa sama dis, tapi lihatlah yang dia lakukan di belakang gue, Hikss, Cill, apa salahnya gue, dia sampai seperti itu.'' kata Salsa dengan marah menggebu-gebu. Salsa menangis
''Sa, tenanglah, mungkin itu cuma foto editan Sa'' Pricilla mengusap pundak Salsa
''Gue benci sama dia gue benci, bisa bisanya dia seperti itu sama cewek lain, sementara gue disini mencemaskan keadaan nya, bodoh gue emang bodoh '' teriak Salsa kesal ia memukul apa saja yang berada di dekatnya.
''Sa, please tenang Sa, jangan kaya gini, gue mohon '' Pricilla jadi ikut kesal pada Adrian dan lebih mencemaskan Salsa sekarang.
''Bentar, ini si pengirim pesan , mengirimkan alamat apartemen nya, kita mau kesana samperin langsung gak ?'' kata Ferro memberikan usulnya.
__ADS_1
''Lo mau samperin mereka Sa?'' Pricilla bertanya pada Salsa juga
Salsa lama terdiam, tapi akhirnya Salsa mengangguk setuju juga. karena ini harus Klir hari ini juga, walaupun sebenarnya hatinya belum siap menerima jika benar Adrian seperti itu di belakangnya selama ini...
''Baiklah, kita pergi kesana sekarang, tapi Sa, kalau Lo gak sanggup kita pulang saja'' kata Ferro ingin memastikan.
''Tidak Fer, kita pergi saja kesana, Karena gue gak akan tenang di rumah pun, kalau tak melihatnya langsung '' ujar Salsa sambil menyuruh Ferro untuk melanjutkan perjalanan.
''Yasudah, kalau itu keputusan Lo '' Dan Ferro pun kembali melanjutkan laju kendaraannya menuju apartemen yang di sebutkan di pesan tadi .
''Ini seperti arah kafe dia kan?'' tebak Pricilla
''Iya benar sayang, ini mau ke arah kafe nya'' Ferro membenarkan
''Kurang ajar si Adrian, bisa-bisanya dia seperti itu di tempat yang masih dekat dengan kafe miliknya''
Salsabila menutup matanya, dengan berharap ini salah..
Di lain tempat, tiga wanita itu saling tertawa terbahak , saat mereka membahas rencana mereka ini, dan saat membayangkan wajah Salsa yang sedih dan marah pastinya.
''Rasanya gue pengen lihat langsung wajahnya yang shock dan sedih melihat foto foto itu , hahaa'' tawa jahat si wanita yang lebih tua dari dia wanita lainnya.
''Lo benar, gue juga ingin lihat langsung, pasti dia sangat tersedu-sedu.hahaa'' tambah wanita seumuran Arsen.
__ADS_1
''Lalu setelah ini apa lagi rencana kalian?'' tanya Stella, wanita yang di tuduh tidur dengan Adrian .
''Kali ini, Lo yang harus bermain lagi Stel, pokoknya Lo harus totalitas!.''
''Bakal ngamuk gak tuh cewek?''
''Lo tenang saja, kalau ngamuk lawan saja, jangan kalah '' sambil tertawa di akhir ucapannya.
''Benar, pokoknya jaman sekarang, Pelakor harus lebih berani'' sahut wanita seumuran Arsen tadi.
''Iya, kaya si Maura yang lebih pintar daripada Lo, sehingga si Ar bisa di rebut dari Lo hahahaa'' tertawa puas
''Sialan Lo, tapi gak apa-apa gue mah, di banding Lo?'' mengejek balik
''Apa maksud Lo bocah?''
''Ya, daripada Lo, yang belum pernah jadian dengan Adrian juga belum pernah dicintai oleh Adrian hahaa..gue mah gini-gini juga pernah pacaran sama si Ar, lah Elo, jadi apanya si Ar hah? bayang-bayang semu?'' wanita itu tertawa puas bahkan sangat puas
''Sialan banget Lo, berani ngatain gue Seperti itu'' menatap tajam dan tampak marah .
''Gue gak sebodoh itu, yang akan merima ejekan Lo''
''Mau apa Lo, mau lawan gue, sini Lo'' ikut terpancing.
__ADS_1
''Stop, stop...! kalian ini kenapa sih, malah adu mulut, lihat nih, mereka sudah mau jalan kesini woii'' teriak Stella menengahi dengan mengatakan kalau Salsa sudah mau sampai.
Dua orang perempuan itu langsung menatap pada Stella.. setelah mendengar perkataan Stella barusan.