
Brukkkk
''Selamattt SayanghKuuuh..!'' Dobrakan pintu begitu saja dan juga suara melengking orang itu menggema di seluruh kamar inap Salsa sekarang.
''Oh astaga,''
''Oh Tuhan, apa itu?''
''Oh Ya ampun.'' Sukses membuat yang berada di dalam merasa sangat-sangat kaget.
Pricilla jadi mematung dan tersenyum lebar plus malu sih pasti, ''Oh Banyak orang.!'' ucapnya pelan menatap semuanya.
''Em, So-sorry.'' katanya
''Gak apa, sini.!'' ajak Bunda.
''Thanks Tan.'' balas Pricilla, ia pun berjalan mendekati dan lebih dulu menyalami tangan mereka semua, yang lebih tua darinya, diikuti Ferro di belakang.
''Nak, lain kali, jangan teriak-teriak kaya tadi!'' ujar Oma Adrian, menatap peringatan pada Pricilla begitu Pricilla menyalami tangannya.
Pricilla membalas dengan cengengesan tapi malu, ''Iya maaf ya Oma, habisnya Cicill seneng Oma!'' balas Pricilla
Ckckck,, Oma berdecak menggeleng namun dengan tersenyum..
''Aaaa,, BESTI selamat Untukmu sayang'' Pricilla kembali heboh ketika ia berpelukan dengan Salsa. Mereka cepaka cepiki.
''Thank you sayang,,.'' balas Salsa.
'Baru di bilangin, juga itu anak, sudah teriak lagi' desis Oma yang berdiri cukup dekat dengan posisi Salsa.
''Selamat Sa, Bro.'' ujar Ferro.
''Thanks''
''Rasanya baru kemarin deh, gue gendong anak si Maura, sekarang ponakan baru gue udah hadir lagi aja.'' seru Pricilla
Pricilla mencium gemas anak sahabatnya ini.
''Hoekkk,, hoekk..'' Yang menangis bukan si Baby Boy, Tapi. Si Baby girls, alias Keyla. Keyla meronta begitu melihat sang onty menggendong Adik Sepupu.
Keyla ingin di gendong juga rupanya oleh Pricilla, ''Eh eh, kenapa sayang?'' Maura yang sedang menggendong nampak panik saat Keyla yang tadinya anteng tiba-tiba menangis gini.
Semua jadi menatap Keyla.
''Kenapa Nak, mau sama nenek sini?'' Airin berbicara
Keyla menggeleng tidak mau..
''Yank, itu kayaknya Keyla mau di gendong kamu.'' ujar Ferro pada Pricilla
''Sepertinya iya yank, mungkin dia gak mau aku gendong nih Baby Boy'' balas Pricilla terkekeh.
Keyla meronta dengan menunjuk Pricilla
Salsa dengan sigap mengambil putranya agar Pricilla Segera menggendong sang ponakan..
Jepp
Tangis Keyla mulai reda, tapi masih sesenggukan dan tetap menunjuk Pricilla.
''Mau di gendong onty?'' tanya Pricilla
Keyla mengangguk cepat dan wajahnya menangis minta di gendong..
''Baiklah, Oh sayang, Cup cup! sudah sudah ya, jangan menangis! Mau ikut pulang sama onty?'' tanya Pricilla di akhir kalimat.
__ADS_1
Keyla menatap sang Mama, lalu Keyla menggeleng tidak mau.
Sontak itu membuat mereka yang disana tertawa terbahak.
''Dasar ya, mau di gendong doang, gak mau di bawa pulang, juga gak mau onty gendong adik mu hm?''
Keyla yang tak mengerti hanya tertawa saja..
Menggemaskan!
*
Malam Tiba,
Maura tak bisa menginap karena dia punya bayi kecil, jadi Maura sudah pulang tentunya bersama Arsenio.
Begitu juga dengan Pricilla ia tak bisa menginap karena tak muat tempatnya juga karena dirinya masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan..
''Sa, gue dan Ferro pulang dulu ya!'' pamitnya
Salsa menganggukkan kepala.
''Iya hati-hati ya,''
Tapi sebelum Pricilla melangkah pergi, Salsa menahan dulu kepergian Pricilla
''Ada apa?'' dengan wajah penuh tanya
''Gue paham posisi Lo, gue selalu doain Lo cepat nyusul ya besti'' ujar Salsa ia mengusap perut datar Pricilla.
''Thanks you BESTI, gue baik-baik saja kok'' bohong Pricilla.
''Ya bagus deh kalau gitu mah, gue jadi tenang'' balas Salsa.
Pricilla pun sudah pamit kepada semua anggota keluarga,
Kini, wanita cantik itu tengah merenung di atas kasur miliknya. Menatap jauh ke angan-angan nya.. Wanita itu mendadak melo dan lemah.
Dengan posisi telungkup Pricilla menatap kosong ke depan.
Tak terasa Air bening keluar dari matanya, Pricilla menutup mata sejenak untuk menghalau rasa sesuatu di hatinya.
''Tuhan, Aku juga ingin seperti mereka!'' ucap hatinya menjerit menangis keras .
Rupanya tidak ada yang tahu dengan perasaan nya, di depan orang tentu ia akan tertawa senang melucu, bahkan begitu bersemangat.
Namun, pada kenyataannya, hatinya yang terdalam merasa terusik.
Dia, Pricilla, merasa kecewa pada dirinya sendiri, kenapa dan kapan ia bisa seperti dua sahabatnya itu?.
Kapan Tuhan?'' tanya hatinya.
''Sudah sayang, sabarlah.'' Usapan seseorang menenangkan sang wanita.
Di peluknya sang isteri, dan istrinya tentu justru semakin terisak.
''Maafkan aku Fer!'' kata si wanita dengan bibir bergetar
''Tidak, jangan berkata maaf, kau tak salah!'' menciumi sang istri.
''Aku- Aku, tak berguna!''
''Stop, jangan lagi berbicara omong kosong'' tegas Ferro.
''Tapi, Aku tak juga memberi mu anak sayang'' sambil terisak.
__ADS_1
''Aku tak pernah menuntut!'' ujar Ferro
''Tap-tapi, Aku tahu kau juga menginginkannya kan?'' menatap dalam mata Ferro
Ferro bergeming, mungkinkah pertanda artinya benar ?
''Cill, yang kau bilang itu benar, tujuan pernikahan ya pasti karena ingin memiliki anak, namun, kita juga harus sadar dan sabar, itu semua kehendaknya, kita hanya bisa berusaha dan berdoa.'' ucap Ferro bijak.
Pricilla langsung memeluk erat tubuh suaminya ini, Sungguh dirinya sangat beruntung memiliki suami seperti Ferro ini..
''Aku ada ide,.'' kata Ferro tiba-tiba menatap Serius tapi sambil tersenyum.
''Hm, ide?'' balas menatap Ferro
lantas Ferro mengangguk, ''Iya aku punya ide nih.''
''Ide nya apa tuh?'' Pricilla penasaran.
''Kita Baby moon yu!'' ajak Ferro
''Baby moon?''
''Hm.''
''Boleh'' Pricilla tersebut senang.
Bbbrrrrrr........
Besoknya juga mereka langsung pergi untuk berlibur dan dengan harapan pulang membawa yang diinginkan.
Tak lupa di pesawat, Pricilla membagikan momen bahagianya ini lewat sosmed, sehingga dua sahabatnya pada tahu kalau ia pergi.
[Mau kemana nih Lo.?'] Tanya Salsa yang lebih dulu melihat postingan Pricilla
[Mau happy happy, dong pastinya] balas Pricilla
[Gak bilang-bilang ya mau pergi] Maura pun turut menyahut.
Mereka lagi chatingan di grup.
[kenapa emangnya? Lo mau ikut juga? Makanya ajak dong tuh laki muda Lo, xixixi] ejek Pricilla
[Ah sialan Lo,] kata Maura
[Ada angin apa nih, pergi tiba-tiba?] sekarang Salsa yang menyahut
[Gak ada apa-apa kok, ya, mumpung si Ferro lagi ada tugas di luar, sesekali istri boleh ikut dong ya kanπ] Jawab Pricilla, dengan hanya beralasan, Pricilla tak mau membagi masalah ini pada kedua temannya, Pricilla tak ingin ada yang tahu dengan kondisinya yang sebenarnya, cukup Mereka tahu kalau dirinya yang selalu ceria dan senang..
[Ohh gitu]
[Iya lah, emangnya Lo, diam Mulu urusin dua Baby] kembali meledek
[Isshhh Lo ya] Maura beri emot kesal
[Wkkkwk]
[Gue setuju sama yang Lo bilang, emang nih sesekali kita harus ikut pergi dan refreshing.] ujar Salsa
[nah, iya kan! jangan kaya dia kan Sa π]
[Apa, siapa? gue maksud Lo?,]
[HM, mungkin.]
[Awas aja Lo, asal Lo tahu gue mah gini doang juga Sudah bahagia kok, juga gue mau ikut kemana sama si Ar, ke kampusnya gitu?] ujar Maura
__ADS_1
Sontak Pricilla dan Salsa tertawa ngakak.
[Serah Lo.] balas Pricilla