
''Selamat Pagi anak-anak...'' Guru wali kelas pun masuk dan beliau menyapa murid kelas Moza
''Selamat Pagi, Bu....'' balas murid semuanya
''Baik, begini anak-anak Ibu kesini karena ibu ingin mengatakan sesuatu kepada murid di kelas ini.'' ujar Guru wali tadi.
''Iya Bu....'' sahut murid lagi
''Ibu kesini tidak sendirian anak-anak karena ternyata hari ini sekolah kita kedatangan murid baru, anak ini pindahan dari luar negeri ya anak-anak, dan kebetulan murid baru nya pindah ke kelas kalian ini.'' begitu Guru wali tadi mengatakan dan menjelaskan tujuannya datang ke kelas Moza.
''Bu, jadi anak pindahan itu nantinya akan satu kelas dengan saya.?'' tanya Rena
''Iya benar Rena juga dengan kalian semua, dan ya. Ibu pesankan jangan memusuhinya atau galak-galak,! Bukan kah murid-murid Ibu pada pintar kan?'' Guru kelas tentu harus mengingatkan sang muridnya .
''Baik Bu, kami tidak akan bertengkar dengan murid baru!'' balas murid semuanya.
Memang begitulah peraturan bila ada murid baru masuk sekolah mereka.
Guru tadi itu pun langsung mengenalkan seorang murid laki-laki yang sangat tampan, dan dia ini namanya Gabriel, dia baru pindah dari luar negeri.
''Ayo Nak, perkenalkan dirimu !'' ucap Guru memerintah pada Gabriel si murid baru
''Hai semua ... Kenalkan aku Gabriel Heinze.'' sapa Gabriel murid baru di Kelas ini ia melambaikan tangannya pada semua murid yang nantinya akan menjadi teman baru nya.
''Halo ... Gabriel, salam kenal.'' semua murid tadi menyahut Gabriel.
Moza, dia langsung terperangah ketika ia melihat ada murid yang masuk kelas ini dah itu .. ''Eh itu kan yang tadi nabrak aku? jadi dia ... Murid baru?'' Moza bergumam sendiri.
__ADS_1
''Za, kamu tadi ngomong apa?'' tanya Lisa yang satu bangku dengan Moza Lisa seperti mendengar gumaman Moza tapi ia tak bisa mendengar terlalu jelas.
''Hah, Oh bukan apa-apa itu aku mau tanya sama kamu Lis, apa anak laki-laki yang kamu bilang tadi pagi itu apakah dia?'' jawab Moza sekaligus tanya balik ke Lisa
''Em, kayaknya iya Za. Karena menurut rumor tuh ya, dia agak ke bule-bule an. Nah itu si Gabriel juga bule ya kan, mana katanya dia baru pindah dari luar negeri, gue pikir sih dia.'' sahut Lisa
''Iya juga sih Lis, tenyata dia bule.'' Moza kini membenarkan
''Nahh kan, oh ya dia tampan juga ya kan?'' Lisa iseng menggoda Moza
''Ya pasti tampan, kan laki-laki.'' balas Moza dengan mengulum senyum di bibirnya .
''Ahh kamu mah selalu gitu, gak pernah mau bilang langsung kalau tuh anak misal, ganteng banget atau Duhh kamu suka pada dia.'' kembali ejek Lisa
Moza tak membalas lagi dia hanya tersenyum pada Lisa.
Gabriel belum menyadari di kelas nya sekarang ini ada murid perempuan yang tadi sempat ia tabrak waktu dia terburu-buru.
Kini sudah waktunya pulang sekolah. Moza sedang menunggu kedatangan Pak Tono yang setiap hari akan menjemput nya.
''Heiii anak pungut, Lo lagi nunggu jemputan ya?'' seperti biasa ada orang baik dan ada orang jahat seperti sekarang ini ada satu murid yang selalu membuat Moza kesal dia adalah Kenzo ya, yang tadi satu bangku dengan Gabriel..
Moza tak menanggapi omongan lebih tepatnya ejekan Kenzo, karena ini sudah biasa hampir setiap hari Kenzo akan menghina nya.
''Heh, kalau orang sedang bicara tuh ditatap muka nya.'' sentak Kenzo dan ia menarik dagu Moza agar menatap nya.
''Lepas,! Ngapain kamu pegang-pegang aku.'' balas sentak Moza dia akan marah bila di pegang sembarang orang.
__ADS_1
''Ohh sudah berani melawan ya hm?'' Kenzo mencekal lengan Moza kasar
''AWwwww, Ken lepaskan.! Kamu kenapa sih, suka sekali mengganggu ku, padahal aku tidak ada salah padamu.'' tanya Moza dengan nada tinggi
''Nyokap sialan Lo itu yang salah dia udah rebut bokap gue, hingga keluarga gue ini hancur.'' bentak Kenzo yang malah dan selalu menyalahkan Moza
''Ken, stop! Kenapa kamu tidak suka nya ke aku? Aku juga sama , sama membenci nya'' benci ibu Moza ''Aku juga di sini korban.'' lanjut Moza menyadarkan Kenzo.
''Halahhhh, kalian itu sama saja. Pembawa sial.'' dengus Kenzo tapi kata-katanya menyakiti Moza
Moza tak bisa menahan lagi kini air matanya sudah jatuh dia merasa tak bersalah tapi bila setiap hari di tuduh maka hatinya akan sakit..
''Ada apa ini?'' tanya seseorang mengejutkan Moza dan Kenzo
''Ken, kenapa kau membentaknya dan memarahi seorang perempuan ?'' tanya orang itu lagi menatap bingung ke arah Kenzo.
''Kau diam lah, jangan ikut campur.'' bentak Kenzo tak suka orang asing ikut campur di hidupnya .
Lalu orang tadi menarik pundak Moza ''Maaf, kau tidak apa-apa kan?'' tanyanya sopan karena ia menyentuh Moza
Moza pun beralih kini jadi menatap orang itu.
Mata mereka saling bertemu lalu orang tadi mengernyit kan dahinya seperti tengah mengingat sesuatu.. ''Loh, kamu..!'' tunjuk nya pada Moza
Dan itu adalah Gabriel,
Lagi Moza bertemu kembali dengan pemuda ini. Dan mungkin pertemuan kali ini Gabriel adalah penolong nya dari kemarahan Kenzo si anak yang kasar menurut Moza.
__ADS_1
Moza membalas Gabriel dengan senyum kaku, kini keduanya kembali bertemu di waktu yang seperti ini, Moza sangat tidak ingin ada yang melihat saat dirinya di ejek seperti tadi oleh Kenzo di depan siapapun. Bahkan Lisa juga tidak tahu tapi hari ini kenapa anak laki-laki di hadapan nya bisa melihat semua ini.?!