Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Mams Maura dan Papa Arsen..


__ADS_3

Seorang wanita cantik sedang melamun di kursi makan, memainkan sendok yang berada di dalam gelas, sampai bunyi nya itu nyaring.


Namun si wanita cantik itu rupanya tak sadar dengan yang dilakukan nya ini.


Sang pria yang merasa terganggu pun, menghampiri dan penasaran sedang apakah itu? hingga ada suara bising.


Saat dilihatnya ia jadi lebih kebingungan, pasalnya sang istri itu melamun bibir cemberut juga tampaknya sedang kesal. Lantas ia duduk di samping sang wanita.


''Kenapa ?'' tanyanya lembut.


Namun sang istri tetap bergeming tak bersuara.


Hmm..


''Ada apa kak ? apakah terjadi sesuatu ?'' si pria bertanya lagi.


''Diamlah.'' Eh eh, cetusan yang keluar rupanya.


''Ada apa sih kak.''


''Diam saja!'' mendelik


''Lah aneh banget ya Mama nya Keyla ini,''


''Sstt.. Aku lagi kesal.''


''Ya kesal kenapa Mams Key?'' sedikit menggoda istrinya. Dengan sebutan kaya gitu.


Maura membuang wajahnya dulu untuk tersenyum sebentar, lalu kembali ia menatap gelas dengan cemberut lagi. ''Aku kesal Ama tuh si Cicill '' ucapnya dengan nada kesal pasti.


''Ada masalah ?''


''Ada, dia tuh ngeselin banget tau gak.'' menatap Arsen, Arsen mengangguk. ''Dia tuh ledekin aku Mulu.'' berucap dengan bibir manyun.


''Ngeledek gimana ?''


''Dia ledekik aku, katanya aku mah cuma di rumah saja terus, gak pernah refreshing, katanya aku cuma ngurusin dua anak aja gitu.'' Maura menjelaskan dengan ekspresi masih kesalnya.


''Dua anak siapa?''


''Kamu dan anakmu itu.'' jawab Maura


''O-oh Aku ya'' gumam Arsen


''Ya!''


''Aku kan jadi kesel, walaupun memang gitu kenyataan nya'' tambahnya lagi


''Memang siapa yang lagi refreshing?''


''Dia sama si Ferro''


''Ohh, jadi, kakak mau juga kita jalan-jalan?''


Maura akhirnya mengangguk menatap Arsen.


''Boleh boleh saja, kita pergi''


''Beneran?''


''Hm, mau kemana?''


''Lost angeles-'' jawab Maura antusias


'Hah, jauh amat.' batin Arsen


''Kok diam?'' tanya Maura lagi


''Gak mau ajak aku kesana?'' tambahnya


''Bukan begitu, iya kita pergi cuma--'' sengaja menggantung kan ucapannya.


''Cuma apa?''


''Ada syaratnya.'' sambil mesem-mesem


''Kok ada syaratnya segala, apa gak ada yang nya?''


''Bukan itu, uang mah ya punya dong'' kata Arsen


''Lalu?''


''Aku Minta Jatah.'' berbisik di telinga sang wanita

__ADS_1


''What?'' terkejut tuh Maura


Matanya melotot hororr..


Sementara Arsen manggut-manggut tersenyum lebar.


''Ohh, gak ada syarat lain?'' tanya Maura nego nih


Arsen menggeleng ''Gak.'' menjawab tegas.


''Yasudah.'' Maura setuju


''Be-benarkah?'' sekarang Arsen yang jadi tak percaya


''Hm..''


''Yasudah Ayo.''


''Aaaakh pelan-pelan, astaga!''


''Kak, Aku tuh pria normal, melihat Keyla Mimi, aku juga mau!''


''Hah Apa?'' lagi-lagi Maura di buat terkejut.


''Hm, ayo Istriku, kita mulai''


Dan mulai mencium gemas..


'Oh ya, apakah harus di bicarakan sejelas itu?' batin nya berbicara tapi fisiknya menerima perlakuan Arsen.


Tiba-tiba Maura menutupi wajahnya dengan tangan. Saat ia tak sengaja melihat itu yang sudah berdiri tegak bagai pistol.


'Oh Tuhan, ternyata si kecil ini, itu nya gede, HM, benar-benar, pantaslah dulu gue kesusahan berjalan.' Glekk,, Maura kesusahan menelan ludahnya sendiri.


Maura grogi dan takut, takut sakit lagi..


''Kak, aku mulai ya! jangan terkejut'' ucap Arsen


''I-iya, tidak akan kok'' Maura pun meyakinkan dirinya sendiri.


''Uhhhhhh.....''


''Terima kasih, istriku.''


''Ya!'


''Hm?'


''Maaf ya,.''


''Untuk?'' Maura tak mengerti, tapi kok setelah itu Arsen malah bilang maaf, jangan-jangan? segera Maura menepis pikiran jahat nya.


''Maaf soal waktu itu'' kata Arsen, dengan sangat menyesal.


''Oh itu, ya tidak apa Ar.'' Maura coba tersenyum.


''Aku benar-benar menyesal, dan andai bisa di ulang, aku tak mungkin melakukan itu padamu kak.'' ujar Arsen lagi


''Iya, gak apa-apa Ar, sudah lupakan saja, toh mungkin kau ini adalah jodohku, dan tak mungkin kan ada Keyla kalau bukan karena perbuatan mu''


''Ah iya bener xixixi'' Arsen tertawa


''Oh ya Ar.''


''Hm ya?''


''Aku, mau tanya satu hal nih?''


''Ya katakanlah'' sahut Arsen.


''Aku Sepertinya belum tahu, bagaimana bisa, kamu sampai mabuk dan melakukan itu Ar?'' Maura menatap Serius kali ini.


Arsen menatap lurus ''Saat itu.......''


*


Flashback.


Arsen dan teman kampusnya sedang ada tugas kuliah, dan mengharuskan dirinya pergi ke kotak Bali. karena kebetulan mata pelajaran yang perlu Mereka ambil itu di kota Bali.


Sialnya, Arsen di jebak seseorang. Sehingga hal itu terjadi.


Dan saat akan masuuk kamar hotel, Arsen salah masuk ia malah masuk ke kamar dimana di dalamnya justru ada Maura.

__ADS_1


''Stoppp Ar.'' pinta Maura saat itu dengan tegas, menyuruh Arsen berhenti.


''T-tolong , ini sangat menyiksaku '' ujar Arsen waktu itu yang di pengaruhi obat.


Sampai akhirnya, Maura hamil anaknya Arsen..


Kembali saat ini..


''Jadi, saat itu kau di jebak siapa?''


''Fani, yang jebak aku.'' jawab Arsen


''Apa ? Fani ?'' Maura menatap tak percaya.


''Iya, rupanya saat aku di Bali, itu di manfaatkan oleh Fani, dia menyuruh seseorang, memberikan obat itu padaku, lalu rencananya, dia yang akan menjebak sehingga aku tidur dengannya. Tapi syukurlah Rupanya yang aku tiduri itu adalah wanita baik-baik'' ucap Arsen memuji Maura.


''Ishhh, kamu bisa aja. ''


''Beneran'' tegas Arsen


''Bukannya mantan pacarmu itu baik ya katamu?'' Fani mengejek


''Tidak ada baiknya.''


''Yang Benar, bukannya kamu mati-matian pilih dia?''


''Itu kan sebelum aku tahu kenyataan kejahatan dia.''


''Ohh gitu, jadi kalau masih belum tahu, masih mau sama dia.?'' Maura mencebik


''Gak gitu juga sih kak, karena sebenarnya aku sudah merasa nyaman dengan mu.'' menatap Serius


''Be-benarkah?''


''Hm,'' mengangguk


''Ah kamu bohong''


''Kak, aku gak ada bohong, Aku... Mulai jatuh cinta padamu.''


''Kau serius?''


''Sangat sangat serius, kau sendiri bagaimana kak?''


''Ya, sama.'' menunduk malu.


''Sejak kapan?'' tanya Arsen Ingin tahu.


''Sejak... Anak kita lahir, sejak ku melihat perjuanganmu''


balas Maura.


''Kalau begitu, apa sudah boleh aku.... meminta jatah setiap hari?'' tiba-tiba ucap Arsen.


''T-tiap hari?''


''Ya bolehkah?''


''Bisa bisa, nanti aku gak ngurusin Keyla dong''


''Tetep bisalah, tuh ibu-ibu yang lain pada bisa.''kata Arsen .


''Terserah sajalah.''


Cupp


Arsen mencium kening Maura, lalu setelah itu Arsen pun tertidur, sebelum pergi ke kampus sore ini, Ya Arsen ada mata kuliah sore ini.


MAURA tak tidur, ia melihat-lihat ponselnya dengan masih berbaring di peluk Arsen, juga mereka masih tak memakai pakaian sehelai pun..


Tiba-tiba, ide muncul di otaknya Maura..


'Hmm, waktunya pembalasan.' kekeh nya tertawa


Cekrek,


ceklek.. Suara foto.



"Nyaman banget, tidur sama suami muda ku😘." Begitu isi caption Maura


Serta mengirimkan Foto hasilnya tadi..

__ADS_1


__ADS_2