Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
7 Tahun kemudian..


__ADS_3

7 Tahun kemudian..


Seorang gadis cantik yang sebentar lagi akan menginjak usia Seventeen itu pun tengah makan bersama keluarga yang penuh kehangatan.


Dia adalah Moza,



Moza, telah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan mandiri dia tidak manja, bukan karena dirinya anak angkat Momy dan Daddy nya.


Tapi itulah prinsip Moza, dia ingin mandiri agar bisa menjadi wanita yang kuat dan tak mudah tertindas juga Moza ingin kedua orangtuanya sekarang ini bangga padanya.


Moza, sudah Tujuh tahun hidup bersama dengan Momy Pricilla dan Daddy Ferro yang sangat tulus menyayangi nya, memberikan nya cinta tidak pernah membeda-bedakan antara dirinya dengan jagoan Fernando Adiknya.


''Dik, hari ini kamu ke sekolah ?'' tanya Moza pada jagoan Fernando.


''Ya ke sekolah dong kak, masa enggak.'' balas Nando yang masih di bangku sekolah dasar.


''Belajar yang rajin Do, agar bisa pintar dan nyusul kakak mu.'' sahut Ferro kini mereka sedang sarapan


''Iya Dadd, Nando akan belajar yang giat.'' jawabnya dengan semangat.


Semua senang mendengarnya tentu saja.


Moza pun beranjak dan ia segera berpamitan pada kedua orangtuanya . ''Momy Dadd, Moza ke sekolah dulu ya.'' pamitnya menyalami tangan Pricilla dan Ferro


''Ya sayang, Serius lah belajarnya ingat sebentar lagi kamu lulus SMA kan.'' kata Momy Pricilla mengingatkan


''Baik Momy, Moza akan lebih baik lagi belajarnya akan selalu serius demi kalian.'' kata Moza semangat


''Iya, tapi ini semua untuk mu agar nanti kau menjadi wanita karir ya.'' ucap Ferro


''Iya Dadd.'' angguk Moza paham


Pricilla mengantarkan dua anaknya ke mobil yang akan segera berangkat sekolah.

__ADS_1


''Hati-hati ya sayang, Nando di sekolah jangan nakal belajar yang benar!'' mengingatkan Fernando.


''Baiik Momy Nando paham.'' angguk anak kecil mengemas itu.


Saat ini, Nando dan juga Abian sekolah di tempat yang sama dan di kelas yang sama pula, karena umur mereka ini tidak beda Jauh. Sementara Keyla dia sidah naik kelas karena umurnya satu tahun di atas Abian dan Nando.


Dan Moza sama Keyla itu umurnya beda tujuh tahun,


Moza pun sudah sampai di halaman sekolah pun dengan Nando sudah lebih dulu sampai karena sekolahnya lebih dekat di banding sekolah SMA ini.


''Makasih Pak Tono.'' ucapnya pada sopir yang selalu mengantarkan nya.


''Iya sama-sama Non.'' balas pak Tono mengangguk


Lantas Moza segera masuk ke kelas karena hari pun sudah mau siang takutnya ia terlambat.


Di tengah perjalanan tak sengaja Moza bertabrakan dengan seorang murid laki-laki.


''Aduhh..'' Moza pun memekik kaget ia sampai duduk saking kerasnya laki-laki itu menubruknya tadi.


''Ehh Sorry.'' ucapnya laki-laki itu lalu dia berdiri dan ia mengulurkan tangannya membantu Moza berdiri ''Ayo aku bantu bangun.'' ucapnya lagi


''Hei ayo aku bantu.'' ucap laki-laki itu kembali ia pun merasa aneh karena Moza hanya diam saja.


Lalu Moza menerima uluran tangan anak laki-laki tadi .


''Sorry ya tadi aku tidak sengaja menabrak bahu kamu.'' ujarnya ramah


''Iya tidak apa-apa kok.'' balas Moza menatap anak laki-laki tadi


''Yasudah aku ke sana dulu ya, dan sekali lagi maaf!'' dia ini sangat menyesal sepertinya karena sudah menubruk Moza tadi.


Moza hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu Moza melihat anak laki-laki yang menghilang pergi dengan terburu-buru sepertinya.


''Kayaknya aku baru melihat anak itu.'' gumam Moza

__ADS_1


''Juga seragamnya beda dengan sekolah ini, tapi ... sedang apa ya dia di sini, apa kabur dari sekolahnya?'' ujar Moza kembali bertanya tanya dan menebak.


Moza pun tak lagi memikirkan siapa murid laki-laki itu dia lebih memilih melanjutkan langkah hingga akhirnya Moza sudah sampai di bangku nya.


''Eh, Lisa kamu sudah datang.'' Moza menyapa teman sebangku nya lebih tepatnya sahabatnya


''Iya Za, sudah dari tadi kamu tumben sedikit lambat?'' tanya Lisa teman Moza di sekolah


''Ah iya itu tadi ada urusan sebentar.'' bohong Moza


Moza pun duduk di kursi bangku nya, Lisa berbisik di telinga Moza.


''Za, kamu sudah tahu belum?'' bisik Lisa


''Belum, soal apa Lis?'' tanyanya sambil menggeleng


''Katanya nih ya Za, di sekolah kita ada murid baru lalu itu laki-laki yang keren dan tampan juga dia pindahan dari luar negeri.'' jelasnya Lisa memberi tahu Moza.


''Ohh..'' tapi tanggapan Moza hanya Oh saja!


''Ohhhh,'' Lisa mengejek Moza


''Kamu hanya jawab oh doang Za? Kamu gak ada penasaran nya gitu hm?'' Lisa menatap heran pada Moza padahal yang lain itu selalu heboh dan penasaran soal anak laki-laki di sekolah ini.


''Ya lalu harus bagaimana lagi Lis? masa harus teriak-teriak, kan nanti juga kamu dan aku bakal lihat bakal tahu, mungkin juga orang nya tidak se keren dan se tampan itu Lis.'' jawab Moza sambil bercanda


''Ah kamu mah selalu gitu jawabnya, kali-kali mah kamu penasaran banget gitu Za, kita ini sudah bukan lagi anak SMP kita sudah SMA sudah boleh lah kita sedikit suka pada lawan jenis.'' omel Lisa


''Iya, terserah kamu saja Lisa.'' balas Moza yang memang belum memikirkan soal laki-laki cita-cita dan juga karir nya ini masih harus di kejar dan masih panjang jalan hidupnya begitu prinsipnya Moza lagian Momy Pricilla tidak membolehkan dirinya untuk pacaran dulu di waktu masih sekolah..


*Besti...


othor mau menceritakan dulu soal Moza ya, gak apa-apa kan?


Jadi siapakah anak laki-laki yang pindahan dari luar negeri kata Lisa teman Moza,

__ADS_1


Ada di bab selanjutnya*..


Thanks you 💖💖


__ADS_2