
Gabriel anaknya Juna dan cucu dari nenek Mira. Setelah sampai di rumah, Gabriel langsung berpikir ada apa dengan orang tuanya dan juga keluarga yang tadi bertemu.
Gabriel sempat mendengar soal perjodohan, dan itu maksudnya perjodohan siapa? Sungguh Gabriel sangat bertanya-tanya dan penasaran.
Hingga kini harusnya dia sudah tertidur tapi rasanya susah untuk memejamkan mata. Karena Gabriel masih tak tenang soal masalah perjodohan siapa ?
''Ini sudah malam, tapi aku belum bisa tidur. Aku sangat penasaran siapa yang akan mereka jodohkan.'' ucap Gabriel berbicara sendiri.
Hingga akhirnya Gabriel mengiba memejamkan mata dengan sedikit memaksa untuk tidur. Karena ya hari sudah sangat larut.
⛅⛅
Kini hari sudah menjelang pagi.
Gabriel telah bangun sedari tadi, tapi tubuhnya terasa tak enak ketika bangun karena semalam dia kurang tidur akibat bergadang dan memikirkan satu hal.
Gabriel sudah mandi dan tubuhnya lebih fresh sekarang, pemuda itu pun berjalan menghampiri keduanya orang tuanya yang sedang makan.
''Pagi Ma, Pa'' sapanya lantas ikut duduk bergabung
''Iya pagi, kok tumben agak siangan Gab bangunannya.?'' tanya Mama Gabriel si orang Amerika asli yang tentunya orangnya sangat bule tapi sudah fasih dengan bahasa Indonesia.
''Iya Mam, tadi masih ngantuk '' alasan Gabriel
''Hm gitu, yaudah ayo makan.'' kata Mama
''Ya ma''
''Nak, kamu jadi kuliah di bagian management ?'' tanya Papa Juna sambil menatap Gabriel
''Iya jadi Pa.'' angguk Gabriel
''Ya baguslah Nak, agar nanti kau mengerti soal bisnis. Dan Papa juga ingin kamu nantinya bisa mengembangkan perusahaan keluarga kita.'' ucap Juna Papa Gabriel
__ADS_1
''Baik Pa, karena aku juga tertarik di bidang itu. Makanya aku memilih kuliah bagian itu.'' kata Gabriel memang ini adalah pilihan nya.
''Bagus Gab, tentu Papa senang dan mendukung kamu.''
Gabriel membalas dengan tersenyum.
''Pa, apa kita beritahu Gabriel sekarang saja soal perjodohan nya. Dia kan mungkin sudah besar cukup mengerti. Juga agar dia tak dekat dengan seseorang gitu Pa.'' bisik Caterin istri Juna.
''Kamu ada benar nya juga honey, mungkin memang sebaiknya kita beritahu dia.'' balas Juna
''Hmm.''
Kebetulan saat Papa Juna ingin bicara, dan ternyata Gabriel pun dia akan menanyakan sesuatu. ''Pa, Gabriel mau tanya soal makan malam kemarin. Gabriel sempat dengar soal perjodohan gitu, itu kalau boleh tahu sedang membicarakan perjodohan siapa ya?'' tanya Gabriel sangat pas dengan yang ingin Juna bicarakan pada Gabriel.
Juna menatap istrinya Caterin mereka pun saling tatap dan tersenyum kemudian.
''Pas banget Gab, Papa dan Mama memang ingin membahas soal perjodohan itu.'' ujar Mama nya Gabriel.
''Biar Papa mu yang bicara, ayo pa.''
''Gini Nak, kamu dengar tidak saat Nenek dan Oma Airin menyebutkan tentang perjodohan anak di antara kami?'' lebih dulu tanya Juna
''Hm ya pa, Gab dengar.''
''Nah, yang akan kami jodohkan itu kamu sama cucunya Oma Airin, begitu Gab.'' kini beritahu Papa Juna.
''A-apa, perjodohan aku. Pa?'' Gabriel shock tak menyangka bahwa yang mereka maksudkan adalah dirinya. Sungguh ini sangat konyol pikir Gabriel.
''Benar sayang, kamu akan kami jodohkan. Bagaimana menurut mu?'' kini tanya Mama bersuara
''Maaf Ma, Pa. Tapi jelas lah Gabriel menolak. Pertama Gabriel masih pelajar, lalu Mama dan papa tiba-tiba mau menjodohkan begitu. Bukan nya Papa ingin Gabriel sukses ? Lalu, apa semua ini Pa?'' ucap Gabriel tegas.
Penolakan Gabriel tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kedua orangtua nya itu. Mereka pikir Gabriel akan menerima nya, sebab sebelumnya Gabriel tak pernah menentang apapun keputusan dari orang tua. Yang Gabriel pikir itu memang kebaikan untuknya.
__ADS_1
Tapi kali ini Gabriel menolaknya.
''Sayang tenang dulu, memang di jodohkan. Namun bukan berarti pernikahan nya itu sekarang ini Nak, gak gitu. Ya maksudnya kami memberi tahu mu soal ini karena agar kamu gak dekat dengan siapapun lagi gitu Nak.'' ucap Mama mencoba memberikan pengertian pada Gabriel.
''Astaga Ma, Mama juga mendukung soal ini? Sejak kapan Mama ikut-ikutan tentang perjodohan, Pa . Ma , kita ini bukan lagi di jaman dulu.'' ujar Gabriel sangat kesal pastinya.
''Ok, begini saja kamu coba kenal dulu dengan calon istri mu itu ya. Bila tidak merasa cocok maka kami putuskan semuanya padamu.'' ucap Papa Juna
''Umurnya cucu Oma Airin berapa tahun Pa?'' tanya Gabriel.
''Itu Nak, umurnya masih Tiga belas tahun.''
''Apa? tiga belas tahun Pa. Astaga ini kacau sekali, Papa menjodohkan anak yang masih belum mengerti apa-apa, dan masih tak mengenal lawan jenis mungkin. Oh Good Pa, Ma. Maaf tapi apa yang di pikirkan kalian para orang tua ?'' Gabriel merasa ini tidak benar.
''Bukan seperti itu Nak, kami tak enak bila menolaknya karena Nenek mu dengan Tante Airin ingin hubungan persahabatan mereka tetap kokoh dengan menjodohkan para Cucu sehingga nantinya akan menjadi keluarga.'' jelas Juna
''Lah kenapa gak anak-anak mereka saja dulu yang di jodohkan Pa, bukan cucu nya. Yang jelas masih kecil ini.'' Ucap asal Gabriel
''Gabriel gak boleh begitu.'' tegur Mama tidak suka dengan nada bicaranya Gabriel.
''Maaf ma, habis aku tidak mengerti dan ya jujur aku merasa kesal.'' balas Gabriel mengatakan isi hatinya.
''Ya tidak mungkin lah kami yang dijodohkan maksudnya Papa kan? Orang anaknya Tante Airin kan ada dua, yang pertama Mbak Salsa jelas di atas Papa umurnya bahkan sudah menikah, lalu satu lagi Arsen, dia kan laki-laki masa kita mau di jodohkan. Ya tidak mungkin kan Gabriel.'' Papa menjelaskan.
''Tapi maaf pa, ma. Gabriel Sepertinya tetap tak bisa menerima semua ini. Pertama kami masih kecil dan kedua aku juga baru masuk kuliah belum bekerja. Juga aku ... Aku.'' mendadak lidahnya Gabriel terasa kelu susah untuk melanjutkan ucapannya lagi.
''Apa? Gab, kamu apa?'' tanya Papa menatap serius
''Aku ... Em, itu Pa.''
''Apa? apa kamu ... Ada yang sudah kamu sukai ?'' tanya Papa Juna menohok
''Hah , sukai?'' ulang Gabriel lirih tapi tiba-tiba ada satu bayangan seorang gadis tengah tersenyum padanya.
__ADS_1