Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Bahagia


__ADS_3

Pagi telah tiba sebelum kembali ke kota asal mereka. Pricilla dan Ferro menikmati dulu sarapan paginya yang akan menjadi sarapan terakhir di kota ini.


''Hati-hati dong sayang, kamu makan tuh sudah mirip bocah saja.'' ujar Ferro membersihkan makanan yang menempel di sisi bibir Pricilla dengan jarinya yang langsung di jilat ke mulutnya.


Mungkin bagi sebagian orang itu akan terasa jorok atau menjijikkan namun bagi Pricilla itu adalah hal yang termanis dalam hidupnya.


Tentu itu membuat Pricilla terpaku di tempatnya ia merasa terhipnotis dengan perlakuan manis Ferro. ''Makasih loh sayang'' Pricilla berkata dengan pipi kemerahan.


''Its Ok. Sama-sama.'' balas Ferro juga.


Kini sudah waktunya mereka berdua untuk ke bandara. Ferro menggandeng tangan Pricilla sambil berjalan menuju pesawat.


''Kamu lelah gak sayang?'' tanya Ferro melihat wajah sang istri yang nampak pucat itu.


Pricilla balas menatap Ferro lantas Pricilla menggelengkan kepala ''Tidak yank, kenapa ?'' bertanya balik


''Aku merasa khawatir padamu sayang, kau kelihatan pucat. You Ok ?'' tanya Ferro cemas


Pricilla segera menganggukkan kepalanya meyakinkan Ferro dirinya baik-baik saja. Hanya Pricilla meminta duduk dulu sebentar dan juga ia minta minum.


''Nih, di minum dulu.'' ujar Ferro memberikan minum pada Pricilla


Mereka duduk dulu sambil menunggu pemberangkatan.


''Yank, kalau kau sakit kita bisa balik lagi ke hotel besok kita bisa pulangnya '' ujar Ferro sangat khawatir


''Tidak sayang, aku baik-baik saja. percayalah aku tidak sakit kok, hanya butuh minum doang'' Pricilla coba tersenyum menenangkan.


''Yasudah,.''


Beberapa jam kemudian..


Sampai juga mereka di kota kelahiran.


Sudah ada mobil yang menunggu atau lebih tepatnya menjemput mereka di Bandara. Segera Ferro membawa Pricilla pulang. Karena Ferro melihat ada yang aneh dengan istrinya ini.

__ADS_1


Tiba di rumah.


Pricilla meminta untuk tidur dan tak ingin di ganggu dulu dengan alasan ia capek sehabis perjalanan tadi yang mereka lalui..


Ferro pun sudah pasti tidak akan mengganggu istirahatnya sang istri Ferro tahu Pricilla sedang tak baik-baik saja.


tringggg


Ponselnya Ferro berbunyi lagi Ferro pun melihat nya itu Nenek Moza melakukan panggilan.


[Ya halo Bu.] ucap Ferro


[Nak, kalian kapan pulang dari Bali ?] tanya Ibu Fatimah di sebrang telpon nada suaranya sangat jelas terdengar cemas.


[Kami sudah pulang kok Bu,] jawab Ferro.


[Ah benarkah Nak, syukurlah kalau memang sudah kembali. Nak, sekali lagi ibu meminta tolong padamu. Tolong bawa lagi Moza kesini Nak, Karena ibu merasa khawatir dia tinggal dengan ibunya yang sebelumnya mereka tak dekat.] dengan penuh permohonan Bu Fatimah berkata pada Ferro.


[Ya baiklah Bu, saya akan segera membawa Moza kembali. Ibu juga harap tenanglah dan jangan terlalu banyak pikiran ya Bu, saya akan usahakan untuk membawa Moza pulang. Dan ya, Tolong kirim alamat ibunya Moza.] pinta Ferro


[Baik Nak, nanti ibu kirimkan dan Ibu ucap kan terima kasih banyak Nak, sudah mau membantu ibu.']


Setelah itu panggilan terputus.


Lalu tak lama ada pesan masuk rupanya Ibu Fatimah sudah mengirimkan alamat rumah Mama kandung Moza.


Ferro melihat lagi pada sang istri yang masih tertidur pulas. Ferro pun memutuskan untuk besok saja ia pergi ke rumah yang tadi Bu Fatimah sebutkan hari ini dia akan mengistirahatkan dulu badannya yang merasa capek juga sehabis berpergian.


Di lain tempat.


Lebih tepatnya di kediaman ADrian.


Adrian mau berangkat ke kaffe tapi lebih dulu ia mengajak main anaknya si jagoan yang Sudah mulai jelas melihat dan sudah mulai tersenyum bila di ajak bicara.


''Anak Papi, sudah bisa ketawa ya Nak?'' tanya Adrian sang anak pun membalas dengan tertawa

__ADS_1


''Mas, Maura dan Arsen lagi di rumah Daddy merasa sedang menginap'' ucap Salsa yang mengatakan pada Adrian tentang Maura Arsen.


''Oh ya sejak kapan mereka kesana?'' tahya Adrian menatap Salsa sekilas lalu kembali tersenyum pada anaknya.


''Dua hari yang lalu, terus katanya Nenek merasa sedih --''


''Kok sedih?'' Adrian cepat memotong dengan wajah penuh tanya.


''Ya Nenek sedih karena kita sudah jarang menemui nenek, jadi nenek merasa sedih merasa kesepian. gitu tadi yang Maura katakan'' dan Salsa jadi ikut murung.


''Nanti kita main kesna juga ya, setelah jagoan kita berumur dua bulan.'' Karena anak mereka ini masih kecil untuk di ajak jalan-jalan jauh. kasihan


Salsa mengangguk saja walaupun tak bisa bohongi wajah dan juga hatinya tengah bersedih mendengar sang Nenek merasa kesepian tanpa mereka cucu- Cucunya.


''Sabar sayang, kalau perlu kita ajak Nenek untuk tinggal di sini.'' bujuk Adrian


''Hm benarkah?'' menatap Adrian


''Tentu, bila itu membuat mu bahagia'' balas Andrian akan melakukan apapun untuk kebahagiaan istri tercintanya.


''Terima kasih'' ucap tulus Salsa


''Hm sama-sama'' dan saling memeluk.


*beruntung nya aku memilikimu.


Aku, akan selalu membuat mu tersenyum dan aku juga berjanji akan membuat mu selalu bahagia.


Aku mencintaimu suamiku.


Aku pun mencintai mu istriku*..


Lanjut ke eehmmm ehkemm,Ya gak deh kan belum Empat puluh hari 😆😌


Tunda dulu sayang..!

__ADS_1


Ayo kasih saran-saran agar gak muter-muter..!


kasih saran nama juga boleh!


__ADS_2