Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
28


__ADS_3

Seseorang tengah memendam rasa bencinya Kepada dua pasangan, yang tengah enak-enakan bahagia,


wanita itu tahu akan kabar kehamilan Salsa, semakin benci lah dia,


''Aku tidak akan bisa membiarkan kebahagiaan kalian semakin hari semakin terlihat..''


''Sudah cukup, aku selama ini diam, dan tak melakukan apapun kepada KALIAN''


''Adrian, berani sekali kau, menikahi wanita itu, dan menolak menikah dengan ku,''


Matanya semakin melotot sambil melihat foto pasangan suami istri ini,


Dan dia adalah Wina, Wina tiba-tiba hadir, dan tidak suka dengan kebahagiaan Salsa dengan Adrian,


Secara Wina pikir, karena ulah Salsa, Wina mendapatkan hinaan, juga Adrian sampai menolak menikahinya,


Entahlah, apa maunya wanita ini, yang jelas dirinya ada dendam pada Salsa..


''Kau punya rencana apa?''.tanya seseorang


''Kali ini, rencanaku sedikit ringan, namun aku ingin kau, melakukan nya dengan keberhasilan,!''


''Apa yang kau rencanakan?''


Lalu wanita itu yang tak lain adalah Wina, membisikkan sesuatu kepada seseorang itu,


''Apa akan berhasil?''


''Harus dong, kau harus melakukan itu dengan sangat baik, agar rencana ku berhasil.'' ujar Wina

__ADS_1


''Baiklah, nanti ku coba.''


Lalu keduanya bertos ria..dan saling tertawa jahat .


*


"Aduh, geli.." ucap seorang wanita yang sedang mencoba menetein anaknya.


"Kenapa kak?" tanya sang suami muda,


"Ini, Ar, duh kok geli gini ya, saat Keyla mau nete putingnya aku." jelas Maura,


"Geli nya kaya gimana kak?" tanya Arsen lagi


"Ya, pokoknya gitu lah, geli."


"Ah kamu ini, gimana ya bilangnya sudah di bilangin nya, " kata Maura .


Arsen, adalah suaminya, tapi, Arsen sangat menghargai Maura yang lebih tua darinya, walau sebenarnya, Arsen lah kepala keluarga di dalam Rumah tangga mereka, tapi Arsen masih menghormati Maura, sehingga dia masih memanggilnya dengan sebutan Kakak.


Dan disini, tidak ada yang menuntut untuk ini, untuk itu.. semua biarlah berjalan dengan sendirinya, asal kepercayaan yang harus di utamakan..


Maura tidak keberatan kalau Arsen, mau memanggilnya dengan sebutan nama, tapi Arsen merasa itu tidak lah Sopan.


"Emm, sayang, aduh kok Mama geli ini sayang haha" kata MAURA Kepada anaknya sesekali dia tertawa geli . hal itu wajar, karena ini pertama kali untuknya.


Arsen jadi ikut meringis, mungkin bukan geli tapi sakit pikir Arsen,


"Anak Ayah, jangan buat Mama mu kesakitan sayang" kata Arsen dengan menciumi tangan baby Keyla .

__ADS_1


Dan sang anak tak merespon, karena masih kecil, dia hanya asik saja dengan menghisap ****** ibunya.


"Kak," Arsen memanggil .


"Hhm." balas Maura menatap Arsen


"terima kasih ya, sudah memberikan anak yang sangat lucu untukku, dan terima kasih sudah mau berjuang melawan sakit, saat melahirkan nya ke dunia ini." ucap Arsen sangat dalam .


Maura tersenyum manis merespon perkataan Arsen, lalu ia berkata "Iya Ar, ini juga sudah tugas ku, untuk melahirkan nya, jangan lupa, dia ini putriku juga" canda Maura


"Ah iya bener, iya, dia putri kita .


Tatapan keduanya masih saling pandang.. menyiratkan rindu yang sudah lama tak mereka lakukan di peraduan..


Semakin dekat wajah pria itu, semakin berdetak kencang jantung Maura, Arsen terus mendapatkan wajahnya, tatapannya beralih ke bibir ranum milik Maura, Yang belum dia rasakan saat sadar, kenapa seperti itu?


Karena, pada saat mereka awal menikah dulu, hingga saat mereka sudah saling menerima pernikahan, tidak sekali pun Arsen meminta hak nya, karena Arsen Ingin melakukan nya setelah baby Keyla hadir,


Itu yang Arsen katakan dulu, saat dia miliki menerima Maura..


Hampir saja bibir itu sedikit lagi menyentuh bibir Maura, namun tiba-tiba


"Oeeeek ooekk.."


Oh ****, anaknya menangis karena ****** ibunya terlepas dari bibirnya yang mungil..


baby Keyla kepalanya kesana kemari, mencari ASI-nya lagi,


Maura menatap Arsen begitu sebaliknya, lalu keduanya tertawa sangat lucu plus malu.. malu karena tidak jadi berciuman, padahal ingin Eh!

__ADS_1


__ADS_2