
''Bagaimana ini sayang, Mama nanyain soal keputusan mu yang menerima atau tidak soal perjodohan ini?'' suatu malam Maura mengajak bicara pada Arsen suaminya.
Yang memang Arsen sampai saat ini belum juga memutuskan jawaban antara menerima perjodohan ataupun menolak.
Kini Maura mendapatkan pesan lagi dari Mama Airin .
''Mama itu apa-apaan sih ya, kok masih saja kukuh ingin menjodohkan anak yang jelas-jelas masih kecil, bahkan mungkin mereka juga akan menolak. Lagian di jaman sekarang sudah tahun 2023 juga masih ada jodoh- jodohkan, aneh kan.'' kembali ucap Arsen masih belum bisa menunjukkan penolakan nya .
''Yaudah kamu keremu Mama lah ke rumah besar, kamu bicarakan dengan Mama. Tapi mungkin anak itu beneran baik tuh buktinya Mama sampai kukuh ingin menikahkan nya dengan Keyla. Ah atau bagaimana kita ketemu juga dengan keluarganya dulu juga kita lihat anak itu gimana ?'' usul Maura dengan menatap Arsen.
''Ya mungkin sebaiknya itu yang kita lakukan. Aku gak bisa memberikan anakku ke sembarang orang'' ucap Arsen walaupun tahu Tante Mira adalah teman Mama Airin yang baik. Tapi Arsen tak terlalu kenal dengan menantu atau anaknya Tante Mira ini juga cucunya yang mungkin menjadi suami Keyla, Arsen harus tahu dulu dari sekarang.
''Kita buat janji untuk ketemu saja ya '' kata Maura
''Hmm, kamu atur saja waktunya aku ikut kamu saja.'' jawab Arsen menyerahkan pada sang istri.
Ohhh ya, Arsen ini meneruskan perusahaan sang Daddy yaitu Erik menjadi CEO nya di kantor. Sementara itu Erik yang sudah tak lagi muda namun Daddy Erik masih menjadi direktur utama nya.
***
Tak waktu lama, Maura mengabarkan pada Mama mertuanya bahwa Arsen dan juga dirinya ingin bertemu langsung dulu dengan keluarga yang akan di jodohkan dengan Keyla anak mereka.
[Halo Ma.] ucap Maura di telepon
[Ya Ra ?] balas Mama Airin
[Ma, kami ingin bertemu dengan anaknya Tante Mira. Mama bisa ngabarin dulu Tante Mira nya kan ma.]
[Ohh iya tentu bisa Ra, yaudah Mama kabarin dulu ke Mira ok]
[Iya ma, makasih.]
[Ya sayang. ]
__ADS_1
Maka sekarang mereka pun makan malam di restoran tempat yang sudah Mama Airin dan Tante Mira siapkan untuk pertemuan keluarga kali ini.
Di meja yang telah di pesan pun sudah ada Airin dengan Tante Mira tak lupa, ada anaknya Tante Mira yaitu Juna. Juna ini umurnya tak terlalu jauh dari Arsen,tak lupa istrinya Caterin hadir beserta anak laki-laki Mereka pun turut hadir.
"Maaf ya, kami baru sampai." ucap Maura di ikuti Arsen memang keduanya baru hadir.
[Ohh iya gak apa-apa Maura, Ar." Tante Mira yang menjawab.
"Ayo sini gabung." ajaknya lagi
"Iya Tan. gimana kabar nya Tante dan Om?" tanya Arsen menyalami tangan Mira dan Radit suaminya. Lalu bersalaman dengan Juna, Caterin. Dan satu anak laki-laki.
"Kami baik Ar, bagaimana dengan kalian berdua?" balas Tante Mira ngejawab serta bertanya balik.
"Ya kita pun baik Tan."
"Syukurlah ya Ar."
"Juna, kenalkan ini anaknya Tante Airin serta ini istrinya Maura." Mira pun mengenalkan mereka semua barangkali sudah lupa kar lama tidak bertemu.
"Oh Hay." sapa Juna dan istri
" Ya Hay." balas Arsen dan Maura
"Eh iya Ra, mana Keyla. kenapa gak di ajak?" tanya Mira saat hanya melihat orangtuanya saja yang datang.
"Iya maaf Tante, Keyla tadi sudah kami ajak tapi dia tidak mau ikut katanya nunggu di rumah saja. Oh iya apa ini, anaknya Juna dan istri, cucu Tante?" kini Maura menanyakan pada satu anak laki-laki di hadapan nya yang ikut hadir.
"Hmm benar, ini Gabriel anaknya Juna dan cucu Tante, Gabriel kenalkan ini tante Maura dan Om Arsen, mereka ini anaknya Oma Airin."' balas Mira memberi tahu, lalu mengenalkan Gabriel.
"Tante, Om . Salam kenal." ucap Gabriel menyalami lagi tangan Maura dan Arsen, walaupun tadi sudah bersalaman.
"iya nak salam kenal, dulu Tante pernah lihat kamu tapi kamu dulu nya masih kecil loh masih segini, ehh sekarang kamu sudah besar saja ya ampun. Tante pangling loh lihat kamu sekarang." ucap Maura pada Gabriel.
__ADS_1
"Hehehe Tante bisa saja." Arsen menanggapi dengan tersenyum.
Kemudian semuanya pun melanjutkan dengan obrolan ringan . Lalu saat Airin menyeletuk dengan menanyakan soal ini pertemuan ini.
"Semua sudah bertemu kan, jadi gimana nih keputusannya apakah rencana itu kita lanjutkan atau tidak?" tanya Mama Airin sangat berharap dengan perjodohan ini.
"Bagaimana Juna, Arsen. Apakah kalian sudah dapat memutuskan?" lanjut tanya Mira
Arsen dan Juna pun saling tatap dulu, kemudian keduanya mengangguk sebagai jawaban bahwa mereka menerima soal perjodohan ini.
Airin dan Mira pun tersenyum senang dan mereka langsung berpelukan.
"Jadi semua telah setuju ya, dengan perjodohan ini.?" ucap Airin
"Ya kami setuju" balas Arsen dengan Juna barengan
"Baik, Mama senang mendengarnya."
"Tapi ma, apa tidak apa-apa di jodohkan sedangkan mereka belum mengerti.?" ada rasa cemas di hati Arsen.
"Gak apa-apa Ar, nanti setelah waktunya mereka dewasa kita langsung beritahu soal ini." kata Airin lalu Airin menatap Gabriel.
"Mir, Gabriel ini kan dia sudah mau kuliah apa dia sudah mengerti?" bisik Airin.
"Mungkin iya dia mengerti."
"Apa kita beritahu dia sekarang saja. Sekalian agar jagain jodohnya gitu." kembali bisik Airin
Mira mengangguk , "Biar nanti di rumah aku bicarakan ini dengan Gabriel." ujar Mira
"Yasudah..' Airin paham.
Setelah pertemuan tadi. MAURA dan Arsen mengenal kalau keluarga yang akan di jodohkan dengan anaknya nanti mereka orangnya humbel dan juga baik, apalagi Gabriel walaupun dia lama menetap di luar negeri, tapi rasa hormat pada orang tua itu melekat di diri Gabriel dan itu membuat Arsen juga Maura senang melihat itu. Mereka yakim Gabriel ini anak yang baik dan punya rasa Sopan.
__ADS_1