
Setelah kelulusan sekolah, tentu semua murid akan libur panjang. Begitupun dengan Moza , juga adik-adiknya seperti Nando, dan dua adiknya yaitu Keyla dan Abian.
''Dad, hari ini aku mau ajak anak-anak ke rumah Maura mumpung mereka libur.'' Pricilla meminta ijin terlebih dahulu pada Ferro.
''Iya Mom pergilah, ajak anak-anak.'' balas Ferro mengijinkan.
''Baiklah Dad, nanti siang aku pergi.''
''Hmm yasudah, aku berangkat dulu ya sayang'' pamit Ferro dia mau berangkat ke kantor hukum.
''Iya Dad, hati-hati ya. Ingat jangan macam-macam di sana.'' pesan Pricilla
''Hm tidak akan lah sayang, aku akan selalu ingat padamu'' ujar Ferro
''Yaudah aku pergi muahhh'' Ferro mencium kening Pricilla.
''Dahhhh...'' Pricilla melambaikan tangan pada Ferro.
Moza di di dalam kamar dia sedang berada di balkon yang bisa melihat ke bawah, Moza melihat kedua orangtuanya. Yang selalu mesra padahal umur mereka sudah tak muda lagi. Tapi kasih sayang mereka ini selalu tercurah pada anak-anak juga kepada mereka masing-masing.
Moza pun tersenyum dan merasa hangat. 'Bila kelak aku menikah dan mempunyai suami, aku ingin memiliki suami seperti Daddy yang setia dan juga menyayangi Momy juga kami anak-anaknya.' begitu harapan Moza saat nanti dia mendapatkan pasangannya ingin yang seperti Ferro.
''Za, sedang apa?'' kini Pricilla datang ke kamar Moza Putri tertuanya.
''Eh Mom, gak sedang apa-apa kok Mom, Moza lagi menikmati pagi hari saja'' jawabnya Moza dengan tersenyum.
''Oh gitu, iya memang Za. Pagi hari itu waktu yang indah untuk dinikmatin.'' balas Pricilla
'Hm benar Mom.'' angguk Moza
''Momy kesini mau bilang kamu sebentar lagi siap-siap ya.!''
''Memang kita mau kemana Mom?'' tanya Moza
''Momy rencananya mau ajak kamu ke rumahnya Tante Maura, Za.'' jelas Pricilla mengatakan.
''Jadi kita mau main ke sana Mom.'' antusias Moza
''Iya, makanya siap-siap ya.'' ucap Pricilla
__ADS_1
''Asikkkk, Iya Mom baiklah.'' kata Moza
**
Kini Pricilla dan anak anaknya sudah sampai di rumah Maura, di sana juga rupanya ada Salsa sudah datang karena mereka ini janjian akan ngumpul di rumah Maura beserta anak mereka.
''Halo Tante Ra, Tante Sa.'' ucap Moza di ikuti Nando di belakang juga menyalami Maura dan Salsa.
''Iya halo juga sayang, Nando Moza.'' ucap Maura
''Bagaimana kabar kalian ponakan Tante ?'' tanya Salsa.
''Kami baik Tante.'' jawab Moza dan Nando sama-sama.
''Gue gak di tanya juga nih?''iseng Pricilla
''Ya baiklah, gimana dengan kabar nya Lo Cill ?'' tanya Salsa
''Hm seperti yang terlihat gue sedang baik-baik saja, kalian gimana ?'' balas Pricilla menanyakan kabar dua sahabatnya.
''Gue baik'' ucap Maura
Mereka pun duduk sambil ngobrol-ngobrol lagi.
''Moza, katanya kamu juara ke satu ya Za ?'' tanya Maura
Moza yang sedang bermain dengan Keyla pun menoleh ketika dia di panggil oleh Maura. ''Iya Tante, Akhirnya Moza dapat juara satu.'' jawabnya dengan wajah yang penuh kebahagiaan.
Maura dan Salsa balas ikut tersenyum senang mendengarnya hal ini. ''Bagus itu Za, kami bangga padamu kamu ini adalah anak yang pintar dan baik kamu bisa membuat Momy dan Daddy mu bangga.'' ucap Maura
''Iya benar Nak, kami pun sangat bangga padamu.'' sahut Salsa.
''Terima kasih Tante Sa, Tante Ra.'' ucap Moza tulus
Maura dengan Salsa mengangguk..
''Tuh Key, Bi, Do. Kalian ikutin contoh Kakak Moza dia ini menjadi anak yang pintar dan rajin, kalian juga harus sama rajin belajar nya ya agar pintar seperti kak Moza.'' ucap Salsa pada anaknya dan dua ponakannya.
''Iya , Mami aku juga mau belajar kaya kak Moza biar bisa membanggakan Ayah dan Bunda.'' ucap Keyla menyahut. Sementara Nando dengan Abian mereka hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Kini giliran tiga orang tua mereka yang mengontrol kembali tentu dengan pembahasan orang dewasa.
''Ra, kemarin Mama datang ke sini katanya iya Ra ?'' tanya Salsa
''Hm iya bener Sa, dan Lo berdua tahu gak kalau Mama Airin kesini ada tujuan loh.'' kata Maura.
''Iya sih gue juga dengar dari Mama.'' timpal Salsa
''Tunggu dulu memang apa yang di bicarakan Tante Airin Ra ?'' Pricilla tak mengerti dan dia ingin kejelasan.
Lalu Maura pun mengatakan semuanya bahwa Mama mertuanya itu akan menjodohkan Keyla dengan cucu dari sahabatnya yaitu Tante Mira. Mereka pun mengenal Mira.
''Apa? jadi Lo akan segera dapat menantu gitu Ra ?'' Pricilla memekik terkejut dia sampai berteriak tak sadar
''Ssstttt, Lo bicaranya jangan keras-keras dong.'' omel Maura
''Mom ada apa?'' tuh bahkan anak-anak sampai menatap pada mereka.
''Ah tidak ada sayang, ayo lanjutkan main.'' jawab Pricilla dengan tertawa. dia lupa
''Iya Cill, kemarin Mama sudah beritahu gue memang Mama kukuh ingin jodohkan Keyla dengan cucu Tante Mira.'' kata Salsa.
''Tapi gak sekarang-sekarang juga kan mereka di nikahin nya ?'' tanya Pricilla cemas
''Ya nggak lah, gue ini masih waras dia itu masih anak bolon. Gak mungkin gue nikahkan sekarang, Mama bilang sih nunggu mereka sudah gede dan Sudah ada karir tentu lulus sekolah.'' kata Maura
''Oh iya itu bagus, eh tapi anak lakinya ini umur berapa ?'' kembali tanya Pricilla
''Kayaknya sih seumuran Moza, karena dia baru kelulusan.'' beritahu Maura.
''Ooh jadi nantinya Keyla sama anak itu beda tujuh tahunan ya.''
''Hm iya, ''
''Namanya siapa tuh, calon menantu mu.? Hmmm yang akan punya mantu'' goda Pricilla
''Namanya ... kalau gak salah sih Gabriel, iya itu namanya.'' jawab Maura
''Ooohh , Gabriel..!'' Pricilla manggut-manggut.
__ADS_1
Lalu saat Pricilla menyebutkan nama itu nama Gabriel, Moza refleks dia langsung menengok pada sang Momy. Kok aku tadi kayak denger Momy sebut-sebut nama Gabriel ya, Apa ... itu Gabriel Heinze teman sekelas ku? ahh gak mungkin, kan nama seperti Gabriel ini banyak. ucap batin Moza tapi dia cukup penasaran saat tadi Pricilla menyebutkan nama itu..