Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
41


__ADS_3

Masss Adrian lagi menatap Salsa yang baru keluar dari butik, Mas Adrian juga tengah duduk manis sambil melihat calon istrinya ini yang sedang berjalan mendekatinya..



Saat itu, mereka benar-benar tampak sangat saling bahagia, Namun kini keadaan keduanya tengah berubah menjadi ketegangan..


Karena, soal Adrian yang kedapatan diduga sedang tidur bersama seorang wanita di suatu apartemen !


''Sayang, tolong percayalah padaku, Aku tak mungkin melakukan itu sayang'' pinta Adrian agar Salsa percaya padanya.


Salsa hanya bergeming dengan air mata masih menetes di pipinya, Beberapa kali Salsa menepis Air mata nya dengan kasar, sungguh Salsa tak ingin menunjukkan kesedihan nya di hadapan orang asing.


Tapi sialnya , air matanya justru semakin deras keluar..


''Sayang tolong lihatlah aku, dan katakan kau percaya padaku kan? ''


''Sa, ayo katakan, jangan diam saja!'' Adrian memegang tangan Salsa agar Salsa berbicara.


''Lepaskan! Aku gak tahu harus percaya padamu atau gak,hikss'' Salsa menangis.


''Apa maksudmu, bicara seperti itu? apakah kau tak mempercayai Aku'' bentak Adrian karena dia merasa kesal dengan jawaban Salsa, Karena yang di butuhkan Adrian sekarang adalah kepercayaan Salsa.''


''Kenapa kau membentak ku, harusnya di sini aku yang marah Drian, aku yang harusnya marah padamu'' balas Salsa tak kalah tinggi suaranya.


Adrian semakin frustasi, ''Arggghh sialll....'' ia menjambak rambutnya sendiri, benar-benar kacau kondisi Adrian.


''Hikss, kau tega membentak ku, bahkan kau dan wanita itu..-''


''Stop, kalau kau tak mau percaya padaku silakan, silahkan Sa, tapi ingat aku sudah berkata jujur, Aku tak mungkin melakukan hal hina itu,'' ujar Adrian tegas .

__ADS_1


Salsabila menggeleng kepala berkali-kali, Ya dia juga tak ingin mempercayai semua ini, Tapi Kenapa bisa di Vidio itu,, kenapa?


Saat itu juga Salsa langsung berlalu pergi, meninggalkan mereka ber empat..


''Sa, tunggu, Lo mau kemana?'' teriak Pricilla memanggil Salsa dengan cemas.


''Dri, kejar dia!'' suruh Ferro.


Tapi Adrian hanya bergeming, ''Ah payah Lo'' umpat Ferro lantas ikut mengejar Salsa dan Pricilla.


''Sa.. tungguin gue, Lo mau kemana?'


''Sa, ingat Lo lagi mengandung Sa, jangan lari...'' peringat Pricilla .


Saat mendengar perkataan Pricilla barusan, Salsa pun langsung duduk saat itu juga. Salsabila menangis Meraung tak perduli dengan orang-orang yang menatap aneh padanya.


''Hiks, hiks, Dia jahat sama gue, dia tega..''.


''Cill, gue gak nyangka hikss, dia bisa melakukan itu.'' adunya Kepada Pricilla


''Sa, Lo serius melihat tuh Vidio itu adalah Adrian?'' tanya Pricilla memastikan.


Tapi Salsa tak langsung menjawab apa-apa.!


''Sa jawab, benar gak itu si Adrian.?'' tanya Pricilla lagi.


''Mungkin iya..'' jawab Salsa tak meyakinkan.


Salsa menatap pada Pricilla dengan suatu isyarat, Pricilla pun mengangguk mengerti.. ''Baiklah'' ujar Pricilla dengan tanpa nada

__ADS_1


''Ayo kita pulang ya.'' ajaknya


''Gue benci sama si Adrian gue benci...'' Salsa berteriak keras .


Pricilla membantu Salsa berdiri, dan mereka berjalan menuju luar apartemen..


Sementara itu, Adrian sangat-sangat tak mengerti, dengan apa yang sudah terjadi kepadanya , Karena jujur Adrian tak mengingat apapun. Adrian Seperti orang bodoh


Yang tiba-tiba berada di tempat yang tak pernah ia datangi Sebelumnya, Adrian merenung sendiri..


Lalu tiba-tiba ada sepasang tangan bergelayut di bahunya, Adrian segera menatap tajam, Dan Stella pelakunya tengah menggoda Adrian, dengan mengusap bahu Adrian sambil tersenyum.


''Singkirkan tangan sialan mu itu wanita murahan.'' sentak Adrian. dengan mendorong badan Stella agar menjauh darinya.


''Wow, wow! Kau manis sekali Mas, kau begitu sangat menantang!'' kata Stella genit .


''Pergi kau!''


''Pergi? kenapa aku harus pergi, inikan apartemen ku!'' balas Stella tertawa puas, lalu dengan tak tahu malu, ia mendekati Adrian dan ingin duduk di pangkuan Adrian.


''Sialannn menyingkirlah ******'' umpat Adrian kini Adrian tak main-main, dia menyingkirkan Stella dengan kasar sampai Stella terjatuh ke lantai yang dingin.


''Aduhh, pantat gue sakit..'' ia Meraung kesakitan, Adrian tak peduli, ia segera pergi dari tempat sialann ini.


Tapi sebelum pergi, Adrian mencekal dagu wanita ini dengan kasar, Lalu berkata ''Jangan kau berani-berani sekali lagi mengusik rumah tanggaku kalau kau tak mau hidupmu dalam masalah'' ancamnya. Adrian menepis tangan nya dengan kasar


tapi Stella tak menunjukkan kesakitan, dia justru kembali tertawa ''Hahaa, aku tak takut tuan.. Karena justru sekarang ini yang harus kau urusi itu istri bodoh mu, Oh ya tinggalkan saja wanita itu, dan mari tidur lagi bersamaku!'' Ucap Stella.


Adrian kembali mendekati Stella, tatapannya begitu menusuk, Adrian marah dan Plakk

__ADS_1


Tamparan itu di terima langsung oleh pipi Stella dari jari tangan Adrian langsung, ''Tak ada yang bisa menggantikan Istriku oleh siapapun apalagi oleh wanita murahan Seperti mu.''


''Siall, perrih'' mengusap pipinya, rupanya tak semudah itu bisa menaklukkan Adrian.


__ADS_2