
Memang rencana licik mereka sudah berhasil membuat Salsa marah besar sampai menangis saat melihat Adrian suaminya tengah tidur dengan saling memeluk,
Juga rencana mereka yang memberikan obat bius dari minuman yang Adrian minum saat Fani memberikan nya,. Rupanya itu sudah di campur dengan obat bisa menyebabkan kehilangan ingatan sesaat sebelum kejadian terjadi.
Entah dari mana, Wina dan kawan-kawan bisa mendapatkan obat seperti itu, namun ini obat memang cukup mahal.
Sehingga benar saja Adrian akan lupa sebelum kejadian dirinya tidur di apartemen orang bersama wanita yang tak di kenalnya mengaku-ngaku sudah tidur dengannya..
Sekarang mereka bertiga tengah berkumpul dengan tak lupa minuman selalu tersedia di atas meja .
''Win, Lo harus baya gue doble!'' ujar Stella kepada Wina sambil menyeruput minumannya.
''Kenapa doble?'' tanya Wina si dalang utamanya.
''Kenapa kenapa, nih lihat nih! pipi gue bengkak '' pekik Stella sambil menunjukkan pipinya
''Ada apa dengan pipi Lo ?'' tanya Wina lagi yang belum tahu kejadian
''Ini semua gara-gara mantan calon suami Lo, dia nampar gue , sakit banget sialann!'' jelas Stella sambil mengusap lagi pipinya.
''Kenapa bisa Lo di tampok begitu sama dia?'' Wina penasaran
''Gue kira tuh laki bakal mudah gue goda, Eh tau taunya saat gue deketin dan goda malah kena pukul pipi gue, juga dia mendorong badan gue, Ampe sakit nih pantat gue . Huh kurang ajar banget kan!'' kata Stella lagi sambil kesal menggebu-gebu.
Bukannya prihatin malah tertawa puas dua wanita ini. ''Hahaaa, apa Stel, Lo di tampar sama si Adrian, hahaa... Gimana rasanya stell sakit gak tuh?''
''Hahaaa, iya gak kebayang sih gimana sakitnya itu '' Fani ikut menyahut.
__ADS_1
''Ah sialan Lo berdua, gak berprikemanusiaan banget Lo.. gue lagi kesakitan Lo berdua malah ngetawain gue ya. Awas kalian '' dengus Stella bertambah kesal saja kan jadinya.
''Ya Sorry Stell, habis cerita Lo ini kok seru juga jadi kebayang wajah Lo waktu di timpuk tuh pipi oleh si Adrian '' kembali Wina mengejek Stella.
''Emang sialan Lo mah'' Stella pun menimpuk Wina dengan bantal sofa.
*
"Ar, kamu sudah dengar belum soal Salsa?" kata Maura berbicara pada Arsen, kini keduanya sudah bersiap ingin tidur , namun tadi saat Arsen lagi mandi, Pricilla ada mengubungi Maura dan menceritakan yang terjadi kepada Salsa dan Adrian.
"Kak Salsa, Kenapa dengannya Kak, Aku gak tahu. Apa terjadi sesuatu padanya?" jelas sekali terlihat Arsen langsung panik dan cemas takut ada apa-apa dengan kakaknya ini.
"Itu Ar, tadi si Cicill hubungi Aku kesini, dan bilang katanya Salsa dan Adrian lagi ada masalah" beritahu Maura.
"Ada masalah gimana Kak?" Arsen meminta penjelasan lebih.
"Kenapa bisa, kak Adrian berbuat seperti itu kepada kakak ku!" katanya lagi
"Ar tenanglah, Adrian gak mungkin Melakukan itu pada Salsa!" Maura menenangkan.
"Gak mungkin gimana, kakak sendiri barusan bilang kalau kak Adrian meniduri wanita di suatu apartemen?" kini Arsen benar marah merasa tak terima.
"Ish, jangan dulu emosi.. Iya memang benar awalnya tuh Seperti itu, tapi, yang sebenarnya terjadi itu, si Adrian di jebak. Karena Adrian sendiri gak ingat apapun. tau tau saja dia sudah berada di apartemen itu!" jelas Maura.
"Di jebak?"
Maura mengangguk
__ADS_1
"Terus apa motif nya orang ini yang jebak kak Adrian?" tanya Arsen kembali
kini Maura menggeleng, "Gak tahu, mereka juga belum ada yang tahu maksud dari kejadian ini, Karena intinya si wanita itu mengaku-ngaku sudah tidur dengan Adrian,"
""Apa mungkin ads yang syirik dengan mereka?" tebak Arsen
"Yang syirik? Tapi siapa?" Maura ikut bertanya-tanya
"Entahlah sih Kak, tapi yang kita tahu mereka tak punya musuh kan selama ini!" ujar Arsen.
"Iya kamu benar Ar, aku tahu Salsa tak punya musuh." sahut Maura
"Lalu siapa yang sudah berani bermain seperti ini kepada mereka?"
"Iya siapa ya? Tapi Ar, sebaiknya kamu ikut cari orangnya!" usul Maura
"Iya Kak, tentu Aku akan cari juga orangnya ini sampai ketemu.!" Arsen ikut geram pada orang yang sedang bermain-main di belakang mereka ini.
Kembali pada Dua pasangan, Yang masih diam diam-an, namun Salsa harus menanyakan ini.
''Mas kamu punya musuh gak?'' tanya Salsa
''Musuh, gak lah sayang, Mana mungkin aku punya musuh'' jawab Adrian karena ya seingatnya dia tak memiliki musuh.
''Lalu, coba dong ingat-ingat lagi bagaimana bisa kamu tiba-tiba berada di sana?'' desak Salsa
Adrian memejamkan matanya, tapi lagi-lagi ia tak mengingat apapun. Namun detik berikutnya, ia membuka mata dengan melebar. Wanita itu, mungkinkah? Sekelebat bayangan seseorang di pikiran Adrian.
__ADS_1