
Setelah lelah tertawa karena menonton film yang lucu, Arsen coba menetralkan nafasnya yang naik turun akibat terlalu banyak ketawa.
''Hmm.'' ia berdehem untuk mengembalikan vital suaranya..
Lalu Arsen menatap seseorang di sampingnya, yang rupanya tengah melamun itu dengan menatap lurus ke depan, tapi entah menatap kemana.?
''Kak.'' Arsen memegang pundak Maura dan segera memanggil nya
''Ya.'' Maura Seperti kaget gitu .
''Kak, you Ok ?''
''Ya, i,m Ok '' balasnya
''Kak, tadi kenapa kamu hanya diam saja, padahal film nya seru loh?'' tanya Arsen yang keheranan.
''Ah itu, enggak, gak apa-apa kok Ar, hoammm. Sepertinya aku mengantuk nih Ar '' alasan Maura sambil pura-pura menguap .
''Mau pulang kak?''
Maura segera mengangguk-anggukkan kepalanya,
Mereka pun berjalan keluar dari area bioskop. namun lagi-lagi saat berjalan berdua seperti ini, si cewek-cewek itu menatap Arsen seperti ada yang tebar pesona langsung gitu.
Senyum-senyum gak jelas, tuh cewek.
Gak lihat apa ada gue di sini? . dalam hati Maura.
__ADS_1
''Ar.''
''Hm, kenapa?'' Arsen yang lagi lihat-lihat beberapa toko sambil berjalan ini langsung mengalihkan pandangannya pada Maura
''Ar, ini kamu gendong Keyla'' suruh Maura sambil memberikan pada Arsen.
''baiklah ayo sini sayang sama Papa'' sahut Arsen
Maura berfikir, kenapa gak dari tadi ya, dia berikan Keyla pada Arsen, di gendongan Arsen , agar tuh cewek-cewek gak bisa melirik Arsen yang bawa anak, hehehe, ia terkekeh. ''Ah dasar Lo Ra, bego banget Lo'' merutuki dirinya.
*
''Kak, kamu kenapa? kok kamu banyak melamun gitu kak?'' tanya Arsen kini mereka lagi di daerah mobil menuju rumah..
''Ar, aku mau tanya sesuatu hal padamu'' ujar Maura tanpa menjawab pertanyaan Arsen barusan .
''Apa kau merasa nyaman jalan bersama ku atau tidak Ar ?''
Arsen mendengarkan tapi tiba-tiba dahinya langsung mengernyit, dia tak mengerti yang di maksud Maura.
''Maksudnya tidak nyaman bagaimana ?''
''Ya, kaya tadi itu Ar, kau ke mall bareng aku yang sudah tua, usiaku di atas kamu. apa kamu gak minder gitu Ar? kamu Jalan sama yang sudah tua?'' jelas Maura
''Oh itu, aku sih gak merasa keberatan atau minder atau apalah itu, bagiku tidak ada masalah kok kak,''
''Benarkah?'' menatap Arsen
__ADS_1
Arsen segera mengangguk mantap, ''Benar, Kak , dengarkan aku..'' kini Arsen menghentikan pedal gas mobilnya, lalu berbalik menatap kearah Maura dan Arsen memegang tangan Maura .
''Dengarkan Aku Kak, aku tidak pernah mempermasalahkan soal beda usia kita, Aku tidak ada masalah dengan itu, Aku sudah mulai menerima nya, bahkan mungkin sekarang sudah sangat menerima mu ,
Dan aku sadar, mungkin kalau bukan karena kelalaian ku waktu itu, mungkin kau akan mendapatkan pasangan yang lebih dewasa dari aku, Tapi, kita harus balik lagi, dengan menerima kenyataan, mungkin kita ini sudah berjodoh, namun dengan cara yang berbeda,'' Ucap Arsen panjang lebar, dan berharap Maura tak lagi memikirkan omongan orang..
''Mungkin hubungan kita unik ya Ar?'' ujar Maura sambil tertawa merasa lucu.
''Benar Kak, bisa di bilang seperti itu'' dengan kekehan nya
''Jadi Kak, ku Mohon jangan lagi tersinggung dengan perkataan orang-orang seperti tadi, jangan menganggap serius ucapan nya, mereka hanya orang asing, yang perlu kakak pikirkan , suami mu ini '' goda Arsen di akhir ucapannya.
Maura jadi senyum malu-malu, Astaga begini kah, rasanya punya suami unyu-unyu..hahaha
Rasanya geli,
Lalu, Maura menatap dalam pada Arsen , ''Ar.. Makasih ya, kamu sudah menerima ku, kamu bisa terima perbedaan kita'' Ucap Maura serius
''Iya Kak, sama-sama.Dan aku juga mau ngucapin makasih, karena kakak juga mau menerima ku, dengan kesalahan ku padamu dulu , '' kata Arsen tak kalah seriusnya
''Apapun yang terjadi, kita harus selalu bersama ya suamiku !'' pinta Maura.
''Baiklah istriku, apa pun yang terjadi, kita harus sama-sama.!'' balas Arsen . Dan mendekatkan wajahnya lalu .
Cup
Mmuuahhh
__ADS_1
Pagutan itu pun mereka lakukan, dan sudah tidak ada keraguan antara keduanya..