
Setelah saling terbuka dengan keadaan dan masalah yang ada, kini waktunya Adrian menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami, yaitu memanjakan istrinya. Sudah pasti.
Oh ya, Maura dan Arsen, sudah pulang sedari tadi ya. Mereka tak menunggu bertemu dengan Adrian dulu.
Adrian awalnya hanya mengusap perut Salsa, yang tadi sedikit keram.
Adrian terus mengelus perut yang dalamnya ada si calon bayi mereka.
''Aduhh, Mas! ini kenapa anakmu Mas, geraknya gini banget, Emhh!'' Salsa meringis.
''Kaya gimana itu sayang?'' sungguh Adrian tidak tahu seperti apa yang dirasakan Salsa, Adrian tak mengerti.
''Hahh Mas, ngilu banget Mas ini,'' kata Salsa meremas pundak Adrian.
''Apa dia mau keluar sekarang yank?'' tanya Adrian penasaran
Salsa menggeleng. ''Sepertinya bukan sekarang, kan masih delapan bulan.'' beritahu Salsa.
''Oh, terus kenapa sakit nya kaya mau melahirkan'' gumam Adrian.
''Aduh aduhh Mas, anak mu ini Ah Mas! nendang.''
''Nendang di sebelah mana?''
''Iini,'' menunjuk sebelah kiri atas.
''Anak Papa, jangan buat sakit Mama mu Nak.'' ucap Adrian mengajak bicara pada anaknya yang di dalam perut.
''Gimana agak enakan gak, Mas elus begini?''
Salsa mengangguk.
Setelah itu, Adrian mengutak-atik ponselnya, tapi satu tangannya masih mengusap perut Salsa.
Adrian ini suka menanyakan sesuatu hal, dan apapun itu soal segalanya pada Erik. Memang ya Adrian ini tak ada malunya.
Adrian menanyakan pengalaman saat memiliki istri yang sedang mengandung itu harus bagaimana dan seperti apa, dia sebagai suami siaga.
Seperti sekarang, Adrian juga bertanya pada Daddy Erik.
Salsa meringis menahan rasa ngilu akibat reaksi dari sang calon bayi di dalam perut.
Tapi jawaban dari Daddy Erik ini, membuat Adrian meradang.
[Gampang itu Drian.]
[Ya, harus bagaimana, Dad. Saya khawatir pada Salsa.] balasan Adrian.
[Hal pertama kamu usap-usap lah perutnya]
[Itu sudah Dad.!]
[Ok, kedua tenangkan istrimu!]
__ADS_1
[ini juga sudah]
[Apa Salsa masih terasa ngilu Drian?]
[Masih.]
[Kalau masih seperti itu, itu artinya Drian, yang sekarang harus kamu lakukan sekarang adalah, lakukanlah hubungan suami istri.] begitu balasan dari Daddy Erik. Atau lebih tepatnya sarannya.
''Apa?'' Adrian terpekik ia tak sadar berteriak setelah membaca.
''Ada apa?'' Salsa ikut kaget
''Ah tidak ada.'' Adrian mengelak
''Aneh kamu, lagi baca apa lagi itu?''
''Gak ada'' Adrian tak memberi tahu Salsa.
''Bohong kamu! Oh .. Apa lagi, baca chat dari tuh nenek lampir lagi ya?'' tuduh Salsa.
''Bukan.''
''Lalu apa?''
''Beneran ingin tahu?''
Salsa cepat menganggukkan kepala!
Bukannya menjawab, Adrian malah mengalungkan tangannya di leher Salsa, dan ujug-ujug mencium gemas bibir sang istri.
''Itu yank'' setelah pagutannya Adrian lepas.
''Apa sih kamu gak jelas'' desis Salsa menatap aneh pada suaminya.
''Katanya mau tahu!'' Tapi Adrian tertawa cengengesan
''Dasar aneh.'' Salsa membuang muka.
Adrian segera memeluk tubuh Salsa dari belakang. sambil mengusap perutnya buncit sang istri.
''Masih nendang gak?'' tanya Adrian.
''Masih Kadang'' jawab Salsa.
''Aku punya solusi nih, agar bayi kita anteng'' kata Adrian
dengan cepat Salsa menoleh ''Apa tuhh solusinya?'' merasa penasaran
''Solusinya kita Main Yuk!'' tiba-tiba ajak Adrian ia tersenyum lebar.
''Main?'' ulang Salsa
Adrian mengangguk cepat.
__ADS_1
Tapi Salsa justru mencebikkan bibirnya.
''Hari.ini kamu aneh''
''Lah kok kamu malah sebut aku aneh, anehnya dimana.'' Adrian bingung
''Kalau mau main, sana mandi dulu.''
Adrian baru ingat kalau dia belum mandi. Tapi gaes, subuh Adrian sudah bangun gosok gigi dan melakukan kewajiban sebagai umat muslim..
''Tanggung yank, kan nanti juga mandi lagi kalau sudah main '' kata Adrian.
''Aku nya gak mau, sama orang jorok'' tegas Salsa.
''Ya udah deh..''
Adrian berlalu ke kamar mandi, dan Salsa menggeleng melihat tingkah suaminya itu.
Setelah Adrian tak terlihat, Salsa menyenderkan punggungnya. Salsa melihat pada ponsel sang suami. Ia jadi penasaran apa yang tadi dilihat Adrian
Salsa pun mengambil ponsel itu dan melihat isinya. Astaga, apa ini, suaminya rupanya suka bertanya banyak hal pada Daddy Erik.
Ck..
Salsa menggeleng sambil tertawa, kocak sekali dua pria yang di sayang Salsa ini, yang satu suka memberikan saran aneh-aneh, yang satu selalu bertanya ini itu, bagaimana kah, gimana kah..
'Pantas saja, suamiku itu ngelantur tadi, lah Daddy yang ngajarin rupanya' Salsabila tertawa terbahak..
*
Adrian datang ke kantor sang Ayah, Adrian perlu membicarakan masalahnya dengan Ayah Andrew..
Karena Adrian tahu ayahnya ini, punya anak buah. Adrian ingin meminta bantuan.
''Yah.'' Adrian masuk ruangan pribadi ayah Andrew.
''Ya Dri, ayo masuk.'' ajak sang Ayah
''Kenapa dengan wajahmu Nak, sepertinya kau banyak beban'' ejek sang Ayah.
''Ayah,'' Adrian mendelik. Tapi Ayah Andrew hanya tertawa tanpa bersalah
''Yasudah ada apa? Tapi memang wajahmu itu menyiratkan masalah.''
''Memang kelihatan ya Yah?''
''Sedikit.'' jawab Ayah Andrew datar
Ck..!
''Yah, Drian kesini karena Drian ingin minta bantuan Ayah.!'' Adrian mulai bersuara
''Tentu Ayah akan membantu mu Nak, katakan apa yang ingin di bantu oleh Ayah!'' kini Ayah Andrew mulai serius.
__ADS_1
''Ini, tentang Wina.'' ujar Adrian juga dengan wajah serius nya
''Wina? Apa, dia mengganggu mu lagi ?'' tanya Ayah Andrew, sebenarnya masalah ini Adrian sudah beritahu pada kedua orangtuanya.namun mereka menganggap bahwa mungkin Wina hanya menakuti dan iseng, dan Adrian langsung menceritakan semua yang terjadi, padanya tempo hari. Dan itu semua penyebabnya adalah Wina.