Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Sudah dibatalkan lagi.


__ADS_3

Hingga pada akhirnya, Gabriel sudah membicarakan soal penolakan nya lagi tentang perjodohan ini.


''Kenapa Gab , setelah ketemu kemarin kamu masih kukuh menolak perjodohan ini?'' tanya Nenek Mira bahkan beliau langsung datang me rumah sang anak ketika Juna menceritakan pembatalan perjodohan.


''Nek, maafkan Gab ya Nek. Tapi sungguh ini tidak bisa terjadi. Aku sudah ketemu dengan nya dua kali malah dan aku gak bisa Nek, dia masih terlalu kecil masih banyak yang harus dia lakukan lagi dia butuh bermain yang bebas.'' ucap Gabriel mengatakan isi pikirannya.


''Tapi kan Gab, kalian ini menikah bukan sekarang kami gak maksa itu.''


''Iya aku tahu, dan aku juga mengerti tapi sekali lagi maaf Nenek aku tidak bisa.'' Gabriel menegaskan


''Baiklah bila seperti itu keputusan mu. Kami tak akan memaksa lagi.''


''Ya nek, terima kasih sudah memahami ku.'' disini Gabriel bersyukur akhirnya dia seperti hilang satu beban dalam hidupnya karena tak lagi harus memikirkan hal ini.


Sementara itu Oma Airin merasa sedih karena dia tak jadi mengikat hubungan keluarga ini dengan berbesanan. Padahal Oma Airin sudah senang saat mendengar Juna dan Arsen setuju waktu lalu.


Tapi ya, Airin juga tak bisa memaksakan keinginan nya. Bila yang akan menjalani nanti rumah tangga ini tidak mau di persatu kan. Semua tidak akan benar.


***


''Hei nih cupu, isi pr gue!'' tiba-tiba ada dua orang anak laki-laki memberikan buku nya dengan kasar di meja seorang murid perempuan.


Anak perempuan itu mendongak, ''Kenapa harus aku yang isi pr mu? Kan harusnya kamu.'' ucap si anak perempuan tadi


''Jangan banyak bicara, cepat kamu isi saja ayo cepat!'' paksa nya melotot tajam


''Aku gak mau, enak saja kamu nyuruh-nyuruh padaku. Aku gak mau!'' anak perempuan ini tidak bisa di tindas rupanya

__ADS_1


''Hei kau, cepat kasih pelajaran.'' titahnya pada satu murid yang tadi datang bersama nya.


Kemudian si murid laki-laki itu ingin mengambil buku Keyla dan akan merobek nya. ''Hei ... Tunggu. Jangan ya pegang barang ku,'' tegasnya dengan berteriak melengking


''Berisik sekali sih, yasudah kalau gak mau buku mu ini di robek. Cepat isi pr ku.''


''Ya ya baiklah, sini kan buku mu.'' dengan terpaksa Keyla mau mengisi pr si laki-laki ini yang sialnya dia adalah OSIS di sekolah ini.


Oh ya, Keyla ini sudah kelas satu SMP. Jadi kini dia pindah sekolah bukan lagi anak SD, juga murid murid nya ini tentu pada baru lagi semuanya.


Keyla pun sedang menulis isi pr punya si ketua OSIS tadi. Tapi dalam hatinya Keyla menggerutu Kok bisa sih ada ketua OSIS yang gak rajin begini. Padahal harusnya dia tuh rajin dan pintar. Bukan nyontek seperti ini. Ah gak enak banget lah punya ketua OSIS seperti dia. ucap hatinya menahan kesal.


''Sudah belum, cepat guru mau ke sini.'' murid laki-laki tadi menghampiri Keyla lagi dengan menanyakan pr yang sedang Keyla buat kan.


''Sudah nih. Tapi ya ingat ini baik-baik, ini yang terakhir kalinya aku mau menuliskan. Lain kali jangan menyuruh ku lagi. Aku gak mau guru pada tahu.'' peringatan Keyla dengan takut guru menghukum nya


Apa, jadi dia itu anak yang punya sekolah ini. Pantesan dia sombong dan semena-mena sekali kelakuan nya itu. pikir Keyla


Triingggg


Kini sudah waktunya pulang sekolah.


Mendadak sopir lama menjemput, Keyla pun tengah menunggu sopir datang. Keyla duduk dulu di dekat gerbang yang tidak terlalu panas di sini.


Tak lama terlihat motor menghampiri Keyla dan itu rupanya adalah Kenzo.


''Baru pulang?'' tanya Kenzo

__ADS_1


''Eh kak Ken, iya kak.''


''Nunggu jemputan kamu?''


''Iya Kak, agak lama nih pak sopir sampai nya.'' jawab Keyla


''Yaasudah ayo kakak anterin pulang, biar Sopir nanti suruh pulang lagi.'' tawar Kenzo dengan mengajak Keyla pulang.


Maka kini, Keyla pun pulang dengan Kenzo si kakak sepupunya.


Keyla duduk di belakang jok motor Kenzo ini.


''Kakak dari mana gak kuliah?'' tanya Keyla


''Ada tapi nanti sore.''


''Oh sore, ah iya kakak satu kampus kan sama kak Moza?'' ucap Keyla kembali


''Dari mana kamu tahu?''


''Kemarin sih kak Moza yang bilang, katanya ada kakak juga yang satu kampus. Kalian lucu kok bisa kuliah di tempat yang sama lagi ya.'' kekeh Keyla


''Gak ada yang lucu, lucu dimana coba.'' elak Kenzo segera


''Kakak kenapa sih , kaya benci gitu sama kak Moza?''


''Kamu gak perlu tahu kenapa, tapi yang perlu kamu ketahui adalah kamu harus jauhi wanita itu. Dia tuh membawa sial Key.'' Kenzo menyudutkan Moza lagi

__ADS_1


''Apaan gak kaya gitu juga.'' sahut Keyla berbicara pelan dan tak lagi meneruskan pembicaraan ini.


__ADS_2