
Semua senang atas kehamilannya Pricilla. Pun dengan Moza dia berjanji akan menjadi kakak yang baik untuk adiknya.
''Sayang aku mual.''
''Oh yasudah sini ke kamar mandi.'' Ferro pun menggendong Pricilla pergi ke kamar mandi. Padahal dirinya tengah sarapan tapi demi Pricilla Ferro bersedia menunda acara makan nya.
''Hoekkk hoekk..'' padahal Pricilla belum memakan sarapannya tapi sekarang dia sudah memuntahkan cairan bening.
''Sayang maaf ya aku sudah ganggu makan kamu '' Pricilla merasa bersalah tapi mau gimana lagi dirinya begitu mual saat mencium bau aroma masakan.
''Ya gak apa-apa dong sayang, kamu gak perlu lah minta maaf. Aku pasti akan sigap bawa kamu ke kamar mandi, Karena aku hanya bisa melakukan itu. Sedangkan kamu sudah mau merasakan nikmatnya muntah karena mengandung anakku, aku berterima kasih padamu sayang.'' kata Ferro
Pricilla tersenyum. ''Iya, ini sudah tugas ku''
''Ya dan tugas ku juga menjaga mu.''
Pricilla langsung Masuk dalam dekapannya Ferro.
Beberapa saat...
''Nih sayang di minum susunya.'' ujar Ferro ia membawakan segelas susu untuk ibu hamil
Pricilla langsung menatap memohon tapi Ferro menggeleng ''Ini demi kesehatan mu, kau harus ada nutrisi yang masuk untuk anak kita'' kembali Ferro mengingatkan.
''Yasudah'' walaupun Pricilla tidak suka dan sudah enek saja rasanya. Ya tapi mau bagaimana lagi toh yang di ucapkan Ferro itu ada benarnya.
**
Di lain tempat.
''Mam-ma, Ma-mma''
''Iya sayang apa Nak?'' tanya Maura yang sedang memakaikan Keyla baju karena anak perempuan ini baru selesai mandi.
__ADS_1
''Uhhh wanginya anak Ayah.''
''Oh iya dong Ayah.'' Maura menirukan suara anak kecil
''Muahhhh.'' mencium pipi Maura
''Sayang aku ada kejutan untuk mu '' Ucap Arsen tiba-tiba
Maura menatapnya ''Hm kejutan apa nih, kan aku gak lagi ulang tahun'' kata Maura salah menebak.
''Ya memang sih, kamu gak lagi berulang tahun ini hanya kejutan dari aku.''
''Oh terus apa tuh kejutannya, aku mau dengar sayang''
''Tutup mata dulu.''
''Ihh Koo Pakai tutup mata segala sih Ayah'' omel Maura
''Ya deh,'' Maura pun menutup mata
''Jangan ngintip yank''
''Iya gak Koo.''
''Nih.'' Arsenio menyodorkan suatu kertas
''Ayo buka matanya''
''Hm apa nih.'' Maura membuka mata dan melihat pada tangan Arsen lalu ia ambil dan mulai membacanya.
''Tiket liburan ke Itali.'' Maura membaca lalu menatap pada Arsen
''Ar ini .... '' Maura nampak sangat bahagia
__ADS_1
Arsen mengangguk ''Benar, aku akan bisa menepati janjiku padamu akan mengajakmu liburan. Dan maaf ya baru bisa sekarang'' jelas Arsen
Maura kini yang mengangguk ''Iya gak apa-apa baru sekarang juga. Yang penting kamu udah mau nepatin janji untuk kita liburan.'' kata Maura asal jadi pergi ya udah ok.
''Terima kasih Ma..''
Kini panggilan mereka telah mereka ganti dengan sebutan sayang yaitu Arsen menyebut Maura Mama, dan Maura menyebut Arsen Ayah.
''Kita berangkatnya besok?''
''Ya, maka segera siap-siap.''
''Ok..''
''Ah ya, jangan. terlalu banyak membawa baju ganti Ma.'' Sean mengingatkan
''Loh kenapa? Apa kita hanya sebentar?''
''Gak bukan itu, ''
''Lalu?''
''Nanti kita shopping di sana''
''Ah shopping? Ya Ok, aku senang kalau begitu'' Maura sudah seperti anak kecil saja yang senang kegirangan.
''Ckkk, dasar ya wanita kalau soal shopping itu nomor satu. Nak, lihat itu Mama mu. Girang nya minta ampun ya Nak. kalau besar nanti Jangan kaya gitu sayang ya'' Arsen berbicara pada Keyla sementara Maura tadi sudah pergi untuk menyiapkan keperluan besok.
''Oweeekkk owwkkkk'' Eh Keyla malah menangis
''Loh loh sayang kenapa? Apa kamu sudah besar nan mau shopping juga hm?'' tanya Arsen menggendong Keyla dan ajaibnya Keyla langsung terdiam.
''Ah, kamu masih kecil sudah mengerti ya?''
__ADS_1