
Pricilla membuka matanya yang masih terasa berat karena ia merasa haus jadi Pricilla pun terbangun.. Pricilla menengok sisi kirinya dan menatap nakas yang gelas Air minum rupanya kosong.
''Air nya habis.'' ia bergumam
Lalu Pricilla menatap ke samping kanan, di sana ada seseorang yang tengah tertidur dengkuran halus pun terdengar..
Pricilla pun bangkit dan ia menurunkan kedua kakinya lalu Pricilla beranjak berniat untuk mengambil minum di dapur.
Pricilla menengok dulu pada Ferro yang tak terganggu dengan gerakannya lalu melanjutkan langkahnya ke dapur..
Beberapa saat kemudian .
Ferro mendengar ada suara pintu terbuka lalu di tutup lagi. Ferro pun melihat pada arah pintu rupanya itu istrinya datang membawa Air dalam gelas Ah mungkin habis dari dapur.
''Sayang dari mana ?'' tanya Ferro dan bangun lalu duduk di punggung ranjang.
Pricilla tadi ia sedikit kaget karena mendengar suara Ferro tiba-tiba, Pricilla tak sadar kalau Ferro bangun. Pricilla pun menyimpan gelas yang sudah dia isi air. ''Ini Fer, tadi aku haus. dan aku mengambil nya di dapur, karena tadi di nakas aku lupa ngisi.'' jawab Pricilla dan ia duduk di samping Ferro tangannya menarik selimut dan ia balut kan pada kakinya..
''Oh gitu, kamu kenapa gak bangunin aku biar aku yang ambil ke bawah.'' seru Ferro.
''Jangan gitu lah, aku ini masih sehat bukan sakit yang tidak bisa mengambil sesuatu itu seorsng diri.'' dengan sedikit sindiran.
''Kamu ini, bukan maksud aku gitu. Aku hanya khawatir kau sakit, karena aku tahu kau sedang tak enak badan kan?'' Ferro menebak.
''Tadi sih ya gitu cuma sedikit gak enak badan kok, tapi sekarang aku sudah lebih baik , HM. Tapi aku ucapin makasih juga loh ya Fer, kamu sudah perhatian banyak pada aku.. makasih Fer.'' Pricilla langsung mendekap tubuh Ferro.
''Sama-sama sayang ku..'' balas Ferro.
*
''Yank.'
''hm?'' sahut Pricilla
Kini pasangan itu sedang sarapan pagi bersama.
''Hari ini aku mau pergi ke alamat yang katanya itu alamat rumah Mama nya Moza '' Ferro memberitahu Pricilla soal kepergiannya.
''Oh yasudah, sama siapa sendiri?'' tanya Pricilla
''Iya sendiri saja.'' balas Ferro
''Rumahnya di daerah mana sayang?'' Pricilla ingin tahu.
''Di jalan xx.''
''Sepertinya itu tak jauh dari tempat kantor aku ya '' tebak Pricilla
''Hm kayaknya iya.'' seru Ferro
''Kayaknya aku ingin ikut, boleh ya?'' pinta Pricilla tiba-tiba ingin ikut pergi dengan Ferro
__ADS_1
''Sebaiknya jangan, kamu di rumah saja.'' Ferro tak mengijinkan.
''Tapi ... ''
''Cill, menurut lah padaku.'' tegas Ferro.
''Ya baiklah, tapi kamu hati-hatilah ya.''
''Iya sayang,''
Dua jam kemudian..
Mobil putih milik Ferro sudah sampai di halaman rumah yang nomor nya sama dengan yang di sebutkan Nenek Moza.
''Sepertinya benar ini, alamatnya'' ujar Ferro pelan sambil melihat-lihat sekeliling.
Lantas Ferro segera keluar dari mobilnya dan ia berjalan mendekati pintu rumah ini.
Tok
Tok
Ferro mengetuk pintu.
''Permisi..''
''Permisi, apa di dalam ada orang?'' tanyanya lagi bersuara.
Tok
Ferro terus mengetuk pintu.
Sampai akhirnya ada wanita baya yang membukakan pintu dan menengok hanya kepalanya.
Tapi Ferro bisa menebak kalau Ibu ini adalah art di rumah ini.
''Permisi Bu.'' ucap Ferro ramah
''Ya, siapa ya?'' tanya sang art
''Saya mau bertemu dengan punya rumah ini, apa sekarang lagi ada di rumah ?'' tanya Ferro.
''Memang Mas nya ini siapa? ada keperluan apa?'' tanya si art lagi dengan tatapan menyelidik. Dan kadang seperti takut begitu yang dapat Ferro gambarkan.
''Saya clien nya Nyonya Sifa, dan saya ada janji dengan Beliau tapi di kantor nya beliau tidak ada, dan kata staff katanya sedang di rumah ya.'' jelas Ferro.
''Benarkah Mas ini clien nya Nyonya, apa tidak sedang berbohong?'' tanya art yang sedikit tak percaya.
Ferro mengangguk mantap dan meyakinkan..
''Jadi Nyonya Sifa nya ada di rumah kan?''
__ADS_1
''Oh soal itu, Nyonya tidak ada di sini. Beliau sedang Keluar.'' art menjawab tapi dengan bibir yang sedikit bergetar entahlah tapi nampak seperti memendam sesuatu.
Ferro sedikit curiga melihat ini..
''Loh tidak ada ya, lalu kemana? Dan ya, apa ibu tahu dengan anak kecil ini fotonya Bu..'' segera Ferro memberikan foto wajah Moza.
Di ibu ini langsung melebarkan matanya dan mundur selangkah . Ia nampak shock. ''Ti-tidak, saya tidak tahu.'' jawab art sampai terbata.
''Bu, lihat sekali lagi. dengan jelas, ibu pernah lihat anak ini kan?'' desak Ferro terus menunjukkan wajah Moza di ponselnya pada ibu art itu.
Reaksi art menggeleng tapi nampak panik, ''Saya tidak tahu, sudahlah. Sebaiknya Anda pergi dari sini.'' Tiba-tiba ibu art ini mengusir Ferro.
''Bu tunggu, jangan bohong Bu. kau pasti pernah lihat Moza ya kan , Bu?'' teriak Ferro.
''Tidak pernah, saya bilang tidak. Sudah pergilah.'' dengan tegas ibu itu mengusir Ferro dan menutup paksa pintu itu lagi..
Namun, saat sebelum pintu tertutup Ferro jelas mendengar suara tangisan anak perempuan dan itu, ''Itu sepertinya suara Moza. Ya, aku yakin itu Moza'' ujar Ferro sangat yakin dengan suara anak perempuan . Tapi anak itu nampaknya menangis dan seperti jelas meminta tolong.
Ferro tak bisa masuk sekarang dengan cara seperti ini, Ferro harus membuat rencana..
*
[Heiiii BESTI... Gue kangen sama Lo berdua!]
Ting
Ada suara notif pesan masuk di ponsel Salsa dan Maura.
Dua orang yang beda rumah itu segera melihat pada ponsel mereka masing-masing untuk melihat siapa yang mengirimkan pesan tadi.
[Lo udah balik?] itu balasan dari Salsa yang sudah lebih dulu membuka pesan.
[Sudah dongg.] balas Pricilla.
[Kapan Lo baliknya BESTI?] nah ini Maura yang bertanya.
[Kemarin besti, gue kangen pengen Jumpa!] kekeh Pricilla merasa rindu ingin berkumpul..
[Yasudah ayok sini, kumpul di rumah gue!] suruh Maura
[Heiiii adik ipar, Lo gak ingat? gue masih belum Empat Puluh hari, belom bisa keluar!] dengan emot sedih Salsa protes.
[Eh iya Lo benar juga, ya sorry kakak ipar, adek mu ini lupa.] balas Maura memberikan emot ngakak
[Ahh dasar Lo sudah tuiir..] ejek Pricilla
[Berarti Lo juga, Kan kita seumuran.hahaa!] Maura kaki ini bukan mengetik membalas ejekan Pricilla tapi dengan Vn, sehingga dua temannya bisa mendengar suara gelak tawanya yang berhasil membalas ejekan Pricilla.
[Mauraa....!]
Besok mereka bertemu di rumah Salsa lagi karena itu tadi Salsa belum bisa keluar rumah jauh-jauh..
__ADS_1