
''Mah, Mam- Mah . .'' suara anak kecil yang meracau memanggil Mama
''Mam-Mah.'' kembali ia memanggil
Si Mama, yang sedang rebahan nampak terkejut saat mendengar anaknya bersuara dan memanggilnya mungkin.
''Sayang, Key, kamu tadi panggil Mama ya Nak?'' tanya Maura begitu senangnya.
''Hehh , heh'' sekarang anaknya berbalik ke kiri dan kanan.
''Mama senang kamu cepat tumbuhnya Nak, Uhh anak Mama gemesin sih.'' Maura mencium dan menepuk-nepuk pipi sang Putri.
Hari sudah mulai malam, Maura melihat jam di dinding kamar itu. Maura pun berpikir ''Arsen kemana ya, kok masih juga belum pulang ?'' ujarnya bermonolog
Tut
Tut
Maura segera menghubungi Arsen ia jelas khawatir pada Arsen. Yang masih belum pulang dari kampus juga Arsen tak memberi nya kabar.
[Halo,]
[Ya ada apa ?] sahut Arsen disana
[Kok ada apa, kamu gak lihat jam tuh?] Maura kesal
[Oh iya sudah jam sembilan] jawab Arsen sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
[Yasudah Cepat pulang!] kata Maura lagi
[Kenapa?]
[Kenapa apanya ?] balas Maura
[Ya, kenapa nyuruh cepat pulang, sudah kangen ya!] Arsen menggoda istrinya itu.
[Ihh jangan lebay deh, ku bilang pulang ya cepat pulang, ini sudah malam] ucap tegas Maura
[Ya Ok baiklah, ini juga sudah mau pulang.] kata Arsen
[Yasudah, langsung pulang jangan kemana-mana !]
[Baiklah istriku, muahh]
Bisa-bisanya, pas terakhir Arsenio memberikan dulu sebuah kecupan jauh untuk Maura..
''Astaga, manis sekali '' wajah Maura sudah bak kepiting rebus, memerah .
__ADS_1
''Aku pulang..''
''Ar, kalau datang tuh ucap salam, eh malah teriak gitu'' omel Maura yang sedang duduk di kursi ruang tengah.
Arsen segera mencari suara sang istri dengan menampilkan wajah cengengesan.
''Assalamualaikum, istriku dan anak Ayah'' ujarnya kini menghampiri
''Waalaikumsalam'' sang istri menjawab, dan menyalami tangan suami muda nya ini.
Glekk
Suara tegukan Air liur Arsen jelas terdengar dengan mata yang fokus pada satu titik.
''Hei, tutup matamu!'' pekik Maura
''kenapa kak?'' Arsen menampilkan wajah polos
''Pokoknya tutup atau lihat kesana'' sambil menunjuk asal.
''Ah gak mau, aku maunya lihat kesini, dan ya boleh ya aku yang itu yang satu lagi'' ujar Arsen
''Gak Ar, ihh sudah sana mandi lah'' tegas Maura
''Ah kamu gak asik kak, pokoknya nanti kita main'' ucap Arsen tapi sambil berlalu ke kamar mandi.
*
*
''Hai sayang sayangnya Papa'' Seseorang itu berteriak memanggil istri dan anaknya yang baru saja pulang dari kafe nya.
''Hai juga Papa'' sang istri menyahut dengan berucap menirukan nada anak kecil.
Adrian segera mencium kening Salsa, lalu ikut menatap sang jagoan.
''Hari ini anak kita rewel gak sayang?'' Adrian bertanya soal putranya
''Cukup anteng kok, gak terlalu rewel '' jawab Salsa
''Mas, kamu sudah makan belum?'' Salsa bertanya
''Belum.''
''Yasudah, kamu mandi dulu gih, nanti kita makan malam sama-sama '' ujar Salsa
''Ok, Ma, Papa mandi dulu, sini sun dulu!'' pinta Adrian
__ADS_1
Muahhhh.. Segera Salsa memberikan ciuman.
Setelah mendapatkan asupan gizi, Adrian pun berlalu ke kamar mandi. Karena hari ini memang cukup melelahkan, sehingga Adrian butuh menyegarkan tubuhnya dengan mandi air dingin..
Kini di meja makan.
''Gimana di kafe aman kan?'' Salsa mulai membuka percakapan.
''Aman sayang'' jawabnya Adrian dan melanjutkan makan nya.
Salsa pun mengangguk.
Malam hari..
Salsa dan Adrian sudah mau tertidur. Dan ya, si Baby Boy tak bisa meminum ASI dari sang ibu, si Boy ingin nya meminum ASI formula, Karena ASI nya Salsa juga sedikit kurang jadi si baby Boy merasa tak puas, hingga pada akhirnya, sampai sekarang sang anak sudah terbiasa maunya minum lewat DOT.
''Mas.''
''Hm, kenapa yank?'' balas Adrian
''Mas aku tuh sebenernya mau banget kasih anak kita ASI '' ujar Salsa
''Sayang aku tahu dan mengerti maksud mu, tapi mau bagaimana lagi sayang, kan anaknya yang tak mau.'' kata Adrian memberi pengertian pada sang istri.
''Iya itu benar, cuma Mas aku juga pengen gitu ngerasain sampai dua tahun, tapi ASI ku malah tambah kering '' ujar Salsa nampak sedih
''Jangan sedih yank, aku gak mau karena memikirkan hal ini, kamu sampai sakit, aku gak mau seperti itu. Yank, Tuhan pun tak akan marah kok dengan kamu tidak memberikan ASI mu untuk anak kita, Karena jelas ada alasannya.'' ucap tegas Adrian.
''Benar Seperti itu Mas ?''
''Iya, masa kamu gak tahu hal itu ''
''Tah sih, hehe.''
Adrian segera membawa tubuh Sang istri kedalam dekapannya, ''Sudah ya jangan terlalu kau pikirkan, yang terpenting kau sehat juga anak kita sehat, itu yang harus kau pikirkan ''
''Kau juga dong Mas, yang mencari rezeki untuk kami juga harus sehat '' kata Salsa
''Iya sayang''
Setelah itu, mereka pun kini benar-benar tertidur tentu dengan saling memeluk satu sama lain..
Halo BESTI, othor mau bilang sesuatu nih.
Tolong dong beri nama yang cocok untuk anaknya Mama Salsa dan Papa ADrian..!
silahkan sebut di komentar,! makasih..
__ADS_1
Salam sayang 🥰🥰