
Gabriel kini telah tahu siapa tadi murid perempuan yang sedang bertengkar dengan Kenzo, dan itu adalah anak perempuan yang sempat dia tabrak waktu pagi tadi.
Namun Gabriel tidak tahu ada masalah apa antara Kenzo dengan anak perempuan ini yang jelas tadi dia mendengar mereka saling memaki dan marah.
''Kamu ini yang tadi sempat aku tabrak ya?'' tanya Gabriel pada Moza, dan Kenzo sudah berlalu sedari tadi dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan ataupun menjelaskan dulu kepada Gabriel.
Moza menganggukkan kepalanya, ''Iya itu aku.'' lalu jawabnya
''Ohh ya, maaf ya soal yang tadi pagi sumpah itu aku gak sengaja, tadi aku sedang terburu-buru karena harus pergi ke ruang KS..'' Gabriel pun memberi tahu kan alasannya hingga dia bisa sampai menabrak Moza .
''Iya tidak apa-apa kok.'' sahut Moza merasa tak masalah toh Gabriel juga kan tidak sengaja melakukannya.
Gabriel senang karena anak perempuan ini tidak memarahi nya yang mungkin bila orang lain itu akan langsung mencecar Gabriel sudah menubruk badan orang itu, tapi tidak untuk gadis ini. 'Dia baik juga.' pikir Gabriel
Hingga dari saat itu lah Gabriel dan Moza mulai dekat namun hanya sebatas teman sekolah bukan ada perasaan lebih, karena pertama mereka ini masih di bangku sekolah, ke-dua nya belum ada niat untuk berpacaran.
Hari-hari kadang Moza habiskan bersama Lisa dan kadang juga dengan Gabriel bahkan kini Lisa pun nampak ikut dekat dengan Gabriel.
Suatu hari, Sifa sakit dan dia meminta ingin bertemu dengan Moza atau lebih tepatnya menyuruh Moza menemuinya menjenguknya.
Tentu Moza tidak mau dan ia tak sudi bertemu lagi dengan perempuan yang pernah ingin menjualnya pada rentenir itu saat waktu lalu.
Rasa sakit itu masih teringat dan terasa jelas dalam ingatan Moza dan dari sanalah ia tidak ingin menjadi seorang wanita yang mudah ditindas. Juga Moza ingin mandiri agar tak di remehkan di injak-injak seperti yang selalu Kenzo perbuat padanya . Menghinanya anak benalu karena numpang hidup dengan Momy Pricilla dan Daddy Ferro.
Saat itu tanpa sengaja Moza sedang di mall tentu dia tengah berjalan-jalan bersama Momy Pricilla tapi tak sengaja matanya melihat Mama kandung nya sedang jalan bersama seorang pria baya.
__ADS_1
''Siapa itu?'' tanya Moza dalam hati waktu lalu
''Apa itu suami barunya ?'' tebak Moza kembali . Moza tak berniat menghampiri Mama Sifa Moza memilih memperhatikan dari jauh.
Tapi saat itu acara sekolah orang yang Moza kira suaami Mama nya ternyata kenyataannya bukan, Pria baya itu adalah selingkuhan Mama Sifa ibu kandung Moza.
Dan rupanya hal baru telah Moza lihat dan dengar kalau Pria baya tadi ini adalah ayah Kenzo dari sejak Kenzo tahu tentang hubungan ayah nya dengan Mama kandung Moza, sejak saat itu juga Kenzo jadi uring-uringan ia langsung membenci Moza.
Padahal sebelum kejadian saat Kenzo tahu kebenaran tentang Mama Moza Kenzo ini sangat baik dan juga sopan, namun seketika berubah tidak ada lagi Kenzo yang ramah dan baik kepada Moza yang ada hanya cacian juga hinaan permusuhan.
Kembali saat ini.
Sering sekali Gabriel ingin mengantarkan Moza pulang tapi perempuan itu selalu menolak nya dengan alasan takut pada orang tuanya takut marah bila ketahuan di antar pulang oleh laki-laki walaupun itu adalah teman sekolah. Begitu alasan Moza.
''Za, please kali ini aja aku antarkan kamu pulang . sekalian aku mau kenalan dengan orang tuamu.'' ucap Gabriel sangat ingin mengantarkan Moza pulang.
''Ya kapan dong Za, aku ini sudah niat baik loh Za. Bukan ingin melakukan hal yang buruk.'' kata Gabriel mungkin itu suatu bujukan agar Moza mau kali ini.
''Iya Gabriel aku tahu, tapi gimana dong aku takut Momy sama Daddy marah maaf. ''
''Yasudah baiklah tidak apa-apa.'' Gabriel tak memaksa.
**
''Sayang boleh Daddy tanya sesuatu gak?'' suatu malam Ferro bertanya kepada Moza.
__ADS_1
''Boleh dong Daddy, emang mau tanya apa?'' balas Moza
''Ini Daddy mau nanya, kamu ini sebentar lagi lulus sekolah kan, mungkin bentar lagi kamu akan kuliah juga kamu ini akan menginjak usia Tujuh belas tahun iya kan?' ucap Ferro menatap Moza.
'Iya Dadd, benar. Sebenar lagi Moza kuliah juga Moza akan menginjak tujuh belas tahun, lalu gimana ya Dadd.?'' Moza masih tidak mengerti maksud Ferro
''Kamu mau dengarkan masa lalu Daddy dulu tidak?'' tiba-tiba ucap Ferro
''Memang boleh Dad?'' ucap Moza
''Tentu boleh dong, gini saat Dadd sekolah SMA ya saat itu sama seperti mu, Daddy sudah akan Lulus sekolah tuh dulu terrus tak lama Daddy punya pacar bisa di bilang itu adalah cinta pertama Dadd gitu.'' Ferro pun mulai menceritakan masa lalu dirinya.
''Serius Dad? jadi Daddy ini waktu sekolah pernah pacaran begitu Dad?'' Moza antusias mendengarkan cerita Ferro.
''Hm, Daddy pacaran saat sekolah dulu bahkan Momy kamu pun waktu SMA pacaran.'' terang Ferro mengejutkan Moza.
''Loh jadi maksudnya Momy sama Daddy ini dulu di sekolah pernah punya pacar begitu ya, bukannya kata Momy Jangan dulu berpacaran ya?'' Moza jadi bingung karena Pricilla sendiri malah dulunya punya pacar, pikir Moza Momy Pricilla tak pacaran saat sekolah eh taunya.!
''Iya memang Momy kamu melarang mungkin karena takut terjadi sesuatu yang buruk atau yang tak diinginkan. Bukan dia tidak percaya kepada mu, Momy mu percaya kau bisa jaga diri tapi Momy kamu ingin kalian tak dulu memikirkan soal pacar belajar lah dulu yang benar.'' nasehatnya Ferro.
''Ohh gitu iya Dadd Moza tidak keberatan kok.'' sahut Moza mengerti keinginan Momy Pricilla.
''Eh tapi Dadd ingin bertanya lagi ke kamu, kira-kira di sekolah kamu punya gebetan gak? Atau ada laki-laki yang kamu suka gitu Za?'' tanya Ferro mengagetkan Moza.
''Hah, suka..?'' gumam Moza ia jadi menatap nanar namun entah kenapa bayangan wajah Gabriel muncul di kepalanya dan tak sadar Moza tersenyum.
__ADS_1
Ferro juga jadi ikut senyum ketika anak gadisnya ini melengkungkan bibirnya mungkin itu sudah jadi jawabannya adalah iya! Pikir Daddy Ferro..