Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Hari kelulusan sekolah.


__ADS_3

''Nenek, Oma. Gabriel pamit ke kamar dulu ya, mau mandi gerah baru selesai main basket tadi.'' pamitnya Gabriel kepada Airin juga Mira.


''Oh iya Nak, nanti setelah mandi segeralah makan dan istirahat.'' ucap Mira pada cucunya.


Gabriel pun mengangguk patuh dan segera melangkah pergi ke kamarnya.


''Cucu kamu ini kelas berapa sekarang Mir?'' tanya Airin lupa .


''Baru kelas sembilan Rin dia.'' jawab Mira


''Ohh sebentar lagi lulus dong ya.'' ucap Airin


''Hmm kamu benar, gak lama lagi kelulusan.'' Mira membenarkan dan Airin pun mengangguk saja.


Lalu Mira mengajak Airin untuk makan sebelum sahabatnya itu pulang.


Kini sudah selesai keduanya makan sore, ''Mir makasih loh atas jamuan nya, tapi ini kok enak sekali ya masakannya.'' kata Airin begitu senang


''Tentu Rin iya memang enak karena ini yang memasak adalah menantu ku.'' terang Mira


''Walahh menantu mu itu pandai juga ya memasak, eh bukan nya menantu kamu ini dari keturunan bule ya? tapi hebat masakannya ini negara kita banget.'' kekeh Airin.

__ADS_1


''Haahhaaa, iya itu memang benar Rin. Dia ini dulu sempat kursus memasak makanan kita karena dia katanya ingin membuat Juna nyaman dan menyukai masakan nya, jangan beli gitu loh Rin.'' ujar Mira


''Ohh begitu tohh, ya bagus juga sih.. Ah tapi aku sangat ingin mengatakan sesuatu nih sama kamu.'' ucap Airin dengan masih betah ngobrol sama teman nya sedari muda dulu.


''Apa tuh Rin? ya tinggal katakan.'' balas Mira


''Aku kok Jadi kepikiran bagaimana kalau kita membuat hubungan ini menjadi semakin erat bukan hanya kamu sama aku saja, tapi juga anak-anak kita.'' ucapnya Airin namun membingungkan bagi Mira.


''Maksudnya kaya gimana Rin?''


''Iya gini Mir, maksud ku itu adalah bagaimana kalau kita jodohkan saja cucu mu dengan cucu ku.'' kata Airin pun menjelaskan tujuannya ini.


''Hah, apa Rin. Menjodohkan cucu kita, tapi bukannya cucu mu masih kecil, bahkan cucu ku juga belum pas umurnya Tujuh belas tahun. Ah kamu ada-ada saja.'' Mira Sampai geleng-geleng kepala.


''Iya Sudah terserah kamu saja, kamu coba bilang sama anakmu si Arsen barangkali dia setuju . Dan ingat Rin kita harus meminta persetujuan juga dari kedua anak kita.'' Mira mengingatkan


''Ok kamu tenang saja pokoknya habis ini aku bakal langsung bilang si Arsen untuk menyetujui perjodohan ini keinginan ku ini.''


''hmmm Iya.'' balas Mira,


Karena hari sudah mulai mau malam Airin pun berpamitan pulang .

__ADS_1


**


Sekarang adalah hari kelulusan sekolah SMA bangsa.


Moza sudah siap untuk pergi ke sekolahnya. Moza tak memberitahu Pricilla kalau hari ini guru menyuruh orang tua untuk hadir tapi Moza memberi tahu soal kelulusan adalah hari ini.


''Mom, tahu gak kalau hari ini aku sangat deg-degan loh Mom..'' ucap Moza dia sedang sarapan bersama Pricilla dan juga Nando sementara Ferro sedang bertugas keluar kota.


''Deg-degan kenapa kak'' Fernando yang menyahut


'Iya Do, kakak tuh deg-degan karena hari ini kan hari kelulusan kakak, takut aja kakak gak lulus sekolah,'' jelasnya Moza mengatakan .


''Ooh begitu, tapi bukannya setiap tahun kakak juara tiga ya.'' kata Nando


Memang benar, setiap tahun Moza akan juara dua atau tiga dan juara satu itu tiap tahun adalah Kenzo. benar Kenzo ini rupanya anak yang pandai dan pintar.


''Iya kamu benar, hanya saja ini keadaannya agak beda Do. Kakak kan mau lulus jadi agak takut gitu lah.'' ucap Moza .


Pricilla memeluk tubuh Moza untuk menenangkan. ''Sudah jangan nervous begitu, Momy yakin kok kamu tahun ini akan lulus dan juga akan membanggakan Momy sama Daddy seperti tahun sebelumnya.'' ucap Pricilla memberikan semangat buat Moza anaknya yang pintar ini .


''Iya Mom, thanks you atas dukungan nya.'' Moza tersenyum pada Pricilla dan memeluk tubuh sang Momy lagi.

__ADS_1


Inilah yang Moza suka dari Pricilla wanita hebat ini akan selalu bisa membuatnya kembali semangat dan juga mendukung memberikan semangat .


''Sama-sama anak Momy.'' balas Pricilla ikut senang bila anak-anaknya bahagia..


__ADS_2