
Doain ya gaes, semoga aku rajin update cerita mereka ini, seperti cerita Airin dan Daddy Erik.. Tolong berikan support nya ya gaes. karena itu yang di butuhkan othor. Makasih 💖🦋
-----
Mobil yang di kendarai oleh Arsen rupanya telah sampai di halaman rumah besar milik Daddy Erik.
Saat mobil telah berhenti, Maura pun segera turun sambil masih menggendong anaknya Keyla. Disusul oleh Arsen yang baru keluar dari mobil juga. Mereka pun langsung memasuki rumah. ''Ayo sayang!'' ajaknya Arsen pada Maura, Arsen menggandeng bahu Maura. Maura pun balas mengangguk.
''Assalamualaikum Ma, Nek..'' Arsen dan Maura segera mengucapkan salam begitu sudah masuk kedalam.
''Waalaikum salam.. kalian sudah datang, ayo masuk Nak ayo!'' Mama Airin yang menyambut dan mengajak anak juga menantunya masuk kedalam.
''Iya Ma.'' pasangan suami istri ini menyahut lagi.
''Ms, gimana kabar Mama?'' tanya Maura menyalami tangan Airin lalu mereka saling berpelukan.
Di ikuti Sean memeluk dan mencium tangan sang Mama.
''Baii Nak, Mama baik. bagaimana dengan kalian?'' menatap Arsen Maura bergantian.
''Kami pun baik Ma, Oh ya Daddy dan Nenek gimana kabar semua Ma?'' tanya Sean juga menjawab pertanyaan Airin tadi yang menanyakan kabar mereka.
''Semua dalam keadaan baik Nak.'' jawabnya Mama Airin.
''Iya syukur deh ya Ma!''
''Hm, ayo masuk''
''Sini Ra, biar Mama gendong cucu Mama, mana sayang Keyla, cucu Nenek hm?'' Airin segera mengambil alih Keyla dari gendongan Maura ke dalam dekapannya. Dan mengajak Keyla berbicara yang di ajak balas tertawa pada nenek Airin.
Mereka bertiga kini duduk di kursi keluarga.
Disana sudah ada nenek Laras menunggu kedatangan mereka rupanya. kondisi Nenek Laras juga sudah rentan bahkan kadang sudah sedikit pikun.
''Nek, apa kabar ?'' Maura langsung memeluk Nenek Laras yang dulu begitu menyayanginya ketika kecil saat bermain dengan Salsa dulu
__ADS_1
''Baik Nenek baik, ini siapa ?'' tanyanya yang sudah mulai rabun penglihatan nya.
Maura tersenyum ''Ini Maura Nek, istrinya Arsen '' beritahu Maura.
''Ohh iya kamu ini temannya Salsa ya !'' begitu lah yang di ingat Nenek Laras.
''Hehe benar Nek '' balas Maura
''Nek, Ar kangen sama Nenek!'' sekarang gantian Arsen mencium tangan Nenek Laras dan memeluknya juga mencurahkan rasa rindunya.
''Ini Arsen ya, kamu anak nakal. bilang kangen sama Nenek. Tapi kamu kenapa jarang menemui nenek, hah!?'' Nenek Laras justru balas mengomeli Arsen.
''Ya maaf Nek, Ar sibuk kuliah '' jawab Arsenio.
''Iya tapi jangab lah kau lupakan Nenek mu ini.'' kata Nenek Laras lagi
''Iya Nek, nanti besok-besok Ar akan sering sering main lagi kesini.'' bujuk Arsen memberi pengertian
''Awas kalau bohong, sudah Kakak mu yang jarang menemui nenek, Eh kamu juga mau ikut ikutan heh?'' sang Nenek masih saja mengomel pada Arsen.
''Iya Rin, Mama masih beruntung karena masih ada kamu yang mau menemani Mama.'' seru nenek Laras.
''Tentu Ma, Airin akan selalu bersama Mama.''
Arsen dan Maura jadi merasa tak enak, dengan pernyataan nenek Laras yang sepertinya sangat merasa kesepian dengan tak adanya cucu-cucunya di rumah ini.
''Ma, lihat ini Keyla, anak Arsen.'' Airin coba mengalihkan perhatian Mama Laras dengan memperlihatkan Keyla pada Mama Laras.
''Mana Rin, Mama mau gendong'' tuh akhirnya Mama Laras mulai ceria lagi.
''Ini Ma.'' Airin memberikan Cucunya untuk di gendong Mama mertuanya.
''Ya ampun, sudah gede ya ternyata kamu sayang, aduhh menggemaskan sekali ini anakmu Ar!'' ujar Nenek Laras menggendong Keyla yang tertawa bahagia pada eyangnya.
Arsen pun mengangguk senang.
__ADS_1
Malam hari, Daddy Erik rupanya baru pulang dari kantor dengan sigap Airin menghampiri dan menyambut kedatangan suaminya ini.
''Mas, baru sampai'' ujarnya menyalami tangan sang suami
''Iya Ma, itu kaya mobil Arsen ya?'' tebak Erik sambil menunjuk pada mobil Arsen.
''Benar Mas, mereka di sini dan katanya mau menginap'' Airin memberitahu Erik.
''Oh baguslah, biar rumah ramai'' kekeh Erik
''Iya Mas, sini aku bawakan tas nya'' kata Airin
''Baiklah sayang'' mereka pun berjalan masuk kedalam setelah tadi Airin mengunci pintu.
''Mana cucu Kakek'' suara Erik memenuhi ruangan itu.
Semua langsung menatap Erik dengan tersenyum.
''Dad, ini Keyla.'' kata Muara yang sedang menggendong Keyla
''Baru pulang Dadd?'' sapa Arsen menyalami Erik
''Iya'' jawab Errik lalu gantian Maura bersalaman. Kini Erik segera menggendong sang cucu yang selalu dirindukan.
''Muahh, cucu Kakek, main ya kesini iya, ke rumah kakek?'' Keyla tersenyum lebar
''Bagus kalian menginap agar rumah ramai dan Mama juga nenek mu ada temannya.'' kata Daddy Erik ikut bergabung.
''Iya Dadd, sorry kalau kita jarang menginap disini karena Ar, lagi sibuk-sibuknya di kampus'' Arsenio menjelaskan
''Oh iya tak apa, tapi kali-kali main dan menginap agak lama disini, karena kami masih merindukan cucu Kakek ini.'' mencubit gemas pipi tembem Keyla
''Tentu Dadd, Ar usahakan agar selalu kesini menemui kalian.''
Erik balas mengangguk..
__ADS_1