Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
86


__ADS_3

Seorang anak laki-laki kecil dia langsung berlari menghampiri sang Mami, dia ini baru saja pulang dari sekolahnya.


''Mami .... Mami, Mami ... '' teriaknya memanggil Salsa


''Iya sayang eh Nak, kenapa lari-lari hm?'' tegur mau kepada sang junior Abian


''Mami ... Tadi aku di sekolah ada tugas Mami, untuk di kerja kan di rumah begitu beritahu ibu guru, Mami.'' beritahu nya dengan kehebohan


''Ohh ada tugas sekolah ya, memang harus buat apa Abi?'' tanya Salsa kini menggendong anak nya ini


''Kata ibu guru, Abi harus buat kelajinan dari tempat ... Em, tempat apa ya.'' Abian nampak mengingat-ingat dulu


''Hayo tempat apa?'' Salsa begitu gemas melihat perilaku anaknya ini yang selalu menggemaskan. Sampai rasanya Salsa ingin menggigit nih anak.


''Tunggu dulu Mami, ini kan Abi lagi ingat dulu Mami . Kata ini guru tadi, itu harus buatkan tempat ah iya, tempat bunga gitu Mami.'' sekarang Abian sudah mengingat rupanya.


''Ooh, buat kerajinan dari pot bunga begitu kah maksudnya sayang?'' Salsa memastikan


''Ah iya itu benar Mami. Memang begitu yang ibu guru tadi bilang sama murid.'' Abian pun tertawa di akhir kalimat nya .


''Baiklah, nanti kita buat bareng-bareng ya mau gak.'' Salsa menawarkan kerja bareng membuat kerajinan ini. Tentu agar Abian paham bagaimana awal mula di buat nya.


''Tidak mau ah Mami, Mami saja yang buatkan.'' tiba-tiba Abian menolak


''Loh kok malah tidak mau, kenapa ? Kan ini tugasnya Abi. Abi yang sekolah nya iya kan?'' heran saja Salsa pada anaknya ini, malah orang tua yang di suruh mengerjakan tugas sekolah ini. Lalu Anaknya mau ngapain tuh .


''Kan Bunda perempuan, lalu bunga itu juga kan kesukaan perempuan iya kan Mami , Oma. Mami juga suka bunga. Tapi Abi gak suka Mami, jadi ya yang buatkan itu hanya Mami.'' begitu penjelasan Abian lagi membuat Salsa ingin menggigit nya saja.


''Ishh ishh, tidak ada yang seperti itu Nak. Dalam belajar. Ini tuh tugas nya dari ibu guru iya kan. Artinya ini harus di buatkan oleh anak kelas nya itu Abi. Jadi nanti kita buat ya.''


''Mami ... '' Abian sudah merengek


''Gak apa-apa sayang, kamu cukup perlu melihat bagaimana Mami membuat nya kamu belajar dari melihat dulu Nak. Jangan malas begitu ah, Mami gak suka.'' tegur Salsa


''Iya deh Mami, Abi akan ikut membantu.'' Abi pun menurut dan dia ini sebenarnya Anaknya penurut


***


Besoknya di sekolah.


''Bi, kamu sudah buat belum tugas dari ibu guru kemarin ?'' tanya Fernando.


''Sudah dong, masa belum.'' jawabnya begitu lantang


''Itu siapa yang buatkan Bi? Apa kamu atau Tante Sa?'' tanya Fernando


''Ya aku lah Do, yang buatkan ini. ''


''Masa ah , tapi aku agak ragu ?'' ejek Fernando


''Beneran Do, hanya sih iya di bantu Mami hehee.'' Abian tertawa terbahak di akhir kalimat

__ADS_1


''Tuh kan, huhh dasar .''


''Kamu sendiri sudah buatkan belum ? Apa jangan-jangan kamu lagi yang tidak membuat karena lupa dan gak bisa buat nya ya?'' Abian balas meledek Fernando


''Husst, jangan asal kamu Bi. Aku sudah buat nih, bagus kan.'' puji nya pada karya yang dia bawa


''Ah paling itu hasil buatan Tante Cilla.'' ledek Abian


''Kan itu kamu juga sama, hasil Mami mu.Ya, berarti kita sama lah.'' Fernando tak mau kalah


''Ya juga sih.''


''Huhh dasar kamu , Bi .... Abi.''


***


Sementara di kampus nya Moza.


Walaupun dia satu kampus tapi untunglah Moza tak satu kelas dengan Kenzo. Dan ini cukup membuat Moza sedikit tenang untuk belajar.


Pulang kampus Moza mengirim pesan pada Lisa temannya.


[Aku lagi ada uang nih, ke mall yu.] ajaknya


Tak lama pun ada balasan .


[Ayok, jam berapa kamu pulang] tanya Lisa


[Sipp, nanti ku tunggu di pertigaan.] kata Lisa


[Okk, kabarin lagi saja.]


Tiba di mall..


''Cari makan dulu yuk, lapar.'' ajak Lisa dengan tertawa dan memegang perutnya


''Ok ayo cuss kita makan.'' angguk Moza


Lagi di tempat makan.


''Si Gabriel kaya sudah lama gak ada kabarnya ya?'' ucap Lisa sambil makan


''Iya kamu benar, mungkin dia sibuk kuliah kali.'' kata Moza menebak


''Ya juga kali.''


Beberapa saat kemudian...


''Ah, kenyang nya ya.'' Lisa sampai kekenyangan makan di sini.


''Iya Lis, dan makanan di sini enak-enak ya kan?''

__ADS_1


''Hm iya bener Za.''


''Keburu sore, ayo kita belanja.'' ajak Moza


''Ayo let's go.''


''Eh ke sana yu ah, kayaknya ada dress yang aku mau ayo Lis.'' Moza menunjuk toko pakaian


''Ok ayo.'' Lisa pun ikut memilih pakaian di sini


''Lis, ini bagus kan kalau aku pakai ?'' Moza menunjukkan dress putih yang tak terlalu terbuka


''Bagus Za, beli saja.''


''Iya, tapi aku mau lihat-lihat dulu yang lain.'' Moza pun menyimpan dulu kembali dress-nya dan niat melihat yang lain lagi.


Dan saat Moza sudah mau membeli juga mengambil dress nya itu rupanya jadi hilang dan ternyata ada di tangan orang lain.


''Em, maaf itu dress aku.'' Ucap Moza


''Apaan kau, datang-datang bilang ini dress mu. Gak lihat apa, ini tuh sudah ku pilih.'' ucapnya perempuan ini dengan membentak Moza


''Tapi itu tadi aku sudah memilih nya.''


''Oh ya, jelas-jelas ini ada di sana. Bukan ada di tangan mu.''


''Tapi aku yang sudah lebih dulu tadi mau membeli nya, kamu itu yang merampas dress ku.'' Moza tersulut emosi


''Heii berani sekali kau, membentak ku hah? Kau siapa, asal perlu kau tahu ini aku bisa membeli dress Seperti ini sepuluh dress dasar kau norak.'' ejeknya pada Moza


''Yasudah kembali kan itu kan kamu bisa beli yang lebih bagus iya kan?''


''Enak saja, gak bisa kamu saja sana pergi dan cari lagi.'' perempuan tadi sengaja mendorong tubuh Moza


Hingga Moza kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjungkal ke belakang tapi untunglah ada yang menahan tubuh nya hingga gak jadi terjatuh .


''Sayang, kamu kenapa peluk dia lepaskan !'' tiba-tiba wanita yang merebut dress ini berteriak marah


Kemudian Moza melihat orang yang menolong nya tadi dan ketika sudah jelas terlihat itu rupanya adalah Kenzo.


''Ken.'' gumam Moza


''Lo, ngapain Lo. Cari kesempatan ya?'' tuduhnya lalu melepaskan tangannya dari tubuh Moza yang tadi menahan Moza saat di dorong.


''Sayang ... Kamu malah pelukan dengan orang ini. Padahal dia itu sudah mau mengambil dan rebut dress aku ini loh sayang'' rengek nya perempuan tadi itu rupanya adalah pacar Kenzo


''Kamu kenapa rebutan baju seperti ini dengan nya. Ini seperti bukan kamu sayang, selera mu bukan baju kaya gitu. Sudah lepaskan dan jangan di beli dress jelek begitu, biarkan untuk dia yang sama-sama jelek.'' ucapan Kenzo begitu menusuk.


Lalu tak terduga Kenzo merampas dress itu dari tangan sang pacar, dan melemparkannya tepat di wajah Moza.


''Tuh ambil.'' di lempar nya dress oleh Kenzo kemudian Kenzo pun pergi dengan menggandeng dan membawa pergi pacarnya dari hadapan Moza hanya diam terpaku.

__ADS_1


__ADS_2