
Moza sedang memegang ponselnya dan dia pun mengetikkan sesuatu pesan pada Lisa teman nya.
[Nongkrong yu!] ajaknya
Tak lama pun Lisa membalas.
[Ayuk, di mana nih?] balas Lisa
[Taman biasa aja Lis.] balas Moza
[Ok, aku on the way!]
[Sip!]
Maka sekarang di sinilah mereka berdua ini, bertemu di taman kota tempat pavorit nya mereka.
''Ada apa nih ngajak ketemu ?'' lebih dulu ucap Lisa memulai percakapan.
''Ya gak ada apa-apa sih, cuma jenuh saja diam di rumah. Mending nongkrong kan.'' jawab Moza
''Kamu ada benarnya Za, memang aku juga merasa bosan di rumah mulu. hhhee'' kekeh Lisa
''Oh ya Lis, kamu jadi masuk bagian ekonomi?'' tanya Moza ingin tahu Lisa akan kuliah bagian mana.
''Ya jadi Za, paman menyuruh ku kuliah di fakultas itu ,'' jawab Lisa
''Tapi kamu kaya gak mau gitu sih Lis kenapa? Jarang-jarang loh ada paman sebaik paman mu itu.
Lisa ini di biayai oleh paman nya untuk kuliah semuanya paman Lisa yang urus, tapi itu tadi paman nya ingin Lisa masuk universitas ekonomi.
''Bukan aku gak seneng dan gak bersyukur Za, hanya ya itu aku tadinya ingin satu kampus dengan mu, tapi mau gimana lagi Za paman ku gak ngijinin Za.'' ucap Lisa
''Ohh ceritanya sahabat ku ini gak bisa dan gak mau lepas dari aku begitu ya rupanya. Duhh aku jadi terharu nih.'' goda Moza sengaja
''Apaan, lebay banget kamu.'' Lisa membuang Wajah dan mengelak lebih tepatnya.
''Hahaa ... Ngaku aja lah, gak perlu kamu tutup-tutupi sayang !'' kembali goda Moza.
''Za, sudah diam lah.'' Lisa pura-pura marah.
Ddzzzzzzz
Ddrrzzzzzz
Ponsel Moza berdering.
''Siapa?'' tanya Lisa ingin tahu.
__ADS_1
''Em, ini dari Gabriel.'' jawab Moza
''Loh kamu punya nomornya dia Za?'' Lisa baru tahu jadi dia menunjukkan ekspresi kaget nya.
''Hm iya punya Lisa.'' angguk Moza
''Gak bilang-bilang ya kamu itu punya nomornya Gabriel, si bule itu. Kayaknya kamu sengaja gak bilang karena takut aku minta juga ya?'' tuduh Lisa
''Helehh, tega bener kamu nuduh aku Lisa. Ini aku belum sempat saja hapus lagi nomor dia.'' kata Moza
''Eh Koo di hapus kenapa?'' sahut Lisa bingung
''Ya mending aku hapus, daripada di tuduh kaya gitu seperti kata mu barusan.''
''Sejak kapan ya Moza ini jadi baperan?'' ejek Lisa
''Sejak hari ini.'' sahut Moza
''Eh angkat saja Za, kasihan tuh dari tadi dia nelponin kamu Mulu tuh.'' suruh Lisa
''Hmm.''
[Halo Moza.] suara Gabriel sedikit terdengar oleh Lisa yang menempati dekat dengan ponsel Moza yang berada di tangan dan di tempelkan dekat telinga itu.
[Iya Gab ada apa?] tanya Moza sesekali menatap pada Lisa yang sedang kepo.
[Kamu lagi ngapain? Kenapa lama banget angkat telpon dari ku?] ucap Gabriel dari balik telpon.
[Oh gitu, Za bisa kita ketemu gak?] ucap Gabriel meminta bertemu
''Mau ngapain dia ngajak ketemu?'' tanya Lisa namun kedengaran juga oleh Gabriel.
[Eh Za, itu suara siapa?]
[Em , itu --'']
[Hai Gabriel, ini aku Lisa.!] tiba-tiba Lisa menyahut
[Oh Moza lagi sama kamu. Kalian memangnya sedang di mana?]
[Kami ada di rumah ku.]
[Kita lagi di taman.] dan jawaban keduanya beda sehingga membuat Gabriel di sana kebingungan.
[Hah, yang benar yang mana ini?] tanya Gabriel
[Di taman.]
__ADS_1
[Di rumah.]
[Yang mana?]
[Kita lagi di taman xx Gabriel.] dan Lisa mengatakan tempatnya dengan lengkap pada Gabriel.
''Lis.!'' bisik Moza menegur
''Apa sih.''
[Ya sudah kalian tunggu aku, jangan dulu pulang dan jangan pergi kemana-mana ok!] pesan Gabriel
[Tapi Gab, kamu ma--]
Tut
Turtt
Tutt
Belum sempat Moza menyelesaikan ucapannya Gabriel sudah dulu menutup telponnya ini.
''Eh ya ampun gak sopan ya dia.'' gerutunya Moza pada ponselnya.
''Kamu kok gak mau beritahu dia tadi Za, kalau kita lagi ada di sini, kenapa?'' tanya Lisa mungkin dia penasaran ada apa.
''Gak apa-apa sih Lis cuma kan kita mau nongkrong berdua,''
''Apa jangan-jangan kamu mau berduaan gitu sama dia, gak mau Bertiga dengan aku?'' Lisa sudah memicing.
''Lis, kok nuduh Mulu sih. Gak mungkin lah aku seperti itu, justru karena ingin berdua dengan mu ya aku menolak yang lain untuk ikut gabung, benar kan.''
''Ya deh, aku percaya dan aku senang akan hal itu.''
Mereka pun berpelukan.
Tak lama keduanya ini mendengar seperti ada suara tertawanya seseorang dari arah samping yang sepertinya ada dua orang yang tertawa itu.
''Siapa itu, kok sepertinya ku kenal.?'' tanya Lisa menengok pada asal Suara yang lagi membelakangi mereka taoi lagi Lisa seperti mengenal satu pria itu. Dari gesture tubuh dan juga rambutnya terasa tak asing.
''Gak tahu, eh tapi itu seperti Keyla.'' sahut Moza dan memelankan suaranya ketika menyebut satu nama
Keyla, sedang apa dia di sini. Dan siapa itu pria kok sepertinya aku pernah lihat.?!! bisik batin Moza
''Za, itu kaya suara Keyla adik mu kan?'' tanya Lisa sudah pernah bertemu dengan Keyla jadi Lisa tahu.
''Kayaknya iya itu Keyla. Tapi dia sedang sama siapa?'' seru Moza menebak-nebak.
__ADS_1
''Keyla!'' tiba-tiba Lisa berteriak memanggil Keyla dan Keyla juga satu pemuda tadi menengok ke asal Lisa dan Moza saat ini.
''Eh kak Moza, kak Lisa. Mereka di sini'' ucap Keyla ketika berbalik badan yang tadi memanggilnya adalah orang terdekatnya.