Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Menjenguk Salsa


__ADS_3

Maura dan Arsen datang ke rumah Salsa, mereka ingin Bertanya langsung dan juga ingin melihat kondisi Salsa. Jelas Arsen juga Maura khawatir pada Salsa.


Mobil Arsen sudah sampai di halaman rumah Adrian keduanya turun dan bergegas masuk kedalam.


Setelah bibi membukakan pintu, keduanya pun masuk bertepatan dengan itu rupanya Salsa juga baru turun dari tangga. Salsa melihat kedatangan adik dan sahabatnya segera menghampiri keduanya.


''Kalian kesini, kok gak bilang-bilang dulu'' ujar Salsa


Arsen menyalami tangan Salsa ''Kak, kamu baik-baik kan Kak?'' tanya Arsen cemas


''Baik Ar, kakak baik-baik saja kok, lihat nih kakak baik kan?'' sambil menunjuk pada dirinya


''Ya syukurlah kak, kalau kamu baik,''


''Sa, sebenarnya gimana yang terjadi, kenapa bisa seperti ini?'' sekarang Maura yang bicara .


Salsabila pun mengajak mereka untuk duduk di sofa agar lebih nyaman untuk mengobrol nya. ''Saat kemarin itu, Adrian berpamitan pada gue kan seperti biasanya. dia akan pergi ke kafe katanya ada pertemuan bisnis bersama para clien nya. Tapi tiba-tiba siang nya asistennya hubungi gue, katanya Adrian masih belum sampai, jujur saat mendengar hal itu gue langsung panik dan mencemaskan dia, Aku pun segera meminta bantuan kepada Cicill dan Fero, Karena gue sangat butuh seseorang bantu gue, tapi ... '' Tiba-tiba Salsa menangis dan tak mampu melanjutkan ucapannya


Maura segera mengusap bahu Salsa, untuk menenangkan ''Tenang Sa, ada kita.'' ujar Maura


Salsabila mengangguk dan coba untuk tidak lagi bersedih, lalu setelah cukup tenang Salsa melanjutkan lagi perkataan nya. ''Saat di perjalanan untuk mencari keberadaan Adrian, gue secara tiba-tiba dapat pesan yang mengatakan kalau Adrian rupanya lagi bersama seorang wanita di kamar apartemen'' jelas Salsa menceritakan lagi sambil terisak..


Disini Salsa memang percaya Adrian pasti tak melakukan itu, namun Salsa masih merasa sedih saja . Kenapa ada orang yang ingin membuat hubungan nya hancur, itu yang di sedih kan di pikirkan oleh Salsa saat ini.


''Sabar Sa, tenang ya! tapi Sa, itu beneran Adrian bukan?'' tanya Maura jelas ingin tahu kepastiannya.


Salsa pun menggeleng ''Gue yakin itu bukan Adrian'' jawab tegas Salsa

__ADS_1


''Lo serius, itu bukan Adrian?'' ulang Maura


Salsa mengangguk mantap lagi, ''Gue yakin banget itu bukan dia, kan gue istrinya''


''Iya juga sih, Oh ya, emang Lo kalau lagi gituan suka jelas memperhatikan letak dan lekuk tubuh Adrian Sa?'' Maura bertanya ucapan terakhirnya dengan berbisik .


''Ya iya lah Ra, Lo juga harus memastikan sesuatu nya, apa pun itu yang harus tahu ya istrinya,'' jawab Salsa membenarkan. Dan memberikan masukan pada Maura ''Emang Lo gak lihat apapun soal si Arsen, saat gituan Ra? Apa Lo merem aja gitu?'' ejek Salsa, sekarang Salsa tertawa ia jadi sedikit terhibur.


''Sialan Lo,'' umpat Maura Pipinya jadi memerah malu kan.


''Hahaaa, itu pipi Lo kenapa Maura?'' ledek Salsa lagi


''Tau lah, gak kenapa-kenapa.'' mengelak


''Kalian lagi bahas apaan sih, kenapa harus bisik-bisik?'' Arsen menyahut sambil menatap keduanya dengan mata memicing ingin tahu.


''Jangan bicara kaya gitu depan dia!'' bisik Maura memperingati Salsa


''Ya deh, iya!''


''Mana Suami Lo sekarang? Apa dia gak pulang?'' tanya Maura yang tak melihat keberadaan Adrian.


''Masih tidur'' jawab Salsa singkat dan datar


''Nyenyak banget Sa, tidurnya setelah berbuat hal itu pada Lo, dan Lo biarkan gitu aja Sa?'' Maura yang jengkel


''Biarin aja lah, yang penting gue gak akan kasih jatah tuh orang Sebulan'' Salsa menyahut dan menekan kata terakhirnya.

__ADS_1


''Hahaaa, bagus Sa, bagus.'' dukung Maura.


Sementara sekarang di dalam kamar, benar saja Adrian baru bangun dari tidurnya.


Adrian mengucek kedua matanya. ia pun merenggangkan kedua tangannya . Mungkin Adrian belum ingat kejadian kemarin itu, sehingga ia bangun Seolah tanpa beban .


''Ahh rupanya sudah siang'' gumam nya melihat pada jendela yang di luar nampak jelas sudah muncul matahari terang benderang..


Adrian menatap sekeliling kamar, ia tak melihat istrinya, mungkin di bawah tebak nya.


Adrian mengambil minum di atas nakas, dan segera meneguknya hingga terdengar suara glek glek .


Ting


Suara notifikasi nyaring terdengar dari ponsel milik Adrian.


Adrian yang baru selesai minum itu pun segera mengambil ponselnya, dan melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Dilihatnya yang mengirimkan pesan itu dari nomor yang tak di kenal. Adrian tak membacanya karena pikir Adrian itu orang iseng.


Namun kembali ponselnya bersuara menandakan ada pesan masuk lagi.


Adrian Melihat lagi, Karena penasaran siapa yang mengirimkan pesan beberapa kali itu Adrian membuka nya. Rupanya isi pesan itu menunjukkan sesuatu kata-kata.


[Bagaimana Drian, Aku tak main-main kan dengan perkataan ku, Aku akan terus seperti ini, Sampai kau mau bertemu berdua dengan ku, Segera] Rupanya itu isi pesan dari orang itu.


Adrian langsung mengeraskan rahangnya dia sangat marah saat tahu siapa yang sedang bermain-main dengan nya saat ini.

__ADS_1


''Sialan, jadi benar dia orangnya!'' umpatnya marah.


__ADS_2