
''Ooeeeee... Oeeee..'' Suara bayi yang menangis
Samar-samar terdengar oleh sang Momi. Perempuan yang sekarang jadi ibu itu pun mulai terbangun untuk melihat anaknya yang menangis mungkin haus ingin minum susu.
Saat mata sudah terbuka yang pertama di lihatnya itu sang suami tengah menggantikan Pampers anaknya.
Seulas senyum terbit di bibir Si wanita, sungguh ini pemandangan yang sangat indah bagi Salsa.
''Mas.'' ia pun memanggil sang suami
Si pria menoleh padanya lalu tersenyum, ''Sayang kenapa bangun?'' ujarnya.
''Mas, biar aku saja'' kata Salsa yang mau beralih mengganti popok sang anak. Padahal itu sudah selesai Adrian lakukan Sa .
''Tak apa, aku bisa kok. Kamu lanjut tidur saja'' kata Adrian, sangat manis
Tapi Salsa menggeleng ''Aku sudah gak mengantuk biar aku yang berikan ASI pada anak kita, kau istirahat lah Mas, kau pasti kelelahan sudah bekerja dari siang'' Ucap Salsa.
''Aku tak merasa capek kok, Karena rasa capek ku hilang, bila sudah menggendong anak kita.'' Ucap Adrian
''Benar kah seperti itu?''
''Hm benar Momi.''
Salsabila sekarang menatap keindahan di depan matanya ini, suami yang begitu sayang dan pengertian padanya dan pada anak mereka, tak mungkin pria sebaiknya bisa melakukan sesuatu hal yang akan membuatnya terluka.
Salsabila yakin Adrian tak akan menduakan nya. .
**
Permainan panas justru sedang terjadi di suatu ruangan.
''Kau, kangen padaku ya kak?'' tanya sang pria sedikit tak jelas suaranya karena ia sambil me-ngemut sesuatu yang bukan permen pastinya.
Pria itu mendongak ingin menatap reaksi si wanita saat di perlakukan seperti ini.
''Ahh tidak kok'' jawabnya
''Masa sih kak?'' seolah tak percaya, lalu Pria itu semakin naik dan menciumi bahkan menyesap.
''Shhh Ar.''
''Tadi kau kemana dulu?'' tanya Maura di selingi desahhan.
__ADS_1
''Nongkrong bentar ma teman-teman kak, tenanglah aku gak akan bermain yang di luar batas '' kata Arsen meyakinkan Maura.
''Ya coba saja sih kalau kau berani melakukan hal yang membuatku murka, maka, siap-siap kau tak akan pernah bisa bertemu dengan anakmu nanti '' ancam Maura namun itu nyata bukan main-main.
Hiiiii , mengerikan sekali ' batin Arsen.
Arsen menggeleng di area itu, ''Gak lah kak, aku berjanji akan bersama kalian, dan tak akan berbuat sesuatu yang akan menjauhkan ku, dari anakku '' kata Arsen tegas.
''Ahh, bagus lahhhh'' Maura menutup matanya rapat-rapat ia merasa kegelian.
''Dihh Ar, aku geli''
''Tapi, kau nikmatin kan?'' goda Arsen.
''Apa sih kamu.'' menimpuk pundak Arsen pelan dan tersenyum malu-malu.
''Euhhh .... Makasih kak. Aku puas!'' ucap Arsen.
''Iya, aku juga''
''Hah apa tuh?''
''Eh, bukan apa-apa, maksudnya tuh aku juga , ah gitu lah.'' Maura tak mampu meneruskan berkata-kata lagi
''Ar, stop!''
''Hahaaa...'' dan membawa Maura kedalam dekapannya.
''Kak, mau gak?''
''Apa?'' mendongak
''Em ... ''
''Ish apa, jangan Minta lagi ya!'' Maura melotot pada Arsen. Pikir Maura kesana.
Arsen menggeleng ''Bukan itu kok, kakak kenapa pikirannya kesana ya'' tersenyum jail
''Ih kamu.'' Maura jadi semakin malu.
''Terus apa dong?''
''Penasaran banget ya?''
__ADS_1
''Sedikit.''
Sedikit Tapi jelas serasa ingin tahu banget..
''Kak, kamu mau gak, kita beri adik lagi buat Keyla ?'' tanya Arsen dengan berkata secara pelan-pelan. sengaja agar Maura dapat mengerti.
''Adik untuk Keyla ?'' ulang Maura
''Ya.''
''No..'' dengan tegas Maura menolak,.
''Kenapa ?''
''Pakai tanya kenapa ? Keyla masih terlalu kecil untuk punya adik.'' jelas Maura sangat tegas, bahkan ini sudah ia bicarakan dari kemarin-kemarin pada Arsen, saat waktu itu dia panik karena belum pasang alat penunda..
''Oh iya, tapi ... '' sengaja Arsenio menggantungkan ucapannya
''Tapi apa?'' desak Maura dan dahinya mengernyit
''Tapi bagaimana kalau yang barusan jadi kak?'' Arsenio menatap hororr
''Apa maksudmu berkata seperti itu,?'' Maura sudah panik wajahnya,
''Kak, aku, tidak--''
''Apa kau tidak?'' tebak Maura
Sean mengangguk
''Ah yang serius Ar? kau beneran tak pakai itu?'' ulang Maura
''I-iya kak, aku - lupa!''
''Duhh Ar, kok bisa lupa sih, terus gimana dong!'' Maura sangat panik.
''Gak gimana-gimana, tenanglah kan ada bapaknya ini.'' kata Arsen sangat datar
''Arsenio....'' Maura berteriak sangat kencang
Arsen malah tertawa bahagia.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih yang kemarin sudah nyebutin nama untuk Baby Momi Salsa dan Papi Adrian, tapi othor masih bingung nentuin 😁