Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
32


__ADS_3

Arsen merasakan atmosfer yang berbeda, karena tengah berada di antara dua wanita, tapi lebih tepatnya saat melihat tanggapan istrinya yang marah karena pelayan ini menganggap Keyla adiknya, mungkin Maura tak terima.


''Kak, sudah jangan di ladenin '' bisik Arsen di telinga Maura, coba membujuknya juga dan menengahi..


''Tidak bisa Ar, pelayan ini harus tahu, dan apa kamu gak mau nunjukin aku ini siapa mu hah? oh atau kau mendukung yang di katakan nya?'' tuduh Maura sudah tak dapat mengontrol emosi nya.


''Lalu kenapa masih diam'' bentak Maura


''Ya, harus gimana ?'' sungguh Arsen mendadak telmi.


''Oh Tuhan,'' Maura sampai membuang nafas kasar .


''Aku ini siapa kamu?'' kata Maura


''Istri ku kan?'' jawab Arsen apa adanya


''Yasudah cepat bilang padanya, siapa aku ini'' suruh Maura .


Si pelayan juga dari tadi kepalanya mondar mandir menatap dua manusia ini bergantian.


''Kakk.'' Arsen memanggil pelayan itu


Si pelayan sudah mau bersuara tapi tak jadi saat Maura kembali menyela . ''Kok kamu sebut kak sih, sebut Mbak '' perintah Maura dengan nada tegas .


''Oh baiklah, mbak pelayanan maaf ya, atas keributan ini, dan kenalkan ini istri saya.'' kini Arsen melakukan yang Maura minta .

__ADS_1


''Oh apa? Isteri nya?'' si pelayan kok sampai terbata ,


''Ya, aku ini istrinya dia, bukan kakak nya , dan ini , Keyla anak kami.'' ujar Maura dengan menekan kata terakhirnya, menyebut Keyla anak mereka


Mata si pelayan membulat tak percaya dengan yang sebenarnya, tapi , dia coba profesional, dan si pelayan itu meminta maaf langsung pada Maura dan Arsen .


''Maafkan saya Kak, saya tidak tahu dan saya menyesal telah membuat Anda tidak nyaman,'' ujarnya pada Maura lebih tepatnya


''Iya tidak apa-apa, Kak, ayo kita lanjutkan lagi cari Pakaian untuk Keyla'' ajak Arsen mengalihkan suasana.


''Dimana maksudmu? disini?'' tanya Maura.


''Ya'' memang dimana lagi.


''Serius kak?'


''Hm, ayo pergi''


''Kak, tolong maafkan saya, silahkan di lihat-lihat lagi kak, barangkali ada yang cocok'' si pelayan coba bersikap ramah sekarang.


''Sorry tapi aku sudah gak berminat, Ar, ayo pergi''


''Baiklah, maaf ya Mbak, kita tidak jadi.''


''Tidak apa-apa kak, dan saya yang minta maaf.''

__ADS_1


''Iya Sudah, jadikan ini sebagai pelajaran'' kata Arsen bijak .


Si pelayan itu mengangguk dan membungkukkan badannya beberapa kali pada Maura dan Arsen sebagai tandau permintaan maaf nya..


Untuk mengembalikan mood nya Maura, agar tak lagi kepikiran dengan Ucapan si pelayan tadi,maka sekarang Arsen inisiatif mengajak Maura untuk menonton bioskop saja .


Dan Arsen juga sengaja memilih film komedi romantis,


Kini keduanya sudah duduk di kursi bioskop,


''Film apa nih yang kau pilih Ar? bukan film horor kan?'' tanya Maura.


''Bukan kok kak, memang kenapa kalian film horor?'' bertanya balik


''Gak apa-apa'' jawab Maura namun dalam hati melanjutkan dia pasti akan menolak nya karena dia takut film hantu .


''Jadi film Apa?'' memastikan.


''Komedi romantis.'' jawab Arsen


''Oh ..'' bernafas lega,


Lalu tak lama film pun sudah mulai di jalankan, awal-awal memang ini banyak romantis nya, tapi saat semakin pertengahan komedi nya pun mulai terlihat,


Niat hati ingin membujuk atau merubah mood Maura agar lebih baik, atau agar Maura merasa terhibur dengan menonton ini, tapi justru lihat reaksinya yang tertawa ngakak , dan dia yang merasa terhibur, justru sebaliknya Maura tak menunjukkan reaksi apapun.. Entahlah apa yang di pikirkan Maura ini..

__ADS_1


__ADS_2