Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
26


__ADS_3

''Ah, sayang '' pekikan lantang langsung keluar dari mulut manis Pricilla saat dia tadi coba memasuki milik Ferro dari atas


''Yank ayo!''


''Yank, kayaknya sakit ''


''Gak kok, ayo coba lagi,'' tadi itu masih belum apa-apa padahal .


Pricilla pun mencium lagi, dengan sangat perlahan Pricilla kembali memasuki pisang itu ke situ nya,


''Uhhhh,yank...''


Ferro pun membantu menaik turunkan bokong nya dengan tangan nya sendiri.


''Emmhhh'' Pricilla kini mulai menikmatinya dia terus memacu sampai terdengar suara ******* nya,


Pricilla mendongak sambil tangan nya mengelus dada Ferro .


''Ohhh,, shhh, sayang , terus sayang !'' Ucap Ferro


''Emmh ahhhh Fer,'' Pricilla semakin mempercepat pergerakan nya .


''Ahhh sayang, terus sayang ohh.!'' pinta Ferro


Pricilla menunduk dan mulai menciumi bibir Ferro,


Sumpah ini hal yang baru dia rasa, dan ini sangat-sangat luar biasa enak nya, mungkin setelah ini Pricilla akan ketagihan melakukan nya lagi dan lagi Tentunya di atas tubuh Ferro


'''Mmmhhh''


''Muuachh''


''Mmhh,''


Begitu suara decitan ciuman mesra keduanya .


''Ahhh sayang terus sayang emmm, ayo sayang''


Pricilla semakin menggila di atas tubuh Ferro ini, semakin cepat melakukan ke atas bawahnya


''Sayang ahhh aku, aku seperti mau keluar yank'' ujar Pricilla .


''Baiklah sayang, kita sama-sama .''


dalam satu gerakan, kini Pricilla sudah di bawah tubuh Ferro


Ferro, pun memasukkan lagi pisang nya dengan tangannya .


''Ohhh..Yank'' Pricilla menjerit enak .

__ADS_1


''Hoshh, hoohhs , hohh...'' akhirnya keduanya sudah mencapai puncak indah malam ini .


''Sayang, aku puas banget malam ini sayang, besok kita gitu lagi ya yank, kau yang bermain di atas ku..'' ucap Ferro sangat prontal dengan meninta pada Pricilla .


''Kamu hebat juga yank, kamu seperti sudah handal'' puji Ferro .


''Emang kamu pernah nyobain, sampai tau yang handal dan tidak?'' tanya Pricilla dengan mata memicing .


Krik.. Krik....


''Gak pernah sih yank, tapi kan aku lihat kamu itu tadi oh...-''


''Stop ihh, kenapa di bahas, malu.'' Pricilla langsung menutup mulut Ferro yang akan membahas soal tadi gerakan dirinya, apa harus di bahas lagi, kan malu banget ya kan..


''Mmm, baiklah gak di bahas lagi.'' sambil nahan tawa .


''Tidur yu!''


''Yu, aku lelah Fer.''


''iya makanya ayo istirahat,''


''Hm'' mengangguk .


''Selamat malam Istri,''


''muahh..'' kecupan terakhir, dan saling berpelukan dengan memejamkan mata .



Oma saat ini katanya tengah sakit,


Dan Oma selalu memanggil- manggil Salsa terus menerus, mungkin Oma merasa rindu pada Salsa,


Oma ini adalah Momy nya Kirana, Bunda Adrian .


''Ki, Oma ingin bertemu dengan Salsa, tolong beritahu dia , suruh ke sini Ki..'' pinta Oma di suatu hari kepada Kirana , Bunda Adrian .


''Iya Mom,nanti Ki, beritahu Adrian, agar mereka main ke sini.'' Ucap Kirana


''Ayo sekarang Ki, Momy Sudah sangat rundu dengan nya!''


''Baiklah Mom, ini aku telpon Adrian sekarang .''


Bunda Kirana pun berjalan menuju jendela sambil ponselnya ia letakkan di telinganya .


Di tempat lain,


''Mas, ini Bunda telepon'' ujar Salsa memberi tahu pada Adrian kalau ponselnya berbunyi . Dan Bunda menelpon .

__ADS_1


''Angkat saja sayang!'' suruh Adrian, karena tanggung dia sedang membolak-balikkan spatula, entah sedang membuat apa Adrian itu


''Yasudah aku angkat,''


[Halo Drian.] ucap Bunda begitu panggilan tersambung .


[Halo Bun, ini aku.] balas Salsa,


[Oh ini kamu Nak, gimana kabar kamu Nak?] tanya Bunda .


[Alhamdulillah aku baik Bun, Adrian juga, gimana Bunda juga yang lainnnya di sana Bun?] tanya balik Salsa .


[Syukurlah ya sayang, iya Bunda juga baik Ayah baik, hanya Nak Oma-]


[Oma kenapa Bun?] Salsa cepat memotong dan jelas khawatir .


[Oma sedang sakit sayang,]


[Oma sakit Bun, sakit apa Oma Bun?]


''Sayang Oma sakit?'' tanya Adryan segera menghampiri Salsa dan ikut cemas pada Oma


''Iya Dri, katanya Oma sakit.''


''Loud, sayang'' pinta Adrian agar dia bisa mendengar juga .


[Oma hanya kelelahan kok, jadi Oma kondisinya langsung drop, tapi tidak ada yang serius kok, hanya Oma ingin sekali katanya bertemu dengan kalian? ucap Bunda memberi tahu .


[Oma, kami sangat khawatir pada Oma,] kini Adrian yang menyahut


[Yasudah, kalian kapan kesini, Oma sudah menanyakan kalian terus ?]


[Besok kita ke sana ya Bun, hari ini Drian masih ada pekerjaan yang harus Drian lakukan, besok Drian ke sana sama Salsa, besok kita menginap, tolong beritahu Oma, agar jangan cemaskan Salsa lagi, ] Ucap Adrian .


[Baiklah,nanti Bunda beritahu Oma kalian.]


Panggilan pun terputus,


''Bagaimana Ki, sudah kamu hubungi mereka?'' tanya Momy


''Sudah Mom, besok katanya mereka kesini.'' jelas Kirana .


''Sudah sekarang Momy istirahat lagi, jangan cemaskan mereka, Salsa besok kesini Mom.'' ujar Kirana lagi


''Iya baiklah, Momy sudah tensng sekarang, karena besok Salsa akan kesini, sekarang Momy bisa tidur dengan nyenyak.'' kata Momy lalu Momy berbaring dan menaruh selimut nya hingga batas leher,


Kirana hanya terkekeh melihat tingkah ibunya ini, yang seperti anak kecil saja, pikirnya .


Akhirnya Momy pun sudah tertidur, sebelum pergi, Kirana membetulkan lagi selimut ibu tercinta nya ini, Kirana mengecup kening Momy, dan setelah itu dia berlalu pergi keluar .

__ADS_1


__ADS_2