
Bahkan kini niat Nenek Airin ingin mengenalkan Gabriel pada cucunya sudah di bicarakan langsung pada Maura selalu ibunya Keyla.
Pagi-pagi sekali, Mama Airin mendatangi rumah Arsen dan Maura..
''Ma, ayo masuk. Iya gimana kabar Mama dan Daddy ?'' tanya Maura menyalami tangan Airin, wanita cantik yang tak muda lagi itu tadi datang bersama supirnya sementara Erik tak ikut datang dia tinggal di rumah saja.
''Kabar Mama baik Nak, bagaimana dengan mu Arsen dan Keyla ?'' tanya Airin yang Sudah duduk di salah satu kursi ruang keluarga.
''Alhamdulillah ma kalau baik, iya kami semua juga baik Ma.'' jawab Maura.
''Keyla mana Ra ?'' Airin menanyakan sang cucu belum sempat Maura menjawab di sana Keyla sudah berlari memanggil Airin sang Nenek.
''Nenek ... kapan nenek ke sini, kenapa gak panggil Keyla nek.'' ucapnya sedikit kesal
''Loh ini Nenek sedang nanyain kamu sama bunda mu sayang.'' ucap Airin nenek Keyla.
''Bunda kenapa gak beritahu Keyla kalau nenek datang '' tanyanya pada Maura.
''Iya sayang maafkan Bunda dong, Bunda belum sempat panggil kamu eh kamu nya sudah kesini.'' balas Maura.
''Iya Sudah tapi Keyla senang banget nenek mau ke rumah Keyla, eh nek ayo kita bermain boneka. Nenek tahu tidak Keyla punya boneka Barbie baru lagi Nek, Ayo main Nek.'' Keyla sangat antusias dan dia mengatakan pada Airin kalau dirinya punya boneka baru lagi.
Memang cucu sama Nenek ini suka bermain boneka, dan Airin tak pernah bosan bila dia bermain boneka dengan cucunya Keyla.
''Iya ayo kita main, tapi Nenek mau bicara dulu dengan Bunda mu. Ini urusan orang tua Nak.'' ujar Airin dengan memberikan pengertian pada cucunya.
''Ohh gitu Nek ya baiklah Keyla tunggu di kamar ya nek, tapi jangan lama ya Nenek.'' seru Keyla sudah mengerti bila orang tua akan ngobrol itu anak-anak di larang untuk ikut mendengarkan begitu lah aturan keluarga ini.
Keyla pun sudah berlalu ke kamarnya lagi kini kembali pada Airin dan Maura menantunya.
''Ma apa ada yang ingin Mama bicarakan dengan serius sepertinya ?'' tanya Maura penasaran.
''Hmm benar Ra, Mama kesini memang ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi ini tentang Keyla.'' ujar Airin.
''Keyla Ma, apa itu ya?'' kembali tanya Maura dengan wajah bingung.
''Kamu ingat tidak dengan anaknya nenek Mira ?'' ucap Airin lebih dulu, dan Maura pun mengangguk ''Ya Naura ingat ma, Tante Mira temannya Mama kan.'' balas Maura.
__ADS_1
''Iya benar, lalu kamu ingat kalau Mira ini punya anak si Juna ingat kan?'' ucap Airin.
''Em ... Ah ya ingat.''
''Anaknya di Juna ini baik banget orangnya juga dia anak yang sopan, kemarin Mama main ke rumah Mira karena Juna sudah kembali ke Indonesia. Mama sih belum bertemu dengan si Juna cuma ini anaknya Juna, itu anaknya baik sopan sama orang tua, anaknya laki-laki dan juga itu kulitnya sangat bule Ra, juga dia pindahan sekolah dari luar negeri'' Airin menjelaskan.
''Oh iya ma.'' Maura belum paham maksud Airin bagaimana.
''Nah saat Mama lihat anak ini sepertinya dia cocok loh Ra dengan Keyla, bagaimana kalau Mama jodohkan Keyla dengan Gabriel anaknya Juna gimana Ra, mau tidak.'' pinta Airin membuat Maura terkejut.
''Apa ma, di jodohkan ?'' Maura shock
''Hm benar Ra, kita jodohkan mereka. Gabriel ini benar baik pada orang tua walaupun dia baru pindah dari luar negeri, tapi Mama sudah dapat menebak anaknya ini sopan.'' kekeh Airin.
''Tapi ma, mereka ini kan masih kecil Keyla saja baru mau lulus SD.'' kekeh Maura namun merasa lucu bila anaknya ini yang baru akan lulus SD malah akan di jodohkan apa di jaman sekarang masih berlaku sebuah perjodohan pikir Maura.
''Ya gak apa-apa Ra, walaupun mereka ini masih pada kecil Keyla masih SD kan menikah nya itu bukan tahun ini bukan juga untuk sekarang-sekarang, hanya kita jodohkan mereka dari sekarang gitu Ra.''
''Maura belum bisa menjawab ma, biar Maura bicara dulu dengan Arsen ya ma.'' ucap Maura.
**
Hari kelulusan.
Rupanya Sifa Mama kandung Moza benar hadir ke sekolah untuk menyaksikan kelulusan sang anak. Entah dia tulus atau sedang merencanakan sesuatu Moza tidak tahu pasti hal itu.
''Tolong jangan buat keributan di sekolah aku nyonya.'' pinta Moza kini Sifa selalu berada di samping Moza.
''Kenapa kamu seperti itu pada Mama Moza ? kamu berpikir jauh sekali, kamu menuduh Mama begitu Moza ?'' Sifa nampak marah.
''Maaf Nyonya bukan maksud menuduh hanya ini suatu permintaan dan peringatan, Nyonya aku tidak mau ada keributan di sekolah tolong lah.'' kembali ucap Moza padahal suaranya rendah namun terdengar tegas.
Sementara Kenzo dan Mami nya juga sedang berbisik-bisik.
''Mi ngapain itu si ulat bulu hadir di Acara sekolah.'' bisik Kenzo dengan menatap tajam pada Sifa dan Moza.
''Tidak tahu mungkin dia ingin menyaksikan kelulusan anaknya.'' balas Ellena Mami Kenzo.
__ADS_1
''Selamat anak-anak, Kalian kelas sembilan semuanya lulus dalam nilai tahun ini..'' suara guru yang mengumumkan lewat mik itu seketika membuat semua murid terlonjak kegirangan.
''Yeeee, kita lulus.''
''Asik kita lulus.''
''Horeee kita lulus SMA..'' begitu sorakan semua murid.
''Bu, tolong bacakan siapa juara kira tahun ini.!!'' pinta murid yang lain.
''Ok tenang saja ibu akan umumkan sekarang ya. Yang mendapatkan juara ke tiga tahun ini adalah Gabriel Heinze'' ucap guru dengan suara lantang
Semua pun bersorak gembira mengucapkan selamat kepada Gabriel si murid baru
''Ok anak-anak ibu akan bacakan lagi ya, juara kira ke dua tahun ini adalah ... Kenzo Alexander'' beritahu guru itu.
Tapi yang bertepuk tangan tidak sebanyak tadi karena mereka sedikit shock rupanya Kenzo si juara ke satu tiap tahun tapi kali ini, dia mendapatkan juara dua. Tentu hal ini menjadi kehebohan para murid.
''Hah si Kenzo juara dua?''
''Bukannya dia selalu juara satu?''
''Apa bu guru salah sebut?''
''Bu, juara ke satu kita siapa tahun ini?'' salah satu murid pun yang penasaran segera bertanya pada ibu guru di depan sana.
Perasaan Kenzo sudah campur aduk juga dia sangat kesal karena tiba-tiba tahun ini dia mendapatkan juara ke dua, sementara tahun kemarin selalu juara satu.
''Baik ibu bacakan sekarang ya, juara ke satu kita di tahun ini di menangkan oleh .... Moza! Selamat Nak, kamu sudah sangat membuat ibu bangga.'' ucap guru pada Moza.
Moza langsung menutup mulutnya dengan tangan dia benar-benar tidak menyangka kalau tahun ini dia bisa juara ke satu, tahun sebelumnya hanya juara dua dan Kenzo selalu ke satu tapi hari ini penuh kebahagiaan untuknya.
Moza matanya berkaca-kaca dia terbaru dan bersyukur.
Namun,
Seseorang semakin marah dan rahangnya mengeras karena dia tak terima Moza juara satu, 'Sialan kenapa bisa dia sampai juara satu.' ucapnya menggebu-gebu.
__ADS_1