
Bagaimana Pricilla tidak gemas pada baby Keyla, lihat saja, wajahnya sangat se cantik begini, sudah jelas pasti siapapun ingin membawanya pulang .
Pricilla jadi semakin ngebet ingin segera punya anak, yang sama lucunya..
''Yank, aku pengen bawa dia pulang.'' ujar Pricilla kepada Ferro
''Yank, jangan seperti anak kecil deh, nanti juga kita jenguk lagi .'' sahut Ferro mengusap bahu Pricilla.
''Maunya sekarang yank, pengen banget bawa dia,'' Pricilla semakin merengek .
Ferro merasa tak enak dengan semua orang, yang tiba-tiba sikap istrinya ini seperti sekarang, merengek melebihi anak kecil .
''Cill, Lo serius ingin banget punya anak. '' Salsa menatap cemas
Pricilla mengangguk kan kepalanya seperti anak kecil lagi .
Salsa dan Ferro mata mereka saling tatap,
''Cill, jangan bercanda ah . '' Ucap Maura menyahuti yang sedari tadi diam . Maura menatap Pricilla
Pricilla tak balas menatap Maura, dia lebih fokus melihat bayi mungil ini .
''Sayang, ayo lah bawa bayi nya sayang'' kekeh Pricilla .
''Yank, kau ini kenapa? malu banyak orang ini sayang .'' Ferro juga keheranan .
''Gak apa apa yank, ayo kita pulang , ajak baby Keyla .''
Ferro mengusap wajah nya sendiri, dengan helaan nafas frustasi, melihat tingkah Pricilla yang tiba-tiba .
''Yasudah, nanti kita kesini lagi, ayo pulang sayang ayo! '' ajak Ferro menggandeng tangan Pricilla untuk ikut .
''Tapi yank...'' Pricilla masih tidak mau .
''Yank, please, jangan bikin malu Seperti ini!'' tegas Ferro kali ini dia sangat serius .
''Yank . ''
''Yasudah aku tinggal nih .'' ancamnya
''Ish, dasar nyebelin .''
''Yasudah ayo ! ''
''Iya deh, ''
__ADS_1
''Sayang, baby Keyla , unty pulang dulu ya Nak cantik, besok unty kesini lagi, lalu bawa kamu pergi .'' ucapnya Pricilla,
''ya ampun Lo Cill, apaan lagi sih .'' kata Maura jadi ikut kesal .
''Sayang ayo ! '' paksa Ferro
''Iya, kenapa gak sabaran banget sih . ''
''Semuanya, kami pamit pulang dulu ya, dan maaf atas sikap istri saya tadi . '' ucap Ferro kepada keluarga Salsa juga orang tua Maura .
''Iya tidak apa-apa Fer, kami memaklumi .'' balas Mama Airin.
''Yasudah Tan, kami pamit ya, selamat malam, Sa, Dri, saya pulang. '' ucapnya lagi dan terakhir kepada Salsa juga Adrian .
Sekarang Pricilla dan Ferro tengah di perjalanan untuk pulang ke rumah Ferro . atau rumah mereka .
''Yank, kamu kok diam saja sih yank .'' tanya Pricilla Kepada Ferro di mobil
''Hm, apa?''
''Yank ngobrol dong ''
''Ya .''
''Ah kamu gak asik.'' ucap Pricilla kesal
Sudah mau pukul 00:00
Tiba-tiba mobil berhenti begitu saja, Ferro sengaja menghentikan laju kendaraannya . dan menatap Serius ke depan .
Pricilla juga menatap Ferro
"Kok berhenti?" Seolah tidak peka .
''Kamu tadi itu apa apaan, '' tanya Ferro dengan nada tinggi
''Apa,? '' menunjukkan wajah polos
''Tadi itu kamu apa apaan, bersikap seperti itu di depan keluarga Salsa dan Maura? kamu bukan lagi anak kecil Cilla, kamu ini sudah dewasa, kalau kamu memang mau mempunya anak, kita akan berusaha lebih lagi, tapi tolong lah untuk bersabar jangan seperti anak kecil Kaya tadi .'' kembali Ferro berbicara dan Semakin menjelaskan, tentang yang tadi Pricilla lakukan di rumah sakit .
''Kok kamu bentak aku sih Fer, padahal kan aku hanya bercanda'' ucap Pricilla dengan lirih seolah ingin menangis .
''Apa? nangis iya sekarang mau nangis? lalu tadi itu apa? sanhat gak lucu ya Cill,bercanda mu itu .''
''Iya aku tahu hal itu kok sayang, kan cuma bercanda.''
''Tapi bercanda mu keterlaluan Cill.''
__ADS_1
''Aku kan lagi buat surprise buat kamu sayang''
''Apa maksudmu?'' langsung menatap tak mengerti .
''Karena hari ini kau berulang tahun.'' teriak Pricilla heboh . suaranya sangat melengking .
Ferro melongo mendengar kata kata Pricilla .
''Hah? ulang tahun?'' gumam nya
''Iya sayang, kau ulang tahun sayang hari ini,'' kembali ucap Pricilla mengingatkan .
''Apa benar?'' Masih belum ingat .
''Ah, dasar kau ini, maksudnya kamu lagi surprise in aku yank?''
''Iya, '' tersenyum tanpa dosa
''Astaga ayankkk....jadi kamu beneran bercanda?''
''Iya benar sayang, aku gak mungkin lah bawa pulang bayi yang masih butuh ASI ibunya ''
''Benar benar kau ini sayang, kau hampir membuat ku kesal,''
''Bukan nya kamu sudah kesal, sampai cuekin aku tadi?'' ejek Pricilla
''Ya...salah kamu sendiri'' balas Ferro
''Hahaaa, aku ingat yank wajah marah kamu barusan, juga wajah tegang kamu campur malu saat di rumah sakit tadi, itu sumpah lucu banget kamu yankk..hahaaa'' Seru Pricilla dengan masih tertawa renyah nya .
''Ah yank, awas ya kamu nanti di rumah, aku hukum, gak akan aku beri ampun kamu sayang'' ancam Ferro
''Huuu aku gak takut'' balas Pricilla
''Benar ya , ini aku serius sayang, tunggu di rumah nanti pokoknya.''
Gap... langsung memeluk Pricilla, dan menggelitik pinggang nya .
''Aduh yank, sudah ah, aku geli yank, jangan lagi gelitiki aku yank '' pinta Pricilla semakin menggelinjang
''Ampun gak? ampun gak kamu yank hm?'' masih menggelitikin
''Iya iya deh hahaaa, ampun yank, hahaha ampun..''
akhirnya setelah Pricilla meminta ampun, Ferro baru menghentikan gelitikan nya .
Ferro langsung menangkup kedua sisi kepala Pricilla, sebagai hukuman nya kali ini, Ferro menghukum Pricilla dengan ******* habis bibir wanita itu, dengan sangat rakus .
__ADS_1
''Nanti ku lanjut kan lagi menghukum mu di rumah siap-siap lah sayang mmuuuahh ..'' bisik Ferro di sisi telinga Pricilla, hingga membuat tubuh Pricilla merinding .