
Tapi untunglah walaupun Arsen melupakan ritual yaitu memakai pengaman saat mau melakukan penyatuan bersama istrinya ini tak membuat Maura hamil lagi.
Tetapi dari sejak itu Maura selalu mewanti-wanti agar Arsen memakai pengaman nya dan kalau semisal habis maka dengan terpaksa Arsen harus menunda keinginannya karena Maura tak mau bila dilakukan akan membuahkan hasil keturunan lagi.
Rencana hari ini Maura mau berkunjung ke rumah Mama Airin sang ibu mertua.
Mengingat hal itu Maura yang sedang berkemas pakaian keperluan Keyla nanti mendadak bibir Maura terangkat. Maura merasa lucu dan masih tak menyangka dirinya sekarang ini menjadi anak menantunya Mama Airin, Mama sahabatnya yang sedari kecil sudah dia kenal bahkan sangat dekat. Lalu saat tiba-tiba sudah dewasa begini Mama Airin menjadi ibu mertuanya. Sungguh ini seperti drama saja, pikir Maura.
''Lagi mikirin apa hm,? sampai senyum-senyum begitu ?'' sang suami bertanya dan menatap wajah Maura lebih dekat.
''Ihhhh apa sih, dekat-dekat'' Maura mendorong wajah Arsen dengan kelima jarinya.
''Ya lagi mikirin apa? awas saja kalau memikirkan pria lain '' kata Arsen jutek .
Arsen bermain dengan Keyla.
Maura sampai melongo mendengar perkataan Arsen. 'Apa katanya ? pria lain ?' Maura berdecak karena tak ada waktu untuknya memikirkan pria lain yang ada waktunya ia berikan buat anak dan suaminya ini.
''Aku gak lagi mikirin apa-apa '' jawab Maura setelah beberapa saat tadi hanya diam.
__ADS_1
''Benarkah? lalu kenapa tadi senyum-senyum begitu ?'' kata Arsen lagi
''Ya aku lagi mikirin tentang diriku yang rupanya kini aku sudah menjadi anaknya Mama Airin.'' ujar Maura
''Hah, Oh itu ... Ya memang sudah menikah denganku ya sudah pasti lah kakak jadi anaknya Mama juga.'' kata Arsen merasa aneh saja dengan pernyataan Maura istrinya.
''Iya Makanya aku jadi senyum-senyum saat mengingat hal ini, rasanya kaya mimpi saja gitu Ar, aku tiba-tiba jadi istrimu lalu jadi anaknya Mama Airin dan Daddy.'' Maura tertawa kecil
''Aku pun tak menyangka kita bersama dengan adanya anak kecil yang menggemaskan ini..'' seru Arsen menciumi Baby Keyla.
''Mamm Ma-mma Ma-ma!'' Keyla Mulai berceloteh
''Ayo Nak, panggil Papa juga Nak, Key ayo sebut Pa-pa!'' rupanya Arsen tak mau kalah . Arsen mau juga di panggil oleh Keyla.
Tapi bukannya menuruti Baby Keyla malah balas dengan tertawa.
Arsen cemberut pura-pura kesal tak terima.
''Sabarlah Pa, ada saatnya kok.'' ujar Maura mengusap bahu sang suami tapi dengan menahan tawanya.
__ADS_1
Arsen balas menarik tangan sang istri yang berada di sisi bahunya dengan sedikit kasar sehingga Maura kini jatuh menimpa paha Arsen.
''Uhhh Ar..'' Maura terpekik kaget
''Tak apa, Keyla belum bisa memanggil ku, aku masih bisa sabar Tapi aku tak bisa menahan bila tak merasakan manisnya ini.'' ujar Arsen sambil menunjuk bibir Maura dengan jarinya
''Hah, Emmm ...'' Arsen segera menyumpal bibir Maura dengan melabuhkan bibirnya di atas bibir sang istri.
''Hoshhh Ar.'' Maura mulai kesusahan nafas.
Arsen pun melepaskan cumbuan nya karena Maura kehabisan nafas.
Maura menggeleng ''Jangan, nanti kita telat datangnya. Kan kita mau ke rumah Mama.!'' Maura mengingatkan. Maura menahan badan Arsen yang takutnya akan meminta lebih.
''Ya baiklah, tapi saat nanti di sana, aku tak akan melepaskan mu Kak.!'' balas Arsen membuat Maura meringis mendengarkannya.
''Ayo sayang, kita ke rumah Nenek, dan Nenek buyut'' seru Maura kepada Keyla yang berada di gendongan nya dan kini mereka sudah berada di mobil untuk pergi.
Arsen sudah mengabarkan pada Mama Airin kalau mereka sudah di jalan menuju rumah besar. Tentu Airin pun sekarang juga sedang menunggu kedatangan mereka dengan rasa yang bahagia ingin segera jumpa dengan sang cucu.
__ADS_1
Nenek buyut yang di maksud kan Maura itu adalah Mama Laras Mama dari Daddy Erik. karena beberapa tahun yang lalu, Ibu Ros telah meninggal dunia karena mengidap penyakit jantung.