Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Sesuatu


__ADS_3

''Yang benar Ah, Mas, Daddy aku yang ngajarin kamu kata-kata itu?'' tanya Salsa seolah tak percaya.


''Benar sayang, orang Daddy kamu bilang gitu dulu'' sahut Adrian.masih memacu menuju puncak kenikmatan.


''Kapan, Daddy bilang kaya gitu ke kamu nya?''


tanya Salsa, dengan sesekali meremas rambut Adrian, dan tentu menikmati permainan panas gila ini.


''Sesaat sesudah kita menikah'' jawab Adrian


''Benarkah? lalu, Daddy bilang nya kaya gimana tuh Mas,Aah!''


''Drian,nanti kalau Salsa sudah hamil, kau bisa loh menengok anakmu yang masih di dalam perut'' ujar Adrian dengan sama menggayakan kata yang dulu pernah Erik ucapkan padanya..


Sama sih, saat itu juga Mas tidak mengerti apa maksud Daddy kamu itu, tapi setelah di jelaskan ya akhirnya aku sudah mengerti sekarang'' ucap Adrian lagi dengan terkekeh.


''Apa .. Daddy sama Mama dulu seperti itu juga gak ya, Mas? atau saat Arsen masih di kandungan Mama, Daddy sering juga tengokin Arsen ya?'' tanya Salsa sangat polosnya. Salsa menatap Adrian.


''Astaga yank, pikiran mu ini Koo lelet yank, Yasudah pasti suka lah, orang Daddy kamu itu gurunya yang ngajarin Aku, masa ada guru tapi gak pernah melakukan atau mempraktekkan, Sstt sudah jangan membayangkan orang tuamu, pamali.'' celetuk Adryan saat Salsa melamun.


''Ishh apa, aku gak lagi memikirkan mereka kok, cuma.'' Salsa tak meneruskan ucapannya begitu perutnya bunyi kerucuk krucuk..


''Kau lapar?'' tanya Adrian sungguh tak peka.


Salsa membuang muka mengarahkan ke tempat lain, lalu berkata ''Sudah jelas perutku bunyi, itu pertanda memang aku ini sedang lapar.'' jawab Salsa cetus


''Iya, sayang tunggu bentar lagi ya.'' bujuk Adryan.


''Yasudah, tapi cepetan!''


''Baiklah sayangku..''

__ADS_1


🌺


Pagi hari yang seharusnya sejuk ini, berubah menjadi panas, penuh keringat bukan karena matahari, namun oleh aktivitas panas mereka, yang rupanya masih berlanjut hingga perut keduanya keroncongan barulah mereka menghentikan aktivitas panas ini..


Walau sebenarnya si Anak piton ini yang menggelantung di bawah tubuhnya, masih menginginkan sarang nya, Namun isi perutnya juga harus terisi dulu, agar nanti ada tenaga lagi untuk Ahaa ahha 'an lagi.. begitu yang Adrian bilang tadi pada Salsa..


Adrian ingin ikut masuk ke dalam kamar mandi, ''Eh..eh Mas, kamu mau kemana ?'' cegah Salsa dengan menahan tubuh Adrian yang ingin ikut masuk juga.


''Ya aku mau masuk lah mau mandi juga'' jawabnya


''Ihh nanti dulu ''


''Kenapa yank?-'' menatap heran.


''Iya nanti saja dulu kita gantian mandinya.'' ucap Salsa


''Biasanya juga kita barengan yank''


Adryan tertawa ''Hahaaa, Ah kamu ini memang istri yang idaman sangat mengerti suaminya '' puji Adrian. mencolek dagu Salsa.


''Sudah ya, jadi biarkan aku mandi sendiri '' tegas Salsa


''Iya, iya baiklah sayang, sudah cepat masuk, udah lapar nih '' mengusap perutnya yang sedikit membuncit Oh tidak !


''Salah sendiri mainnya lama,'' ledek Salsa


''Tapi yang penting istriku puas.'' balasnya meledek Salsa.


''Dasar kamu ini.'' ucap Salsa dan Tiba-tiba pipi itu bersemu merah, lalu Salsa segera menutup pintu kamar mandi.


Adrian pun pergi ke kamar mandi bawah, karena perutnya ini memang sangat lapar, kalau menunggu Salsa beres mandi keburu semakin lapar pasti perutnya nanti..

__ADS_1


Adrian lebih dulu beres mandinya, dia sudah memakai pakaian rumah, karena hari ini adalah hari Minggu Adrian tak pergi kemanapun, ke kantor maupun ke kafe .


Ting Tong . .


Ada yang memencet bel rumahnya,


Adrian yang tengah membuat kopi pun segera melihat siapa yang datang ke rumahnya.


Adrian berjalan menuju pintu utama.


Ting Tong , Rupanya orang itu sudah tak sabaran.


''Iya tunggu '' teriak Adrian dari dalam pada orang itu.


Ceklek pintunya ia buka.


Namun saat pintu terbuka, anehnya tak ada orang satupun di luar pintu ini.


''Aneh.'' gumam Adrian dengan celingukan mencari orang yang tadi memencet bel rumahnya.


Saat Adrian ingin melangkahkan kakinya, tak sengaja dia menendang kardus kecil.. Adrian kaget apaan nih.?


Segera dia mengambil kardus itu, lalu coba lagi celingukan mencari keberadaan orang tadi,


''Hei, siapa kau? Ayo keluar kau, jangan berani macam-macam di rumahku'' teriak Adrian berharap orang itu masih ada dan mendengar suaranya.


Namun ternyata sepi, tak ada tanda-tanda orang itu disekitar rumahnya.


Adrian penasaran dengan isi kardus kecil ini, ia pun segera membawanya kedalam, Adrian duduk di salah satu kursi. tangannya pun perlahan membuka isi kardus itu..


Saat sudah ia buka isinya, Adrian terkejut melihat isinya yang ternyata adalah..

__ADS_1


''Mas,'' suara Salsa memanggilnya. buru-buru Adrian menyembunyikan kardus beserta isinya itu sebelum Salsa datang menghampirinya...


__ADS_2