Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Welcome kebahagiaan


__ADS_3

''Siallll,.''


''Siall, siall..''


Seorang wanita mengumpat, marah-marah dan membanting barang-barang yang berada di dekatnya.


Dia marah karena rupanya Adrian bergerak cepat, wanita itu sudah mendengar kalau Adrian menemui Ayah Andrew.


''Kurang ajar kau Drian, Beraninya kau melawanku'' teriaknya marah menggebu.


''Tenanglah, kita buat lagi rencana '' ujar Fani.


''Apa kau ada memiliki rencana ?'' Wina Bertanya sambil menatap Fani.


Fani mengangguk tersenyum miring,


Mama Airin dan sang suami Daddy Erik, pun datang ke rumah Salsa. Mereka begitu mencemaskan anak perempuan mereka ini, di tambah Salsa tengah mengandung..


''Ma,.'' Salsa langsung memeluk erat tubuh wanita yang ia sayangi yang sudah tak muda lagi itu.


''Salsa, sayang, kau baik-baik saja kan Nak,''


''Mama sangat takut, dan cemaskan mu Nak!'' mengusap kepala Salsa.


''Salsa baik Ma, Salsa kan kuat.!'' masih bisa-bisanya Salsa ini membuat candaan.


''Sayang, walaupun kami tahu kamu itu perempuan yang kuat, tapi Nak. kamu juga harus menjaga dirimu juga anakmu!'' kini sang Daddy angkat bicara dan mengingatkan sang Putri. Daddy menunjukkan wajah Serius.


''Iya Daddy, Salsa tentu paham.'' tapi masih tertawa.


''Sayang, Bagaimana itu kejadiannya, kenapa bisa seperti itu ?'' tanya Airin khawatir


Salsabila kembali menceritakan semuanya dari awal, bahkan Salsa memberitahu soal tebakannya dan Adrian tentang si pelaku.


''Kurang ajar perempuan itu, berani sekali dia sama kamu Nak, belum tahu kah siapa Daddy mu ini.!'' si Daddy langsung marah, rahangnya mengeras.


Erik geram pada si penyebab.


''Mas, tenanglah !'' pinta Airin pada sang suami.


''Lalu apa yang akan kalian lakukan sekarang sayang, terhadap perempuan itu ?' Airin bertanya.


''Rin, sudah jelas dia harus di beri pelajaran '' Erik yang menyahut.


''Iya, Mas. Aku tahu, Tapi mau bagaimana ?''


''Aku serahkan saja pada Adrian Ma, tapi aku yakin Adrian kali ini akan bertindak'' jawab Salsa.


''Ya bagus Nak, Daddy harap Adrian bisa membalasnya dengan setimpal '' seru Erik.


Salsa menganggukkan kepalanya..


Satu Minggu kemudian, Wina sudah di ketemukan oleh anak buah Ayah Andrew, juga. Rupanya Wina tak sendiri di tangkap, Wina bersekongkol dengan satu orang lagi yang sangat di kenal oleh Arsen, juga Salsa tahu pasti siapa itu ternyata Fani, mantan Arsen .


''Fani, kamu, kamu bisa berbuat serendah ini?'' Arsen menatap tak percaya.

__ADS_1


Fani justru mencebik licik, ''Ya Ar, ini Aku. Kenapa, kau terkejut kah? Ar, aku lakukan ini, karena aku sakit hati pada mu, pada kakak mu '' Ucap Fani, mengatakan alasannya berbuat seperti ini.


Arsen menggeleng lagi-lagi tak menyangka.


Benarkah seperti itu ?


"Lepasss,, lepaskan !''


''Lepasskan, Drian kau tak boleh Seperti ini.!''


Wina dan Fani, di seret secara paksa oleh orang-orang suruhan Ayah Andrew.


Dan rencananya, keduanya akan di bawa Ke suatu tempat, yang tak akan mereka bayangkan sebelumnya.


Dalam keadaan seperti ini, kedua wanita itu masih bisa-bisanya menatap bengis dan tersenyum miring pada Salsa, pada Arsen pada Maura. Daddy Erik. juga Adrian, dan pada orang-orang yang menurut mereka, sudah membuat mereka tersiksa, menghancurkan kebahagiaan, padahal mereka sendiri yang menciptakan rasa itu sendiri..


''Salsa, awas kau! Gue gak akan tinggal diam! Gue akan balas perbuatan Lo ini lebih dari ini.!'' ancam Wina berteriak-teriak


''Ya, kau juga Ar, dan kau Maura, gue gak akan terima dengan semua ini, gue akan balas kalian'' Fani ikut berteriak marah tak terima.


Maura dan Pricilla, berjalan mendekati Salsa, keduanya pun segera memeluk Salsa untuk memberikan dukungan.


''Gue ikut tenang, melihat mereka sudah di tangkap '' Pricilla yang berbicara


''Iya Sa, gue juga sangat lega sekarang, tak akan ada lagi yang mengganggu kita.''


''Iya Ra, Cill, gue sudah lega sekarang, setidaknya Sekarang gue dan Lo bisa hidup tenang.'' menatap Maura.


Maura mengangguk.


Mereka kembali saling berpelukan, dengan Salsa berada di tengah-tengah..


''Ahh...


Aduhhh


Huhh, huhh..!''


''Terus terus!''


''Hohhh hoh hoh..!''


''Ayo terus dorong keluarkan.''


''Ahhh Sakit...'' menjerit kesakitan, Salsa sampai mencakar lengan Adrian tanpa sadar.


''Arhh Huhhh huh., Ma .... Sakit Ma, aduhhh!''


''Tenang sayang, kuat sayang, Ayo lagi sayang!'' mengusap usap Kepala Salsa, dan membacakan doa-doa.


''Hooohhhh Ma,,, Aduhh Ma, Huh hhh...''


Airin terus membacakan doa, dan mengusap kepala Salsa menguatkan anaknya yang akan melahirkan. .


''Haduh, Mas, Ahhh , Sakit Mas! Aku gak mau Buat anak lagi!'' Salsa meracau dan berbicara pada Adrian.

__ADS_1


''Iya sayang iya, kita tunda dulu'' kata Adrian sambil menepuk-nepuk tangan Salsa


''Ah pokoknya gak mau buat lagi.--'' disaat seperti ini, masih bisa-bisanya dua pasangan itu membicarakan hal itu. Dan berdebat.


Airin dan sang Dokter hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala mereka.


''Aduhh duduh Duhh,, Mas, Daddy Dad,Ma sakit Ma!''


''Oekk,, Oekkkk.!'' terdengar suara bayi yang menangis


''Oekkk!! oeekkkk!''


''Alhamdulillah!'' serempak berucap..


Nafas Salsa masih tersengal karena kelelahan. Adrian dengan sigap mengelap keringat yang ada di dahi sang istri..


'''Dok, bayinya laki-laki perempuan ?'' tanya ADrian antusias.


''Lakilaki Tuan, penerus Anda '' jawab sang Dokter sambil menggoda si ayah baru.


''Ohh Anakku..'' Adrian teramat senang..


''Mari di adzani Tuan!'' ujar suster


''Ah ya baiklah '' dengan khusu Adrian mengadzani sang buah hati, Adrian menatap dalam pada wajah si kecil, Mirip dengannya ataukah sang ibu?


Namun, anaknya ini karena masih bayi merah jadi belum jelas mirip siapa-siapa nya.. Adrian tak mempermasalahkan hal itu, yang terpenting anaknya lahir dengan sehat dan selamat !


''Mas, Aku juga mau gendong !'' pinta Salsa


''Oh ya ini sayang.''


Dan bayi nya di bantu suster untuk di tidurkan di atas perut Salsa, untuk mencari ASI pertama..


Salsabila mendekap erat sang anak, rasa bahagia menjalari seluruh tubuhnya..


''Anakku sayang, buah hatiku..!''


''Selamat anakku sayang, kau telah menjadi ibu.!'' Ucap Airin mencium kening Salsa, Airin amat turut bahagia.


''Makasih Ma, Ah ya, apa tadi Mama kena cakaran aku ?'' Salsa bertanya, karena samar-samar Salsa ingat ia seperti mencakar seseorang, takutnya yang di cakar itu adalah Mama Airin.


''Tidak bukan Mama.'' jawab Airin dengan menggeleng


''Oh bukan Mama ya!'' sekarang Salsa menatap sang suami.


Salsa tertawa .


''Iya, kamu cakar aku. Tapi tidak apa, sakit ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang tadi kau alami sayang.'' seru Adrian, menerima perlakuan Salsa padanya tadi.


''Maaf ya Mas, beneran gak sengaja '' menunjukkan wajah bersalah.


''Sudah tak apa sayang, justru Mas yang ingin mengucapkan terima kasih, karena kau sudah mau berjuang melahirkan anak ku.''


''Anak ku juga dong''

__ADS_1


''Ah iya anak kita!''


Adrian ikut memeluk sang istri dan anaknya yang masih berada di atas perut Salsa.. Si kecil hanya asyik menghisap sesuatu itu..


__ADS_2