Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Permintaan gila


__ADS_3

Ferro baru akan pergi dari tempat ini tapi ia urungkan saat ia mendengar lagi suara isakkan dan teriakan anak kecil.


Dengan kekuatan nya yang penuh Ferro berbalik dan langsung mendobrak pintu tadi beberapa kali hingga akhirnya pintu itu terbuka.


Di sana dengan jelas Ferro dapat mendengar suara Moza berteriak memohon..


''Tidak... Aku tidak mau di bawa ke rumah ini.''


''Diam kau!'' suara wanita dewasa.


''Gak mau, Nenek.. Moza mau pulang Nek !''


''Moza, diamlah ini ibu mu.'' suara wanita yang sepertinya lebih tua


Ferro tak mampu lagi mendengar lebih lama maka dengan gerakan cepat Ferro mencari asal suara itu


''Hei kalian sedang apa? kalian apakan dia?'' suara Ferro mengagetkan dua wanita beda usia itu


Dua wanita itu menatap tajam pada Ferro mereka merasa Ferro mengganggu dan ikut campur.


''Kau siapa ? dan kenapa kau bisa masuk rumah? Bi...!'' wanita muda tadi berteriak memanggil art mungkin dengan wajah marah.


Sementara Moza yang tangannya di pegangin dua wanita itu nampak senang saat ia melihat kedatangan Erik.


''Om... Tolong Moza Om.!'' pintanya Air mata semakin bercucuran


Erik tak bisa melihat wajah sedihnya, Erik mendekat tapi di hadang ibu yang lebih tua.


''Hei berhenti! jangan mendekat kalau tidak mau anak ini kami habisi ''


Ferro terkejut habisi, apa maksudnya.


''Ya. Dan Cepat pergi dari rumah ini jangan ikut campur'' sahut wanita yang masih muda tadi mengusir Ferro


''Omm Moza takut'' menatap memohon pada Ferro


Ferro mengedipkan matanya beberapa kali tanda Moza tak perlu khawatir Ferro di sini.


''Saya tidak akan pergi sebelum saya bertemu dengan Sifa. Yang katanya Mama nya Moza'' ucap Ferro


''Siapa kau? dan untuk apa kau ingin menemui ku, juga kau siapa anak ini? Sebelumnya aku tak pernah tahu kau ada hubungan apa dengan Moza?'' itu suara wanita muda tadi yang katanya mengaku Mama kandung Moza


''Oh Anda adalah Nyonya Sifa. Baiklah tapi apa yang Anda lakukan pada Putri Anda sehingga menyakitinya?''


''Memang kenapa bila saya seperti ini, ya terserah saya toh dia anak saya! dan Anda tak punya hak untuk mengaturku tentang anakku. Anda bukan siapa-siapa saudara pun bukan.''

__ADS_1


Lalu, wanita muda yang bernama Sifa tadi yang katanya Mama Moza memanggil dua ajudan dan segera menyuruh mereka untuk mengusir Ferro dari rumah nya.


Ferro sudah di seret tubuhnya untuk pergi.


''Lepas! gue gak akan pergi sebelum membawa Moza kembali'' Ferro berontak


''Diam kau'' ujar ajudan


''Cepat lah seret pria itu dari hadapan ku, dan kalau perlu kalian habisi Pria ini.'' Sifa memerintah pada dua ajudannya.


''O-om.. jangan tinggalkan Moza Om, Moza takut Om. Moza takut di jual Om...!'' Moza berteriak dan mengatakan sesuatu hal yang membuat telinga Ferro panas seketika.


Ferro langsung berbalik menatap ke belakang lagi menatap Moza lalu pada dua wanita itu lagi.


nafasnya Ferro sudah memburu rahangnya mengeras Ferro tak terima bila ada yang seperti itu yang Moza sebutkan tadi.


''Om , Tolong!''


Brukkkk bughh bughh .....


Seketika amarah Ferro memuncak dan Ferro dengan brutal menghajar dua ajudan tadi sampai tak sadar dirinya mengeluarkan jurus .


Ferro terus menghajar dua pria badan kekar ini


''Brengsek.. Mau kalian apakan anak kecil. Bughh''


''Hei hentikan.''


''Kalian berdua bangun. Dan hajar balik dia''


Sifa marah dan jengkel karena dua ajudannya malah kalah...


Sifa pun dengan licik dan bergerak cepat menggendong Sifa membawa anaknya itu keluar dan akan membawanya kabur. .


Untunglah Ferro tahu akan hal itu Ferro berlari menyusul perempuan yang tega mau menjual anaknya sendiri..


''Beerhenti!'' Ferro dapat mengejar dan menghalangi langkah wanita ini.


Gappp


Ferro merebut Moza dari gendongan wanita ini .


''Kemarikan! dia anakku. Jadi aku lebih berhak untuk melakukan apapun padanya'' Sifa kukuh meminta Moza kembali.


''Tidak akan pernah saya mengijinkan kau menyentuh Moza lagi, kau bukanlah seorang ibu. Tapi kau iblis '' umpat Ferro yang marah.

__ADS_1


''Hahaaaa.... Kau bisa saja berkata begitu padaku, tapi apa kau tahu apa alasanku melakukan ini?''


''Apa alasanmu, sampai harus menjual anakmu sendiri?'' walaupun sebenarnya tak ada alasan yang di benarkah bila itu harus menjual anak kandung kita.


Tapi Ferro merasa ingin tahu..


''Kau benar mau tahu apa alasan ku untuk menjualnya pada orang kaya yang sedang membutuhkan anak?'' tanya Sifa


dengan cepat pun Ferro mengangguk.


''Ya katakan!''


''Karena aku sedang butuh uang, untuk membayar hutang hutang ku pada rebterin.''


''Daripada aku menjualnya pada rebterin itu lebih baik kan aku menjualnya pada pasangan yang sedang membutuhkan anak. Dan uang yang mereka tawarkan cukup banyak'' dengan tak berperasaan atau rasa bersalah wanita ini bicara dengan nada santai.


Kembali Ferro merasa tak terima.. Moza ini sudah ia anggap seperti anaknya lalu saat Ferro mendengar wanita ini yang ibu kandungnya malah ingin menjual sang anak sungguh Ferro sangat marah mendengar hal itu..


Ferro harus berpikir dengan kepala dingin hingga akhirnya Ferro mendapat ide.


''Berapa hutangmu pada rebterin rentenir itu?'' tanya Ferro


wanita ini tersenyum mengejek ''Memang nya kenapa kau mau tahu, kau sanggup membayarnya?''


''Jangan banyak tanya, cepat katakan berapa?'' desak Ferro


''Lima Ratus Juta.'' jawab Sifa


'Uang sebanyak itu untuk apa sebenarnya wanita ini, sampai bisa berhutang banyak?' Ferro merasa terkejut wanita ini mempunyai hutang yang cukup banyak.


''Kau harus memberikan Moza padaku, dan sebagai gantinya saya memberikan uang itu untuk melunasi hutang hutang mu. bagaimana?'' Ferro memberikan penawaran.


''Benarkah? apa kau serius tak sedang bercanda, maksud ku. kau punya memangnya uang sebanyak itu?'' rupanya Sifa meragukan Ferro.


''Kau tidak perlu cemas akan hal itu. Agar kau percaya aku berikan dulu segini'' Ferro menghitung uang dari saku nya yang bernilai Sepuluh juta.


''Nih sepuluh juta dulu saya berikan sebagai jaminan, besok saya langsung transfer sisanya.'' Ferro memberikan uang itu pada Sifa


Sifa yang memang si mata duitan matanya langsung melotot dan berbinar saat menatap uang lembaran merah yang di sodorkan oleh Ferro.


Lalu Sifa melihat penampilan Ferro dari bawah hingga atas.


Sifa sadar Ferro bukan orang sembarangan pasti Ferro orang berada.


Tiba-tiba senyum seringai muncul di bibir Sifa. Kaki Sifa maju selangkah dan mendekat Ferro.

__ADS_1


''Saya tidak butuh uang lagi, tapi saya menginginkan mu, menikahlah denganku.....'' pinta Sifa.


__ADS_2