
Saat di apartemen nya dulu itu, saat Arsen berjanji akan memperbaiki sikapnya terhadap Maura, dan meminta waktu untuk lebih dekat dengan Maura, Arsen ingin dia kenal lebih dekat dengan Maura, agar Arsen dapat merasakan kenyamanan dengan Maura..
Rupanya, selama itu Maura langsung pindah ke apartemen Arsen, karena permintaan Arsen sendiri yang katanya agar tidak canggung dan terbiasa kalau hidup berdua di atap yang sama..
Dan rupanya Arsen cukup senang dengan Maura dan ternyata juga Arsen sangat nyaman di dekat Maura,
Karena sebenarnya sikap Maura yang manja ini, tapi tidak lah banyak menuntut ini itu Kepada Arsen, Arsen akui, memang dia lebih nyaman bersama Maura di Banding pacarnya dulu, yang suka mengatur..
Namun, selama mereka tinggal di satu atap yang sama ini, Arsen tak pernah sekalipun meminta hak nya sebagai suami, kepada Maura .
Arsen ingin dia melakukan nya saat keduanya sudah sama-sama siap.. walaupun mereka memang sudah dekat dan sudah menerima satu sama lain, tapi Arsen memberikannya waktu kepada Maura,
Juga, Selama ini pun, mereka ternyata masih tidur berpisah, jujur Arsen ini adalah pria normal bukan, takutnya kalau tidur satu kamar, bahkan satu ranjang, takutnya dia jadi ingin itu...
Kembali saat ini,
Hap..
si kecil langsung menyedot lagi ASI ibunya, saat tadi sempat terlepas itu,
Arsen langsung mengusap wajah nya , dia jadi malu sendiri kan sekarang..bisa bisanya apa tadi yang ingin dia lakukan, Oh Ar, sabarlah.! ucap batin nya.
Kini, malam pun tiba, Arsen merasa khawatir, karena Maura dari sejak siang tidak keluar Kamar juga, Arsen takut ada terjadi sesuatu pada Maura..
lalu Arsen pun coba menengok Maura di kamarnya,
Tok Tok,
Sebelumnya Arsen mengetuk pintu dulu.
__ADS_1
Tapi, rupanya tak ada suara Maura menyahut. Arsen semakin cemas, lalu Arsen pun segera membuka pintunya .
Arsen menengokan kepalanya ke dalam, di sana Maura tengah bergulung dengan selimut, sampai batas lehernya..
''Kak.'' panggil Arsen
''Hm, kenapa Ar ?'' balas Maura dengan suara lirih.
''Kak, you Ok ?''
''Ya, hanya badan ku, sepertinya kurang fit.'' jawab Maura lagi, dan masih di bawah selimut.
Arsen semakin cemas, dia pun berjalan cepat menghampiri Maura.
''Kak, kau sakit?'' kembali bertanya dengan nada cemas .
''Tidak tahu, tapi mungkin iya''
''Kita, ke dokter ya kak.'' tawar Arsen .
''Tidak usah Ar, nanti juga sembuh.'' jawab Maura pelan.
''Tapi aku khawatir padamu kak, takutnya semakin parah nanti sakitnya, kita periksa ya.!'' ajak Arsen lagi .
''Kau coba cari saja Paracetamol Ar, di kotak obat barangkali ada '' kata Maura dengan meminta Arsen agar mau mengambil kan obat dan mencari.
''Baiklah, aku coba cari dulu.'' Arsen pun berlalu untuk mencari di kotak obat .
''Bagaimana Ar, apa sudah ketemu ?'' tanya Maura
__ADS_1
''Bentar kak..''
''Kak, sepertinya tidak ada obat Paracetamol nya,'' beritahu Arsen .
''Oh tidak ada ya, lalu gimana ?''
''Mending kita ke dokter langsung saja kak''
''Aku gak mau Ar, yasudah tidak apa-apa Ar, tidak usah ke dokter. Tolong ambilkan aku air hangat ya Ar.'' pinta Maura,
''Kau serius kak?'' memastikan
Maura mengangguk mantap,
''Baiklah tunggu kak, aku ambilkan dulu air hangat ya.'' ucap Arsen
''Hm'' balas Maura
Lalu Arsen pun berlalu pergi keluar untuk mengambilkan minum .
Beberapa saat, Arsen sudah kembali ke kamar Maura sambil membawakan minum .
''Kak, ini minum dulu.'' ucap Arsen .
''iya.'' Maura pun langsung duduk, di bantu Arsen
''Terima kasih ya.'' kata Maura sambil tersenyum manis pada Arsen, si suami muda nya.
''Sama-sama kakak istriku'' goda Arsen
__ADS_1
Mata Maura langsung membulat, tapi pada akhirnya mereka sama-sama tertawa merasa lucu dan geli dengan panggilan itu..
''hahahaa!''