Ketulusan Cinta Tiga Wanita

Ketulusan Cinta Tiga Wanita
Tertusuk


__ADS_3

Alhamdulillah ya tidak terasa sudah mencapai chapter ke 60saja..


Ahh bahagia rasanya..


**


Ferro terkejut dengan perkataan wanita di hadapannya ini yang sangat tidak tahu malu..


Apa katanya tadi, menikahi wanita serakah ini heh, di rumah sudah ada yang terbaik tak mungkin Ferro berbelok arah.


Walaupun di dunia ini hanya ada satu wanita yaitu wanita ini. Ferro tak akan Sudi untuk memilih wanita yang tak punya perasaan itu..


''Kenapa diam?''


''Apa kau setuju dengan penawaran ku,?''


''Kau tak perlu memberikan uang itu. Cukup menikahlah denganku.!'' ucapnya lagi


Membuat perut Ferro seketika mual ingin muntah..


''Cihhh..'' Ferro meludahi wanita itu


''Berani sekali kau meminta menikah padaku. Dan ya tidak Sudi saya harus menikah dengan wanita licik sepertimu.'' tegas Ferro menolak.


Gigi Sifa gemerlutuk ia nampak marah karena rupanya Ferro tak menerima permintaannya..


''Jadi kau menolak ku ?'' bentak Sifa marah dan merasa terhina


''Apa masih kurang jelas hah, Saya tidak Sudi mempunyai pasangan gila harta seperti Anda. jadi jauhkan lah rasa Anda untuk bisa menikah dengan saya karena itu tidak akan pernah terjadi.'' seru Ferro menegaskan lagi ia menolak keinginan gila wanita itu Ferro tersenyum miring .


Ferro pun mulai melangkah pergi meninggalkan wanita tak tahu malu itu sambil membawa Moza.


''Tunggu.'' suara wanita tadi menghentikan langkah Ferro


''Jangan lagi melangkah satu langkah pun dari sini dengan membawa anakku'' perintah Sifa


''Saya tidak perduli'' Ferro pun melanjutkan lagi langkah nya.

__ADS_1


''Jangan salahkan aku bila harus berbuat seperti ini..''


Dengan satu gerakan Sifa menancapkan sesuatu di punggung Ferro yang sedang membelakangi wanita itu karena berjalan menuju mobil.


''Arhhhghh, sssshh'' Ferro berteriak dan mengaduh Ferro kaget dengan rasa sakit di punggung nya


''Om....'' Moza berteriak histeris ia menyaksikan langsung bagaimana tadi wanita yang mengaku ibunya menusuk punggung Ferro dengan pisau.


''Om, hiks..'' Moza menangis histeris ia ketakutan.


''Oh ****.'' Ferro berbalik menatap tajam pada orang yang sedang tertawa senang.


''Hahhaaa.... Itu pembalasan untuk orang yang keras kepala dan suka mengganggu urusan orang lain.'' Sifa tertawa terbahak ia merasa sangat senang bisa melakukan itu pada Ferro yang Sifa pikir sudah menyakitinya dengan menolak permintaannya tadi..


Ferro memegang punggung yang sepertinya sudah mengeluarkan darah. Dengan langkah gontai Ferro masuk mobil dan ia harus menelpon seseorang .


Ferro mulai melemah karena ia kehabisan darahnya.


Tinnn


Tinnn,


Pricilla yang sedang menonton merasa aneh karena tak biasanya bila Ferro pulang sampai membunyikan klakson begitu.


Dengan cepat Pricilla membukakan pintu dan menghampiri mobil Ferro yang orangnya belum juga keluar.


Pricilla menengokan kepalanya ke dalam mobil sang suami. Dilihatnya Ferro tengah mendongak sambil menutup matanya, di sampingnya ada Moza yang tertidur dengan mata sembab.


''Yank.'' Pricilla cemas ia memanggil dan cepat-cepat membuka pintu mobil kasar.


Ferro membuka mata dan menatap sang istri.


''Yank, tolong bawa Moza masuk kedalam.'' ucap Ferro tapi suaranya aneh seperti menahan sesuatu.


''Fer kenapa ? apa yang terjadi ?'' segera Pricilla menanyakan soal keadaan Ferro jelas Pricilla merasa takut.


''Nanti ku ceritakan sekarang bawa dulu Moza.''

__ADS_1


''Ya ya baiklah '' Pricilla panik Tapi ia mengikuti perintah Ferro dan menggendong Moza ke dalam lalu menidurkan di kamarnya.


Pricilla juga merasa aneh menatap mata anak kecil ini yang tampak sembab. 'Sebenarnya apa yang telah terjadi ?' gumam Pricilla.


Pricilla Keluar dari kamar Moza lalu ia kembali menemui sang suami. Ingin meminta kejelasan.


Bugghhhh


Tak sempat di tahan tubuh Ferro jatuh dan ambruk ke lantai..


''Sayang..'' Pricilla berteriak histeris. Pricilla berlari dan segera mendekap Ferro .


''Sayang bangun..''


''Sayang jangan buat aku khawatir yank.'' Pricilla terisak dan mendekap Ferro. Saat di rasa tangannya seperti aneh lalu Pricilla melihat jari tangannya


''I-ini da-darah!'' Pricilla bergetar ketakutan.


''Ferr, jangan kaya gini tolong bangun...''


Tak lama orang yang tadi Ferro hubungi sudah datang ke rumah itu dan segera mengecek kondisi Ferro lalu memberikan penanganan.


Rupanya dokter yang tadi Ferro hubungi itu adalah teman Ferro. Ferro tak bisa ke rumah sakit sehingga Ferro meminta temannya ini untuk datang ke rumah..


Pricilla nampak lemas tubuhnya melihat keadaan ini. selama ini tak pernah ada kejadian sampai parah kaya gini, tapi hari ini Pricilla tampak sangat kaget..


''Lucky bagaimana dengan suamiku?'' tanya Pricilla dengan suara lirih.


''Semua sudah baik-baik saja. Untunglah dia segera menelpon ku tadi, jadi aku bisa segera datang. Tapi dia ini dari mana ?'' tanya balik dokter Lucky.


''Ceritanya panjang, tapi aku masih tidak bisa mengerti kenapa bisa punggungnya berdarah'begitu ?''


''Sepertinya ada orang yang sengaja menusuk pisau pada punggungnya '' jelas dokter Lucky menebak.


''A-apa? di tusuk?'' Pricilla memekik terkejut


''Ya,''

__ADS_1


''Ferr...'' Pricilla kembali terisak sambil mendekap tangan suaminya.


''Tenanglah, Ferro membutuhkan mu. Bila kau seperti ini Ferro akan tambah lemah'' dokter Lucky yang memang sudah mengenal dua pasangan ini menyemangati Pricilla dan menenangkannya...


__ADS_2