
Maura dan Arsen masih berada di Italia tentu mereka akan sedikit lama disini, karena ternyata Maura tampaknya sangat senang berada di sini. Sehingga Maura meminta pada Arsen suaminya.
''Yah, aku kayaknya nyaman deh disini.'' ujar Maura di pagi hari sambil melihat suasana kota
''Hm, kamu betah di sini Ma?'' tanya Arsen memastikan
''Ya, rasanya tuh nyaman banget. Kita jangan dulu pulang ya Yah.'' Maura memanggil Arsen itu ayah sama seperti Keyla dan untuk nanti anak-anak mereka lainnya.
Kalau Papa kayaknya terlalu ke tua an gak sih, secara Arsen kan masih unyu-unyu hahaaaa...
''Yasudah iya kita agak lamaan saja di sini'' kata Arsen setuju
''Aku ingin satu bulan deh kayaknya di sini'' celetuk Maura.
Sebenarnya Maura ini suka berlibur dulu juga namun ceritanya dan suasananya tentu beda karena sekarang telah hadir sosok suami dan anak tentunya.
''Boleh.'' sahut Arsen tanpa masalah ataupun keberatan.
'' beneran?'' Maura memastikan dan sangat senang
''Ya tentu dong, tapi ada syaratnya.'' kata Arsen
''Syarat, apa?''
''Asal kita main lima ronde sehari. Dan itu selama kita tinggal di sini.'' bisik Arsen dan bukan hanya berbisik dengan jail nya pria itu menggigit daun telinga Maura.
''Aww ihh, kamu. Kenapa di gigit'' omel Maura
''Dikit saja kok.'' menampilkan wajah polos
''Jadi masih mau di sini gak? dengan syarat yang ku berikan tadi?'' kembali Arsen yang memastikan
''Hm ... gimana ya?'' pura-pura mikir
''Jangan lama-lama berpikir.''
''Tapi kenapa harus ada syaratnya segala sih?'' kata Maura
''Ya, harus ada.''
''Yaudah deh, Ok.'' Maura setuju
''Deal?''
''Deal!''
Arsen langsung tersenyum lebar dan kegirangan ''Yes..! Lima ronde dalam satu hari.'' ucapnya berjingkrak-jingkrak.
__ADS_1
''Apa yang lima ronde?'' tanya Maura yang bingung
Loh kok begitu reaksinya,
''Ya kita main nya lima ronde dalam sehari, kan itu syaratnya tadi. Lah kamu gak dengerin apa?'' tanya Arsen heran
''Oh, Hah? apa ? jadi ... syaratnya ?''
Arsen mengangguk..
''Ahh tidak..'' Maura langsung lemas
Maura tadi itu sedikit tidak fokus dan ia pikir bukan kaya gitu syarat yang di katakan oleh Arsen.
''Astaga, lima kali.'' gumam nya
Sampai akhirnya Maura benar-benar kelelahan dia tak bisa jalan-jalan Seperti yang di inginkan. Sean tak membiarkan dirinya keluar sebentar pun, yang ada Pria itu terus mendekapnya tak membiarkan sang istri menikmati indahnya kota ini.
''Kok cemberut sih?'' tanya Arsen benar-benar tak peka
Maura hanya diam..
''Yank kenapa sih? apa tidak enak ?'' tanya Arsen lagi mereka ini baru saja selesai main kuda-kudaan.
''Apa? tidak enak apa?'' cetus Maura namun tak mengerti maksud Arsen
''Hah?''
''Oh Tuhan....''
''Kenapa sih, dalam otak mu itu hanya ada itu terus.... Kenapa? Kamu gak peka banget.'' hilang kesabaran Maura.
''Yank kok jadi marah?''
''Bagaimana aku gak marah, kita kan mau liburan. kalau cuma main kaya gitu ah di rumah pun bisa, kapan aku jalan jalannya ? kapan aku belanjanya ?'' Maura menangis.
''Ya sorry.''
''Sudahlah awas.'' menyingkirkan tangan Arsen yang memeluk di pinggang nya
''Mau kemana ?''
''Mandi.'' masih dengan menjawab ketus
''Yah begitulah wanita kalau lagi marah dan sensitif suka marah-marah gak jelas, padahal kan tinggal bilang kalau mau jalan-jalan gitu,'' Arsen berbicara sendiri dan lebih memilih untuk tidur lagi.
Beberapa saat Maura sudah selesai mandi dan ia kembali kesal saat melihat Arsen malah tidur lagi.
''Enak banget dia, malah tidur lagi aku kira bakal langsung ngajak jalan. Ihhhh ngeselin banget gak sih?'' Maura menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal.
__ADS_1
*
Sementara di kota kelahiran mereka
Nampaknya kini waktunya Pricilla akan melahirkan
"argghhh sakit...'' Pricilla menjerit kesakitan
''Sabar sayang.'' kata Ferro
''Feerr, ini sakit banget Fer..'' Pricilla pikir dirinya bisa kuat dari dua temannya, namun rupanya ia pun juga tak bisa menahan rasa sakit mulas bersamaan.
''Ma, sakit....'' adunya pada Mama Pricilla
''Kamu kuat sayang.''
Mama Pricilla dan Ferro di dalam ruangan bersalin keduanya menemani persalinan Pricilla.
Hingga hampir beberapa jam lamanya sang buah hati belum juga mau keluar, bahkan Pricilla mengalami kekeringan di akibatkan terlalu banyak cairan yang sudah keluar
''Maaf Pak , Bu. Sepertinya Nona harus segera di operasi'' ujar dokter ahli.
Mama Pricilla menatap Ferro, begitupun dengan Ferro menatap Mama mertuanya.
''Ma, bagaimana?'' tanyanya
''Ya Mama putuskan semua padamu, tapi ini yang terbaik untuk Pricilla Mama sarankan setujui'' jawab Mama Pricilla.
Ferro mengangguk
''Baik Dok. Saya setuju.'' kata Ferro pada dokter yang menangani istrinya.
''Baiklah, kami akan segera menyiapkan segala sesuatunya. Dan mohon untuk terus berdoa untuk keselamatan keduanya ibu dan anak.!''
''Tentu dokter.''
Sebelum Pricilla di bawa ke ruang operasi semua memberikan ciuman dan pelukan untuk Pricilla .
''Sayang, bertahanlah dan kuat lah. Aku tahu kamu wanita hebat segeralah lahirkan anak kita, yang kita impi-impikah. Aku mencintaimu, aku mendoakan mu dan anak kita.''
Ferro mencium kening dan tangan Pricilla lalu setelah itu Pricilla pun di bawa masuk ke ruangan operasi.
*Othor, minta saran nya nih besti..
anak Pricilla kira-kira cocoknya laki-laki apa perempuan. othor masih bingung nentuin nya..
tulis di komentar , silahkan* . . . !
Sekian terima kasih 💖💖
__ADS_1